
"Tidak Sam,"ucap Lenka menolak Black Card pria itu.
"Tapi kalau kau membelikan ku boneka unicorn Aku akan senang,"ucap Lenka tersenyum manis.
Seketika Samuel tersenyum mengingat gadis kecil yang juga meminta unicorn sekarang sudah tumbuh menjadi gadis cantik.
"Boleh, apa pun queen,"gumam Samuel membalas perkataan Lenka.
Sedangkan Raider dan sahabat Lenka yang melihat sesuatu di depan nya itu hanya mendengus kesal secara tidak langsung tindakan Samuel juga menghina mereka karena, seharusnya wanita itu berharap diri nya yang paling mencolok di antara wisudawan lain nya, tapi apa ini Lenka sekarang menjadi pusat perhatian karena pria misterius yang datang dengan membawa banyak hadiah mewah.
"Apa kau mengangkang untuk pria tampan itu Lenka sehingga Dia membelikan mu barang barang mewah, seperti nya iya, tapi Tuan sebaiknya kau bersama ku, Aku lebih ahli di banding kan gadis polos itu,"ucap sahabat Lenka tanpa malu nya di depan orang banyak.
"Hei apa maksud mu,"teriak Raider kepada selingkuhan nya itu menghempaskan tangan si wanita.
"Aku tidak suka pria miskin,"ucap sahabat Lenka berjalan mendekat kepada Samuel.
Jangan salahkan jika Samuel bersikap kasar kepada wanita yang sedang berjalan berlangak lengok di depan nya saat ini, dengan kilatan mata tajam belum sempat sahabat Lenka itu membelai wajah tampan Sam, pria itu sudah terlebih dahulu mencekik leher sang wanita.
"Kkkk Akh Apa yang kau la la lakukan,"ucap sahabat Lenka menepuk lengan Samuel yang mencekik nya tanpa belas kasihan.
Seketika semua orang yang berada di sana mundur satu langkah menatap Samuel yang berubah menjadi seorang iblis, kekaguman mereka tadi berubah menjadi ketakutan, takut-takut salah bertindak nasib mereka akan sama dengan sahabat Lenka.
"Berani sekali kau menuduh Lenka ku melakukan hal bejat itu, dasar j@lang, jika kau memang melakukan itu, jangan menuduh kekasih ku,"umpat Samuel menekan leher sahabat Lenka itu.
Wajah nya sudah hampir memucat karena kehabisan nafas akibat cekikan Samuel yang tanpa belas kasihan, Lenka tentu juga terkejut seperti yang lain nya tapi Dia berusaha menenangkan Samuel dengan memeluk pria itu dari belakang.
Bruk..
"Sam tenanglah, lepaskan Dia,"gumam Lenka dengan suara bergetar melihat sahabat nya itu hampir mati kehabisan nafas jika Dia tidak bertindak dengan cepat.
Dengan suara keras dan membentak Samuel menjawab perkatan Lenka, karena Dia sudah tersulut emosi.
"Kenapa kau membela j@lang ini, Dia mengatai mu gadis kotor, Aku t--,"
"Aku bilang tenang lah Sam!"teriak Lenka mengerat pelukan nya dengan suara meninggi tak kalah hebat dengan suara Samuel yang terpotong akibat perkataan nya.
"Lepaskan,"ucap Lenka pelan.
Pria itu akhirnya tersadar, seperti nya Dia sudah membuat gadis nya itu ketakutan semua orang menatap nya seolah-olah Dia seorang iblis, tatapan itu tatapan yang selalu orang-orang perlihatkan kepada diri nya, tatapan ketakutan tanpa mengetahui perasaan sakit Samuel ketika menerima tatapan yang tidak menghargai nya, begitu pun dengan Lenka yang sama seperti mereka, gadis itu ketakutan melihat nya juga.
Brak...
Samuel menghempas kan tubuh wanita yang Dia cekik tadi, tangan nya bergetar karena merasa bersalah kepada Lenka.
Ohok.. ohok..
Wanita yang Samuel cekik tadi juga langsung berdiri menjauh merasa takut dengan perlakuan Samuel.
