SAMUEL

SAMUEL
BAB 73



"Apa kau bisa meniup nya lagi, lilin ini hidup kembali,"kesal Samuel yang melihat lilin itu yang sudah di tiup kembali hidup.


Semua orang tampak tertawa dengan tingkah konyol Samuel, begitu pun Lenka yang memang heran kenapa lilin itu malah menyala lagi, Samuel memberikan cake itu kepada Kevin yang berada di samping nya. Lalu memeluk Lenka dengan bahagia.


"Kau serius dan tidak menarik kata-kata mu kembali kan?"tanya Sam mengusap surai hitam kekasih.


Tidak ada jawaban sama sekali, Samuel merasa heran. Dia merasa dada nya terasa basah di bagian Lenka menyembunyikan wajah nya membuat pria itu melepaskan pelukan nya dan menatap wajah sang kekasih yang menangis.


"Kenapa menangis? Hei sayang, jika kau tidak suka jangan memaksa kan diri,"ucap Samuel panik langsung meminta tisu kepada bodyguard nya yang lain.


Hiks.. hiks..


Suara tangisan gadis itu semakin menjadi saat Sam bilang jangan memaksa kan diri, Samuel panik dan malah memeluk gadis itu kembali.


"Aku menangis bukan karena terpaksa, teman di tempat kerja ku berkata, jika aku sering menolak pria yang bersama ku, dia akan mencari wanita lain, benarkah?"gumam Lenka menangis kembali.


Samuel tampak terdiam, dengan raut wajah heran sekaligus ingin tertawa dia menarik dagu Lenka agar menatap diri nya lebih dekat, Sam mengusap air mata gadis itu.


"Kau tahu? Berapa kali pun kau menolak ku, tidak akan ada wanita lain yang akan aku lamar kecuali diri mu ingat itu,"tegas Sam dengan gemas menarik pipi chubby Lenka dan mencium nya beberapa kali.


"Benarkah?"tanya Lenka memastikan itu.


"Iyah benar, jadi jika kau menolak hari in--,"


Perkataan Samuel terpotong, ketika Lenka berusaha menjijit kan kaki nya lalu mencium pria itu sekilas, Samuel terkejut melihat semua orang yang menatap mereka, astaga itu tempat umum bisa-bisa nya Lenka melakukan itu.


Samuel yang malu seperti anak kucing menyembunyikan wajah nya di leher Lenka tanpa mau melanjut kan perkataan nya tadi, membuat Lenka terkekeh geli.


"Lah kok malu biasanya kan kamu yang sering nyosor,"bisik Lenka mengoda sang kekasih.


"Tapi ini tempat umum sayang,"balas Sam berbisik dengan malu.


Lenka tampak mengusap rambut Samuel dengan senyum manis nya, tampak mempedulikan orang yang satu persatu pergi dan mulai melakukan aktifitas mereka kembali.


"Dan kali ini aku bukan menerima mu karena mendengar perkataan teman ku, karena aku sudah membicarakan ini dengan mommy sebelum kau ketahui, aku hanya ingin memberitahu mom dan dad terlebih dahulu,"


"Aku benar-benar menerima mu karena keinginan ku,"


"Aku mencintai mu tuan morgan,"bisik Lenka.


"Aku juga nyonya morgan,"seringai Sam membuat Lenka memutar bola mata nya malas.


Mereka saling berpelukan bahagia begitu pun dengan para bodyguard yang mengawasi gedung tempat saksi Samuel menyatakan perasaan nya itu, Arbian tersenyum haru.


"Misi sukses, hiks hiks apa lah aku yang jomblo ini,"gumam Arbian mengusap air mata nya.


"Sabar bos, tapi saya mikir ga bakal ada yang mau sama bos, kan bos buaya haha,"tawa pria pendek bawahan Arbian itu.


