SAMUEL

SAMUEL
BAB 27



Duar..


Seketika Agalista membelalakan mata nya kaget mendengar kata 'pacar' yang di ucapkan Samuel, seingat nya pria itu tidak tertarik dengan yang nama nya wanita, Dia sibuk dengan kesenangan nya, tapi apa itu pacar?


"Haha jangan membod0hi ku Samuel, kau membuat drama ini agar Aku menjauhi mu kan, tapi Aku tetap menyukai mu Sam, ingat itu,"ujar Agalista tersenyum memaksa menatap Samuel.


"Lepaskan Aku j@lang,"tatap Samuel tajam kepada Agalista.


Wanita itu masih tidak terima dan percaya, Dia membutuhkan kejelasan dengan cara menahan tangan Samuel untuk tetap tidak pergi meninggalkan nya, tatapan nya sendu, pria yang Dia cintai memiliki seorang kekasih?


"Tidak kita tetap di sini, tinggalkan artis yang kau sewa itu karena Aku tidak percaya,"teriak Agalista dengan kesal menatap tajam Samuel.


Damn, seperti nya Agalista sudah memancing kesabaran Samuel yang memang sedang serius, pria itu melirik gadis nya yang menerobos hujan tanpa lihat jalan, semakin membuat Samuel khawatir.


Dengan kasar, Samuel membalas tarikan tangan Agalista lalu membuat mereka saling menatap dekat, tapi tatapan itu bukan rasa cinta bagi Samuel, Dia melepaskan gengaman itu dengan kasar lalu mencekik leher gadis itu dengan kuat.


"F*ck b1tch, kau sudah menguji kesabaran ku, Aku sudah baik selama ini karena kau tunangan Kevin,"ucap Samuel dengan mencengkram kuat leher Agalista.


Wanita itu seakan tidak percaya atas perlakuan Samuel, jalur nafas nya seakan terhenti akibat kuat nya cekikan Samuel, hampir saja wanita itu meregang nyawa jika Kevin tidak memberhentikan nya.


"Bos, tenanglah,"ucap Kevin meneriaki pria itu dengan keras.


Brak..


Samuel melepaskan cengkraman nya, membuat tubuh Agalista merosot ke lantai, pria itu melirik Kevin yang berjalan mendekat kepada mereka dan membantu tunangan nya itu.


"Sebaiknya kau jaga peliharaan mu Kevin, karena Aku tidak mau Lenka berpikiran aneh tentang ku,"ucap Samuel dingin dan melengang pergi keluar restoran menerobos hujan.


Agalista terbatuk-batuk merasakan sakit di leher nya, melihat punggung pria itu yang pergi menerobos hujan.


"Sebaiknya jaga sikap mu, jika kau tidak ingin mati, Bos sudah memiliki pacar Agalista, dan Dia sangat mencintai nya,"ujar Kevin menjelaskan itu kepada sang tunangan.


"Hiks hiks tapi Aku mencintai nya, apa tidak bisa Aku merebut nya saja Kev? Aku menyukai nya, Aku menyayangi nya, kalian pasti bohong kan agar Aku bisa pulang, Aku tidak percaya Samuel memiliki kekasih, karena Dia tidak memiliki hati, Dia itu pria brengs3k dan hanya Aku yang boleh memiliki Dia,"ujar wanita itu tersedu-sedu menangis.


Kevin mendengus kesal, walaupun mereka hanya terikat pertunangan atas perjanjian yang di tinggalkan Daddy nya, Dia tetap tidak suka atas sikap Agalista yang lebih melihat Samuel, tentu Dia tidak menyukai Agalista, tapi Dia hanya sangat, sangat kesal kenapa wanita itu melirik pria yang lebih muda.


"Wanita b0doh, sebaiknya perbaiki saja penampilan norak mu ini, tapi Aku tidak bercanda, Dia memang pacar Samuel, jadi jangan ganggu mereka, Ayo,"ucap pria itu mengendong Agalista ke dalam pelukan nya.


Tatapan nya hanya memasang raut wajah kecewa dan tidak terima, padahal saat Dia berumur 22 tahun bertemu dengan Kevin adalah hal yang paling Dia benci atas nama pernikahan di atas perjanjian, tapi wanita itu tahu jika Kevin memiliki Bos yang sesuai tipe nya, membuat wanita itu rela bertunangan dengan Kevin demi mendekati Samuel.