Pria itu menunduk dan memutar badan nya memeluk Lenka erat, tubuh gadis nya itu bergetar hebat seperti nya Lenka juga merasa takut terhadap diri nya.
"Maaf,"gumam Samuel memeluk erat Lenka.
Tidak ada jawaban kecuali Lenka yang melepaskan pelukan nya pelan memilih menunduk dan bergabung pergi menjauhi Samuel yang mematung berdiri menatap kepergian Lenka, begitu pun dengan semua orang yang pergi menjauh.
Suasana lapangan kampus mulai gelap karena mendung yang datang dan hujan gerimis yang membasahi Samuel yang masih berdiri, dengan mengepalkan tangan nya pria itu berjalan dengan wajah penuh emosi, di ikuti beberapa anggota Aeros yang setia menunggu nya.
Bunga mawar yang Samuel berikan tadi hanya menjadi peneman air hujan karena di jatuhkan Lenka karena melihat kejadian tadi, mobil Samuel langsung menuju markas Aeros.
"Apa kalian belum melakukan eksekusi kepada ketua kelompok kecil kemarin,"gumam Samuel yang baru datang di markas Aeros dengan jas basah menatap Arbian.
"Be belum Tuan,"gugup Arbian melihat mood Samuel yang seperti nya sangat buruk saat ini, Dia tidak bisa sama sekali bercanda.
Samuel yang mendengar jawaban itu langsung masuk ke dalam ruang eksekusi melihat pria yang di ikat, Dia menanyakan banyak pertanyaan tapi tidak di jawab sama sekali dengan kesal Samuel langsung menancap pisau nya pada mata pria itu.
"Akhhh"
Teriakan kesakitan terdengar dari ruangan eksekusi yang sedang di isi oleh Samuel.
"Jangan bermain kepada ku, satu kali kau mengatakan tidak, Aku tidak akan mengampuni mu,"gumam Samuel dengan tawa seram nya
Sret...
Ciprat..
Pisau yang di tancap itu di tarik Samuel sehingga darah menetes dari sana.
Suara sayatan terdengar keras, mata pria itu mengeluarkan darah segar membasahi lantai ruangan eksekusi itu, bau amis di mana mana.
Samuel mengorek mata pria itu yang Dia tancap tadi, tanpa rasa jijik nya Samuel memaksa memasukan kentalan bola mata tidak berbentuk itu ke dalam mulut pria yang di esksekusi nya sehingga membuat nya mual dengan hebat nya.
Oek.. oek..
Pria itu memuntahkan apa yang di masuk kan Samuel ke dalam mulut nya.
"Kau beruntung, tubuh mu akan Aku jadikan santapan peliharaan ku,"ucap Samuel menunjuk pria yang sudah tergeletak dengan sayatan di leher nya.
Dengan gelap mata Samuel membelah tubuh pria itu menjadi kecil kecil dan mengambil organ nya untuk di jual, teriakan kesakitan itu mulai mereda, tentu suara itu menghilang karena yang di eksekusi sudah mati dan membentuk bagian terkecil.
Sementara itu di ruang informasi Arbian, Kevin, Sadam dan yang lain nya sedang berbincang.
"Bos seperti nya sangat marah apa terjadi sesuatu?"tanya Sadam kepada Kevin.
"Tadi di kampus Tuan Samuel membela Nona tapi caranya sedikit esktrim membuat Nona Lenka ketakutan melihat teman nya di cekik hingga hampir saja kehabisan nafas,"ucap Kevin berkata seadanya itu.
"Pantas saja, Big Bos juga tidak akan bisa mendapatkan gadis yang Dia mau, kelakuan nya saja seperti itu,"ucap Arbian dengan santai nya.
Brak..
Sadam memukul kepala Arbian dengan kuat sambil celingak celinguk.
"Apa kau b0doh, jika Big bos mendengar mu, kau yang akan menjadi santapan hiu Bos Sam,"ucap Sadam memperingati teman nya itu.
Arbian memang selalu saja tidak bisa menjaga mulut nya membuat nya beberapa kali hampir kehilangan nyawa karena amukan Samuel kepada diri nya.
'Siapa yang mau dengan pysco gila itu, sebaiknya bos sam harus merubah sikap nya,'