
Setelah kejadian tadi Samuel pamit untuk pergi terlebih dahulu ke markas aeros, sedangkan Lenka saat ini masih menikmati cemilan nya dengan enteng sambil menonton, tanpa pemirsi suara seorang wanita berteriak memenuhi mansion morgan itu.
"Lenka Morgan! Dimana kamu yuhuu,"teriak Agalista dengan semangat berjalan ke dalam rumah yang ukuran nya besar untuk dua orang itu.
"Di ruang televisi Aga!"teriak Lenka membalas sahutan sang teman.
Agalista yang mendengar jawaban Lenka seketika langsung melangkah kan kaki nya mendekat ke arah ruangan yang di sebut Aga, dengan sigap Aga langsung melompati sofa di samping Lenka dan merebehkan tubuh nya malas.
"Baby aku bosan, harus kah kita jalan-jalan?"tanya Agalista menaik turunkan alis nya kepada Lenka yang masih fokus makan dan dengan film yang ada di depan nya.
"Aaa,"ucap Lenka memberikan cemilan yang ada di tangan nya memberi nya satu suapan untuk Aga.
Tanpa menolak Agalista membuka mulut nya dengan senang hati dan menerima makanan itu, gadis merah itu terlihat menikmati suapan Lenka.
"Enak kan? Ini cemilan baru hehe, di beliin Sam,"ucap Lenka menunjuk cemilan yang banyak di atas meja dan memberitahu nya kepada Aga.
"Iya enak, aku juga suka nanti bagi yah,"ucap Aga.
Lenka mengangguk cepat, tapi Agalista yang berbaring di paha Aga seketika langsung membulat kan mata nya dan terduduk. Dia memegang pipi Lenka dengan mengapit nya dengan kedua tangan nya, membuat bibir Lenka jadi manyun.
"Kenapa Aga?"tanya Lenka heran.
"Baby kau kenapa terlihat tambah cubby? Apa ini perasaan ku saja, emm aku merasa kau sedikit bertambah,"ucap Agalista kepada Lenka yang menatap heran.
"Haha tidak mungkin Aga, dari dulu aku sudah makan banyak berat badan ku tidak bisa bertambah, soal nya mommy seperti itu juga,"ucap Lenka mengeleng menyangkal perkataan Agalista.
"Tapi aku tidak bercanda, pipi mu seperti ikan koi baby,"ucap Aga sekali lagi.
Lenka yang tadi nya tenang mulai berhenti mengunyah cemilan nya, dan meletakan cemilan itu dia mulai mengambil ponsel nya untuk bercermin. Awal nya Lenka biasa saja, tapi seketika dia menatap heran.
"Oh iya aku pipi nya tambah berisi ya, tapi kok Sam ga ngomong apa-apa sih?"tanya Lenka heran.
"Hei baby ayolah, santai sekali reaksi mu melihat berat badan mu bertambah. Aku saja yang model harus menjaga pola makan ku, sedih,"ucap Agalista memasang raut wajah sedih nya.
"Hehe soal nya aku jarang gendutan Aga, jadi lucu aja lihat diri sendiri gini, dari dulu cita-cita aku selain jadi dokter jadi gendut juga,"tawa Lenka renyah.
Agalista memutar bola mata nya malas bisa-bisa nya Lenka mengatakan kalau cita-cita nya ingin gendut di saat semua orang ingin kurus, tapi Lenka seperti nya pas kecil juga bontot deh ga sadar diri aja emang.
"Tapi pria sangat memperhatikan penampilan, bagaimana kalau Sam melirik wanita lain?"tanya Agalista memasang wajah takut nya.
Seketika Lenka yang tadi nya tersenyum merubah raut wajah nya menjadi datar, air mata nya menetes, lagi-lagi dia menangis dengan mudah nya membuat Agalista sendiri panik, padahal niat nya dia hanya bercanda, Aga paham pasti Sam tidak berniat sama sekali seperti itu sedikit pun.
