
Disinilah saat ini Lenka berada, di meja makan apartemen nya dengan suasana wajah takut-takut dan curi pandang kepada Daddy dan Mommy nya yang tampak mengobrol santai dengan Samuel.
Flasback on
Brak..
Lenka menutup kembali pintu apartemen nya dengan cepat, membuat Mommy nya seketika mengetuk pintu itu kesal.
Brak... brak..
Rere memukul kuat pintu apartemen anak nya dengan heran, kenapa gadis kecil nya itu menolak kehadiran orang tua nya, karena alasan apa, entahlah Rere bingung.
"Enka, buka pintu nya ini Mommy dan Daddy sayang, bukan maling,"ujar Rere berteriak kepada sang anak.
"Sayang sudahlah, jangan berteriak tenggorakan mu bisa sakit, mungkin apartemen nya kotor, tunggu sebentar ok,"ucap Varo menenangkan sang istri yang terus mengetuk pintu apartemen itu kesal.
Sementara itu Lenka menarik kuat tangan Samuel yang sedang duduk santai di depan TV sambil menikmati siaran yang berlangsung.
Grep..
"Cepat sembunyi,"ucap Lenka menarik tangan Samuel kuat membuat pria itu merasa heran karena tingkah sang pacar.
"Bersembunyi? Kenapa?"tanya Samuel dengan penuh tanda tanya.
Gadis itu mendengus kesal, seperti nya Dia sudah sangat panik mendengar gedoran pintu dan juga mendengar keluhan Samuel yang tidak mau di ajak berkompromi untuk segera bersembunyi.
"Mommy dan Daddy ku datang, kau harus bersembunyi,"ucap Lenka dengan wajah panik nya.
Alis pria itu terangkat, dengan tatapan heran nya Dia seketika bertanya kepada Lenka.
"Kenapa kau takut? Kita tidak melakukan apa pun, apa kau berpikiran mereka akan tahu kita melakukan apa? Tidak bukan, Aku ini pengawal pribadi mu santai,"balas Samuel dengan santai menjawab pertanyaan sang pacar.
Lenka mengedipkan mata nya beberapa kali seperti ini anak kecil yang berpikir dan kebingungan, membuat Samuel tertawa melihat wajah Lenka yang lucu.
"Kau benar, kenapa Aku panik, tapi tetap saja kau harus bers--,"
Perkataan Lenka terpotong melihat Samuel yang sudah berada di depan pintu, bersiap membuka pintu yang terus di gedor Mommy nya itu, dan kedua kali nya bagai slowmotion dengan santai Samuel menarik handle pintu.
Cklek..
"Enka lama sekali kau membuka pintu!"teriak Rere kepada sang gadis kecil nya.
"Kakak cantik, Tuan Varo apa kabar,"ucap Samuel menyapa kedua orang yang ada di depan pintu itu.
Wajah Lenka berubah panik attack, sungguh seperti nya walaupun Dia seorang psikiater Dia harus menemui psikolog karena trauma hari ini, bagaimana tanggapan kedua orang tua nya itu, apakah Dia akan di hakimi, atau Dia akan di keluarkan dari William.
"Sam, apa kabar?"
"Kau ini walau sudah ada indo pun, Aku masih jarang bertemu dengan mu,"ucap Rere dengan heboh kepada sang bawahan Varo itu.
"Eitss sayang, jangan memeluk nya, peluk Aku saja,"ujar Varo menahan kening sang istri dan memeluk Rere ke dalam dekapan nya.
"Mas!"teriak Rere kesal melirik sang suami yang tertawa senang itu.
Tanggapan apa ini? Mereka malah menyapa balik Samuel, apa mereka tidak bertanya kenapa Samuel bisa berada di apartemen nya atau pun hal lain kenapa Samuel berada di sini.
"Tuan Anda selalu saja cemburuan,"balas Samuel tersenyum kepada Varo.
Flasback off
Begitulah kejadian nya, sampai-sampai mereka sarapan bersama di meja makan apartemen Lenka, gadis itu mengigit sendok nya melihat keakraban Samuel dan kedua orang tua nya.
