
Acara wisuda terus berlanjut, begitu pun para keluarga yang datang satu persatu memberikan selamat kepada Lenka atas kelulusan nya dan sukses mengejar impian nya menjadi seorang dokter seperti yang Dia idamkan.
"Uncle El,"ucap Lenka memeluk pria itu yang datang bersama Alice.
"Uncle tidak menyangka perkataan mu akan membawa mu sesukses ini Lenka, Uncle bangga,"ucap Michele menepuk bahu anak Varo dan Rere itu.
"Makasih Uncle, ini semua juga berkat Uncle yang selalu membimbing Lenka,"ucap gadis itu dengan senang.
Walaupun mereka tidak memiliki hubungan apa-apa ikatan pertemanan antara keluarga membuat mereka tetap memberikan dukungan satu sama lain, begitu pun dengan keluarga Alferoz dan Antara.
"Sayang kau tidak pulang?"ucap Rere bersama putri nya karena akan bersiap pergi terlebih dahulu.
"Tidak Mom, Aku ingin melakukan foto wisuda dengan teman angkatan dan party tidak akan lama Aku berjanji,"ucap Lenka mengecup pipi Mommy nya.
Yang lain pamit satu persatu meninggalkan halaman kampus tempat Lenka sedang berbincang dengan teman nya, rombongan keluarga yang ingin masuk tidak sengaja berpapasan dengan Samuel.
"Sam kau baru datang,"ujar Anggun kepada sepupu Reno itu.
"Iya apa Lenka sudah selesai?"tanya Samuel dengan tatapan heran.
"Belum, cepatlah Dia akan bersiap pergi ke party wisuda dengan teman-teman nya,"ucap Anggun menepuk bahu pria itu dan berlalu pergi masuk ke mobil Reno.
Dengan langkah tegap Samuel datang, pria itu menjadi sorotan satu kampus bukan penampilan nya karena memakai jas seperti orang kantoran, mungkin karena ketampanan nya dan juga beberapa puluh orang pengawal berjas hitam yang berjalan di belakang nya sambil memegang sesuatu.
Sementara itu Lenka yang sedang berbincang dan tertawa bersama teman nya, tidak sengaja melihat wanita dan seorang pria yang sangat Dia kenal berhenti di rombongan Lenka dan menatap Dia dengan tatapan mengejek.
"Sayang sekali Lenka, kau itu gadis cantik tapi lihat lah diri mu, tidak ada pasangan yang menemani mu, Raider membeli kan ku hadiah wisuda,"ucap wanita itu mengangkat satu tas guci mahal yang membuat teman-teman Lenka takjub dan mengeleng.
"Sayang sudahlah ayo pergi kau hanya membuang waktu mengurus pergaulan gadis kecil ini,"ucap Raider kepada wanita itu sekaligus sahabat Lenka.
"Kau benar,"ucap wanita itu bersiap pergi menarik tangan Raider.
Seharusnya Lenka yang berada di posisi sahabat nya itu, seharusnya pria itu membela diri nya bukan malah berselingkuh dan bangga.
"Enka sabar,"ucap teman Lenka yang mengetahui kalau Lenka sedang marah.
Tanpa pikir panjang Lenka melipat kedua tangan nya di dada, dan mengambil satu high heals nya dan melempar nya ke wajah raider dengan kuat.
Duk..
High heals itu sangat tepat sasaran membuat semua teman-teman Lenka tertawa.
"**1*,"umpar Raider.
"Ups, sorry Aku sengaja, seperti kau sengaja mengkhianati ku, emm dan kau bestie seperti nya harga diri mu semurah harga tas guci itu,"ucap Lenka dengan sombong nya menaikan satu senyum simpul nya.
"Apa kau iri? Kenapa menganggu kami,"teriak sahabat Lenka.
"Hei pakai otak mu, Aku Lenka tidak akan iri dengan sebuah barang bekas, dan berhenti lah seolah-olah kau itu ratu, kau itu hanya kantung sampah tempat pembuangan pria itu,"ucap Lenka dengan sindiran yang tajam.
Sahabat Lenka langsung naik pitam mendengar penghinaan itu, belum sempat wanita itu mendekat, seseorang terlebih dahulu datang melewati diri nya mengambil sepatu yang ada di samping Raider dan berjongkok di depan Lenka.
Pria itu meletakan tangan Lenka di bahu nya dan membantu nya memasang high heals itu kembali.