"Kevin, usahaku sia-sia hiks hiks,"ucap gadis itu menjatuhkan kepala nya di dada bidang Kevin.


"Sudahlah,"ucap Kevin pelan.


"Kau di sini,"ucap Samuel menghela nafas menatap raut wajah gadis nya yang memasang wajah sembab.


"Untuk apa kau mengejar ku, ini bukan drama, urus saja pacar mu, Aku kan hanya yang kesekian,"ketus Lenka menatap pria itu tajam.


Sungguh, Samuel amat tidak bisa sama sekali membujuk seorang gadis, karena ini pertama kali nya bagi diri nya menjadi pacar seseorang, pria itu merasa bingung harus berkata.


"Berdiri,"perintah Samuel kepada Lenka.


Gadis itu tidak mendengar dan bodoamad, untuk apa Dia berdiri di suasana dingin ini, ketika baju nya sudah basah kuyup karena ulah nya sendiri.


Grep..


Samuel menarik tangan Lenka lembut memaksa gadis nya berdiri dan memeluk nya erat, pria itu hanya memeluk tanpa berbicara.


"Kau cemburu?"tanya Samuel dengan suara pelan masih memeluk tubuh Lenka yang lebih pendek dari pada diri nya.


Gadis itu yang mendengar pertanyaan Samuel, tambah membuat nya kesal, dengan dorogan kuat Lenka mendorong dada bidang Samuel dengan kedua tangan nya kuat, membuat pelukan mereka terlepas.


"Apa kau bercanda? Kalau kau sudah tahu untuk apa kau bertanya, kau senang melihat ku seperti ini, si@lan jantung ku berdetak lebih cepat setiap kali kau memperlakukan ku manis, tapi kali ini tidak sama sekali Aku hanya ingin memarahi mu, dan meninggalkan dir--"


Perkataan Lenka terpotong, sebuah ciuman hangat di suasana dingin ini tersentuh di bibir Lenka yang mulai membeku akibat udara yang dingin karena hujan, sentuhan bibir Samuel begitu hangat di bibir nya, membuat Lenka memasang wajah terkejut dan membelalakan mata nya.


Ciuman mereka terlepas, Samuel memeluk tubuh kecil Lenka, pria itu menjatuhkan kepala nya di leher Lenka lalu berkata pelan.


"Apa Aku berhasil membuat jantung mu berdetak lebih cepat, jangan mengatakan kau akan pergi meninggalkan ku, sedikit pun Aku tidak pernah memikirkan hari ku tanpa menganggu dan mengoda mu, jangan mengatakan itu lagi, Aku sangat tidak menyukai nya,"gumam Samuel seperti anak kecil yang meminta sebuah permohan kepada seseorang.


Lenka tertegun, bibir nya menyingung senyum kecil, baru pertama kali untuk nya melihat Samuel yang bersikap manja seperti ini, hati gadis itu melunak dan melingkarkan tangan nya memeluk pria itu.


"Ya, tapi kenapa kau memilih pergi dengan wanita lain, apa Aku terlalu sibuk?"tanya Lenka mulai melunak.


"Aku tidak mengajak nya, wanita itu yang mengikuti ku, Dia itu tunangan Kevin Sayang, jangan marah kepada ku, tadi Aku hanya melihat mu ketika marah, adalah hal lucu, tapi Aku tidak tahu akan secemburu ini,"ucap Samuel mengeratkan pelukan nya.


"Kau benar? Kenapa Aku sangat cemburu, maafkan Aku juga,"ucap Lenka.


Mereka saling berpeluk saling memberikan kehangatan dan meminta maaf, jika ada yang salah di dalam sebuah hubungan yang di selesaikan adalah masalah nya bukan hubungan nya, dua orang yang tidak jauh dari sana berada di dalam mobil melihat adegan itu.


"Kau lihat betapa Dia mencintai Lenka,"ujar Kevin melirik Agalista yang duduk di samping nya.


"Kau benar, Aku tidak pernah melihat Sam mau menunduk dan meminta maaf kepada seseorang,"