'Kenapa mereka malah akrab dengan Sam? Bukan nya kalau di film-film itu adegan dramatis nya, saat seorang pengawal di larang jatuh cinta dengan Nona nya, dan pria itu akan di pisah jauhkan oleh sang gadis atau pria akan di bunuh, apa Aku terlalu berpikiran jauh?' batin Lenka yang berpikiran aneh-aneh itu.
Ayolah Lenka, sebelum kau lahir ke dunia ini atau pun menjadi sebuah biji jagung di perut Rere.
Samuel sudah sangat akrab dengan Rere dan juga Varo, bagi nya Rere adalah sosok kakak yang cantik dan juga baik hati, dan juga Varo bagi nya adalah seorang kakak yang bisa menerima semua keadaan dan masa lalu kelam nya.
"Jadi kenapa pagi-pagi kau sudah ada di apartemen anak ku Samuel?"tanya Rere penuh selidik.
Lenka hanya dag dig dug menunggu jawaban Samuel, agar mulut nya bisa mencari alasan yang tepat dan benar, sedangkan Daddy nya hanya terus tidak peduli dan hanya memakan masakan nya.
"Enka, masakan mu sangat enak, persis dengan Mommy mu,"ucap Varo memuji sang anak.
"Terimakasih Daddy, anak nya siapa dulu dong,"ucap Lenka tersenyum senang membalas jawaban Daddy nya.
Samuel tampak mengunyah makanan nya, lalu menyelesaikan sarapan nya dan mengelap mulut nya, pria itu mulai menjawab pertanyaan Rere.
"Aku membawakan Lenka kado kak, itu,"ujar Samuel melirik banyak paper bag yang ada di atas sofa.
"Banyak sekali, apa itu boneka unicorn lagi hah?"tanya Rere menatap anak nya penuh tanda tanya.
"Mom Aku tidak meminta Sam membelikan nya, Dia yang memberikan ku, benarkah,"kesal Lenka menatap Samuel meminta persetujuan.
Memang sih Rere sangat melarang anak nya membeli banyak boneka yang Dia sukai bukan karena tidak mampu, tapi karena Dia mengajarakan agar gadis kecil nya itu tidak serakah tidak suatu barang yang Dia miliki.
"Benar, Aku yang memberikan nya,"balas Samuel menyetujui perkataan Lenka.
"Nah kan,"gumam Lenka mengangguk sambil mengunyah pasta nya.
Varo melirik sang istri yang juga melirik nya, istri nya itu mengangguk kepada sang suami, Varo mulai menyudahi makanan nya lalu berkata.
"Kenapa kau memberikan Lenka banyak kado, sikap mu seperti seorang pacar saja yah Sam,"ucap Varo dengan dingin nya kepada pria yang ada di depan nya itu.
Kedua pria yang memiliki aura tajam dan datar masing-masing itu saling menatap tajam mata emreka satu sama lain, pertanyaan itu membuat Lenka sangat susah menelan makanan nya.
Entah perasaan nya atau bukan, seperti nya Mommy dan Daddy nya memang sangat sengaja datang hari ini ke apartemen nya, entah menyelidiki diri nya atau memang rindu kepada putri satu-satu nya mereka.
"Karena Aku memang pacar nya,"balas Samuel santai menjawab pertanyaan Varo.
Seketika makanan yang di kunyah Lenka berhenti tertelan di bagian tenggorokan nya, membuat gadis itu tersedak hebat dan batuk-batuk.
Ohok.. ohok...
"Sayang kau tidak apa-apa?"tanya Samuel panik memberikan gelas minuman kepada Lenka.
Bukan nya mereda batuk itu, Dia malah tambah batuk-batuk saat Samuel memanggil nya sayang di depan Mommy dan Daddy nya, pintu apartemen itu seketika heboh di buka tiga orang pria tampan yang seperti nya menguping.
Brak..
"Apa maksudnya ini,"tanya Luis dengan tajam menatap Samuel.
'Mati Aku, salah ku memiliki pacar jujur seperti Samuel,'