"Kaki cantik mu, tidak pantas memberikan pukulan untuk seorang rendahan,"ucap Samuel menatap Lenka.
"Sam,"gumam Lenka yang baru sadar kepada pria yang memang sepatu Lenka.
"Lenka! Lenka! Apa Dia pacar mu, ini seperti seorang pangeran tampan menyelematkan putri nya,"ucap teman-teman Lenka dengan histeris.
"Kalian ini,"geram Lenka menatap teman-teman nya yang terlalu memuji.
Tanpa Samuel sadari wajah Lenka sebenarnya sudah memerah karena perlakuan manis itu.
"Lain kali jaga mulut mu, kau lebih murahan Lenka, kau tidak bisa memberikan keinginan Raider, dasar,"ujar wanita itu dengan ketus melanjutkan perkataan nya.
Dengan langkah santai Samuel mendekat kepada Raider, pria itu menatap datar wajah yang ada di depan nya dengan heran.
Sontak semua orang heran dengan tingkah Samuel, tentu mereka heran pria itu sangat sok akrab dengan menanyakan nama orang itu tanpa basa basi.
"Ck lepaskan tangan mu dari bahu ku, kalau iya kenapa,"ucap Raider.
Para pengawal yang datang bersama Samuel tadi pria itu suruh menunggu tidak jauh bersama Kevin karena Dia ingin memberikan kejutan kepada Lenka, andai raider tahu pria itu pasti sudah ketar ketir.
"Kau sangat jelek, kenapa Lenka mau bersama mu?"gumam Samuel melepaskan pegangan nya dan mengelap tangan nya dengan sapu tangan.
"Pft,,"
Lenka menahan tawa nya mendengar itu dan sangat puas melihat wajah marah dan geram dari Raider.
"Siapa kau sampai berani menilai ku,"kesal Raider yang malah terlibat dengan Samuel.
Drap.. drap..
Samuel melangkahkan kaki nya dan mendekat kepada Lenka, pinggang nya Dia tarik lalu pria itu cium bibir nya sekilas secara paksa membuat mata Lenka membola.
Cup..
Blush..
Pipi Lenka sontak memerah karena merasakan kecupan itu, jantung nya seketika berdetak tidak beraturan.
'First kiss ku Sam!!' Teriak Lenka dalam batin nya dengan wajah terkejut.
"Aku? Tentu milik gadis cantik ini,"ujar Samuel seketika membuat teman-teman Lenka histeris karena ke gentle lan nya.
Bruk...
"Jangan seenaknya mencium ku Sam, Aku akan mengadui mu ke Daddy,"ucap Lenka mengusap bibir nya dengan kasar.
"Katakan saja, Aku tidak takut,"ucap Samuel acuh tak acuh membuat Lenka semakin kesal dengan tingkah pria yang ada di depan nya.
Pria itu tampak mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang, dengan sekali gerakan Kevin menerima perintah.
"Bawa hadiah nya,"ucap Samuel.
Pip..
Telpon di matikan membuat Lenka bertanya tanya.
"Apa kau membawakan ku hadiah?"tanya Lenka dengan wajah polos nya.
"Tentu kau milik ku Aku harus membuat mu bahagia bersama ku,"ucap Samuel memeluk pinggang Lenka.
Saat gadis itu ingin menolak pelukan itu mata nya malah kaget melihat hal lain, membuat Lenka tidak bisa berkata kata.
Lenka bukan nya kagum tapi Dia malah melongo melihat beberapa pengawal yang banyak ada di belakang Samuel.
"Sam apa kau ingin tawuran,"teriak Lenka kaget melihat banyak nya orang.
"Tidak Aku bingung membelikan mu apa jadi Aku membeli semua nya,"ucap pria itu dengan enteng nya.
"Berikan,"ucap Samuel mengambil buket bunga besar kepada Lenka.
Buket bunga itu Samuel berikan ke tangan kecil Lenka yang menerima nya dengan perasaan aneh.
"Ini bunga mawar untuk mu, Aku juga membelikan mu tas dari berbagai brand, Kevin bilang gadis suka dengan barang mewah, atau kau ingin memegang Black card ku saja?"
Kyaaa
Teriakan teman-teman Lenka terdengar keras, kata-kata Samuel terlalu rich man untuk mereka yang hanya bisa memandang kaum bucin dan mewah di depan mereka.
*'Aku merasa pernah mengalami ini Lord*, Sam kau membuat ku malu,'