Hiks... hiks..
"Huaaa Aga benar, bagaimana Sam mencari wanita lain, Sam jahat!"teriak Lenka membanting semua cemilan yang ada di atas meja.
"Lenka, hei aku bercanda jangan marah marah ok?"ucap Aga berusaha menenangkan wanita itu.
Lenka tidak mempedulikan sama sekali perkataan Agalista dia masih menangis dan membuang satu persatu makanan atau cemilan nya yang ada di atas meja.
"Sayang, ada apa? Kau merindukan ku,"ucap Samuel dengan pertanyaan beruntun.
Bukan nya kata rindu yang di ucap Lenka, Sam malah mendengar suara tangisan dan segukan dari istri nya itu membuat Samuel seketika panik dengan level tertinggi nya.
"Sayang kenapa? Ada apa, katakan!"teriak Sam.
"Jangan pura-pura gatau deh by, aku gendutan kan! Aga bilang aku gendutan, kamu deket sama cewe kan?"
"Kata nya kalau aku gendutan kamu cari cewe yang lebih cantik, padahal cuman pipi aku aja yang nambah by!" teriak Lenka menangis seperti anak kecil.
Samuel seketika menaikan satu alis nya dia menghela nafas, seperti nya mood Lenka di hancurkan lagi dengan gampang oleh Aga. Padahal Sam sudah membujuk Lenka dengan cemilan yang dia sukai.
"Sayang berikan ponsel nya kepada Aga,"ucap Sam dengan lembut.
Lenka memasang wajah cemberut dan mengangguk dan menyerahkan ponsel nya kepada Aga yang memsang raut wajah bingung nya menerima ponsel Lenka yang menyala.
"Sam ingin bicara Aga,"ucap Lenka dengan polos nya tidak mengerti gelengan dan kode dari Aga agar mengatakan kalau dia sudah pergi.
Glek...
Agalista menelan ludah nya kasar, seperti nya suami nya benar kalau Lenka sedang memiliki mood berubah, tapi tolong suami Lenka itu orang nya menyeramkan dan dia seperti nya menganggu si singa.
"Agalista! Aku tahu kau di sana jangan pura-pura boodoh,"kesal Sam berteriak kepada Agalista.
Padahal ponsel itu tidak di loudspeaker kan tapi karena suara Sam yang keras membuat Aga kaget, deru suara helaan nafas terdengar oleh Lenka dan Aga.
"Sam aku hanya bercanda soal itu hehe,"ucap Aga dengan canggung.
"Istri ku yang cantik, bidadari ku. Dengar kan suami mu ini, bagaimana pun diri mu, aku akan tetap mencintai mu setulus nya, aku akan menghabiskan segala cinta yang aku miliki hanya untuk seorang Lenka, jadi jangan dengarkan kata setan itu!"tekan Samuel menekan kata setan.
Agalista seketika melongo ayolah duo bucin ini juga membuat mood nya buruk dan melakukan hal seperti itu.
"Jadi percaya lah aku, kau tetap hanya satu-satu nya tidak ada yang lain sayang,"ucap Samuel kepada Lenka.
"Makasih by, hehe aku juga percaya kok,"ucap Lenka dengan senyum manis nya.
Raut wajah nya yang tadi berubah sedih mendengar kata gombalan seketika berubah tersenyum manis, ayolah mood wanita itu sangat mudah berubah, membuat Agalista hanya terus heran.
"Sebenarnya kenapa bocah ini,"geleng Aga heran.
Tanpa Samuel sadari dia yang masih di depan pintu masuk aeros di dengar oleh semua bawahan nya, begitu pun dengan para ketua divisi aeros yang baru datang, telpon di matikan, seolah mengejek Arbian dan yang lain nya berkata.
"Aku juga akan menghabiskan cinta ku bos,"ucap Arbian.
"Siaal diam atau aku kirim kau ke palung laut!"