SAMUEL

SAMUEL
BAB 38



Tok.. tok..


Samuel mengetuk pintu apartemen Lenka di pagi hari ini, perbedaan mencolok terlihat di pagi hari yang cerah ini, perempuan cantik berambut hitam panjang terlihat berwajah masam dan seorang Laki-laki tampan berwajah lebih berseri-seri dari biasanya yang datar.


"Samuel apa lagi? Dan ini apa?"tanya Lenka melihat pria itu menenteng paper bag yang banyak.


Sungguh tidak dapat di bayangkan seorang pimpinan Aeros yang kejam itu mau menentang paper bag yang banyak, membuat semua orang mungkin tidak percaya, Samuel terlihat menyodorkan paper bag itu kepada sang pacar.


"Kudengar perempuan suka jika seorang pria sering memberikan kejutan, dan bersikap romantis jadi ku belikan banyak hadiah untuk calon istriku,"ujar Samuel dengan wajah polos nya.


Lihatlah, bahkan si muka datar ini dengan repot-repot mau mencari tahu apa-apa saja kesukaan perempuan untuk menyenangi hati sang pacar.


"Kau suka kan? masih kurang nanti ku belikan lagi, jika perlu Aku akan membelikan bersama toko atau pabrik nya untuk mu,"tambah Samuel dengan wajah yang semakin ditinggikan.


'Sombong, bucin, pamer, gil*' umpatan-umpatan terus dilontarkan Lenka dalam hati.


Ayolah di hari minggu ini Dia hanya ingin berbaring di kasur empuk nya dan bermalas-malasan tanpa di datangi sang pacar, seperti nya Lenka mulai berharap agar Samuel memiliki banyak urusan hari ini.


"Sam, Aku rasa kau tidak perlu repot-repot memberikan semua ini pada ku, gaji ku sangat cukup untuk membeli ini, lagi pula Daddy ku itu seorang William,"ucap Lenka menekan kata-kata nya sedikit pembalasan sepertinya menarik.


"Ini?"ucap Samuel mengeluarkan boneka unicorn terbaru, membuat mata Lenka berseri-seri senang.


"Maksud ku Sam, kalau ini boleh untuk ku saja,"gumam Lenka malu-malu mengambil paper bag itu dengan senang.


'Kelemahan mu itu memang boneka itu,' batin Samuel menyeringai kecil.


Samuel saat ini seperti seorang pengantar paket yang hanya di biarkan berdiri di depan pintu apartemen Lenka, setelah mengambil pemberian pria itu, tanpa menawari pria itu untuk masuk terlebih dahulu.


"Jangan memanggil Ku Samuel terus menerus, Aku ini pacarmu loh, calon suamimu,"terang Samuel panjang lebar merasa kesal karena gadis itu sangat jarang memanggil nya dengan kata manis orang pacaran.


Wajah datar, juga terkenal irit bicara, tapi lihat sekarang jika bersama gadis itu Dia tidak berhenti mengeluarkan kata-kata nya, bahkan mulutnya tidak berhenti mengomel sedari tadi kepada sang kekasih.


"Lalu Aku harus memanggil mu apa?"


"Panggil saja Aku Babe atau lebih bagus Sayang, seperti saat itu,"gumam Samuel nampak menimbang-nimbang panggilan yang bagus.


'sikap bucinnya kambuh lagi,' batin Lenka.


"Apa ini perintah?" Tanya Lenka menatap Samuel yang lebih tinggi itu.


"Jika Aku tidak mau menuruti, bagaimana?"


"Kau tau jawabannya Dear,"


Melihat Samuel bersikap sok manis ternyata tidak baik untuk kesehatan dan juga lambung, dia mau muntah, serius, kemana pria dingin dan kejam itu, hei Samuel sangat tidak cocok jika ada yang masih memanggil nya iblis berdarah dingin di dunia bawah.


Cklek..


Mereka berdua pun masuk ke apartemen Lenka, gadis itu menenteng paper bag itu dengan senyum senang nya.


"Babe apa kau sudah makan?" Tanya Lenka melirik sang kekasih yang menganggu hari libur nya.


"Belum, aku ingin sarapan bersama pacarku, apa kau baik-baik saja semalem, kau muntah? Maka nya jangan minum banyak-banyak,"jelas Samuel yang malah menceramahi kekasih nya.


"Baby ayolah jangan menceramahi ku, Aku hanya minum sedikit kemarin,"kesal Lenka yang malah menerima keluhan itu.


Gumam Samuel yang memilih duduk di sofa apartemen itu, sambil menikmati suasana ruangan apartemen gadis itu.


"Terimakasih atas hadiahnya, sebagai gantinya akan ku masakan menu sarapan untuk kekasih ku,"lama-lama Lenka tidak tahan juga melihat wajah sok polos Samuel itu.


"Ingin ku masak kan apa?"


Mendengar pertanyaan Lenka yang terkesan perhatian padanya, membuat Samuel kembali ceria dalam sekejap. Ketika orang sudah dimabuk cinta, logika sudah tiada artinya.


"Apa saja akan ku makan, tapi apa pun itu asal kan masakan mu Aku tetap menyukai nya,"ucap Samuel tersenyum kepada Lenka.


Tidak ada yang lebih membahagiakan dibanding menghabiskan waktu liburmu bersama perempuan yang kau cintai.


Ah, dia belum mengatakan pada Lenka seberapa besar dia mencintai gadis itu. Mungkin nanti, ketika Lenka mulai mempunyai rasa padanya, dia belum siap jika pernyataan cintanya tidak terbalas, Lenka sampai sekarang terlihat belum yakin atas perasaan nya sendiri kepada Samuel, Dia ragu itu lah pikir Samuel.


Lenka memutuskan untuk membuat pasta Makanan yang cukup simple dan mudah dibuat.


Melihat Lenka yang sibuk memasak di dapur, terpikir di benak Samuel untuk sedikit menjahili sang kekasih.


"Akh, Sam.. apa yang?"Lenka kehilangan kata-katanya setelah merasa hembusan nafas Samuel yang terasa di pipinya.


Kedua lengan Samuel melingkar dengan sempurna di perut ramping Lenka. Posisi int*m yang cukup berbahaya, mengingat seberapa mesum sang pacar ini.


"Kenapa hem?" Disusupkan wajahnya ke ceruk leher Lenka, sedikit mencuri kesempatan dengan mencium dan menjil*ti leher Lenka.


"Sam, tolong menjauh, Aku sedang memasak sarapan untuk mu,"gumam Lenka rusuh karena ulah Samuel yang tidak habis nya mengoda gadis kecil itu.


Si*l, ingin rasanya Lenka jungkir balik sekarang. Dia malu, seumur hidupnya selama 19 tahun dia hidup, dia tidak pernah seint*m ini dengan lawan jenis, jika saja Daddy atau kembaran nya tahu, bisa bisa habis Samuel oleh amukan para pria William.


"Berhenti memanggil ku Samuel atau.." Samuel mulai memasukkan tangan nya ke dalam baju yang Lenka kenakan.


"Kyaaa, mes*m si*lan,"


Maki Lenka, wajahnya bahkan sudah seperti ceri Memerah sempurna.


Sebelum melepaskan seluruh skin ship yang dia lakukan, Samuel sedikit berbisik di telinga Lenka.


"Jangan sampai gosong, atau kau yang akan Aku makan,"ucap si mes*m.


"B*jingan awas kau yah, Aku akan memukul mu,"kesal Lenka mengarahkan spatula nya itu siap mengejar Samuel dan memukul nya.


Teng.. teng..


Saat mereka saling berlari, tiba-tiba bel apartemen Lenka berbunyi, membuat Lenka seketika bingung dan mengerutkan kening nya.


"Siapa?"tanya Lenka bingung melirik Samuel yang mengacuhkan itu dan memilih duduk dan menonton Tv.


Cklek..


Dengan pelan pintu terbuka, bagaikan slowmotion wajah Daddy dan Mommy nya terpampang jelas di mata Lenka, membuat gadis itu membulatkan mata nya, Lenka melirik Samuel yang ada di dalam apartemen nya, sungguh hari paling s*al bagi Lenka.


'Samuel sebaiknya sembunyi sebelum Daddy dan Mommy melihat mu!!'