Begitu pun yang lain nya tersenyum senang, akhirnya bos mereka mendapatkan pawang hidup, seorang wanita berambut merah dan wanita cantik yang berambut bergelombang datang ke tengah-tengah orang itu.


"Woi kalian jangan mesra-mesraan tempat umum, minggir kau,"ucap Aga mendorong Sam yang masih memeluk Lenka.


Kyaaa...


Para gadis saling berpelukan membuat Sam memasang wajah kesal nya, sedangkan Lenka membalas pelukan itu dengan senang hati nya.


"Selamat Lenka, akhirnya kau akan menikah dengan pria dingin ini,"ucap Aga menangis dengan tidak elit nya.


"Ya,"jawab Samuel dengan santai.


Mereka bertiga sangat tampak heboh dan antusias sebenarnya Gisel dan Agalista sangat ambil andil dalam hal ini juga terlebih saat Samuel meminta bantuan mereka tadi pagi semua nya di kerjakan secara mendadak itu.


Flasback on


Gisel yang sedang berada di kampus nya untuk menyelesaikan semua urusan baik di bagian administrasi atau pun menyelesaikan urusan nilai nya dengan dosen yang pernah bermasalah dengan nya.


Walaupun Gisel tampak polos dia sering mendapat masalah dengan dosen bukan karena kenakalan nya tapi karena kebod0han nya yang kadang membuat dia harus sering mengulang.


"Ini pembayaran yang terakhir, jika anda sudah melunaskan semua nya, anda bisa mengikuti acara wisuda itu,"ucap salah satu pengawas komite di kampus.


"Baik pak terimakasih,"senyum Gisel dengan senang.


Gadis itu kembali melangkahkan kaki nya ke ruangan kelas nya untuk menemui teman yang sudah janjian dengan nya, saat gadis itu sedang memainkan ponsel, seorang pria masuk dengan tatapan sangar nya.


Cklek...


"Gisel mana?"tanya pria itu.


"Gisel ada yang mencari mu nih, pria tampan,"teriak salah satu orang yang ada di kelas itu selain Gisel.


Dengan tatapan heran nya Gisel memutar wajah nya menatap Sadam yang ada di kelas nya, gadis itu kaget dan langsung berdiri.


"Kak Sadam buat apa kesini?"tanya Gisel kaget.


"Jangan GR saya kesini karena perintah bos Sam, ini terkait nona Lenka, apa anda yakin tidak ikut, ini masalah besar,"jelas Sadam dengan wajah datar nya.


'Aku tidak akan berharap juga kau datang kesini untuk mencari ku, tapi apa apaan wajah nya yang mengesalkan itu, mengatakan masalah besar dengan wajah tanpa panik, apa dia kira aku bod0h?' batin Gisel memutar bola nya malas.


"Aku juga tidak berharap, yasudah ayo,"ucap Gisel menerima ajakan Sadam yang datang menjemput nya.


Tidak dapat di pungkiri kalau Sadam memang termasuk salah satu spesies pria tampan di muka bumi dengan tatapan para betin yang haus menatap mereka saat Gisel dan Sadam berjalan menuju keluar kampus.


"Kayak ga pernah lihat cowo tampan aja,"gumam Gisel.


Mereka akhirnya pergi menggunakan mobil Sadam dan sampai di markas Aeros yang sama sekali belum pernah Gisel kunjungi, tempat itu telrihat seperti gedung pada umum nya dan arsitekstur mewah, beda nya hanya pada para bodyguard yang sangat banyak berjaga membuat suasana suram.


Ternyata bukan hanya Gisel di sana, ada juga Agalista, mereka berdua duduk berdekatan, lalu Samuel datang dan memberitahu keinginan nya.


Brak..


"Apa kau ingin menikahi Lenka? Secepat itu!"teriak Gisel kaget, jika biasa nya Aga yang heboh tapi sekarang Gisel yang tampak lebih berisik.


Gadis itu yang terkejut tampak canggung ketika semua mata menuju kepada nya, dia meminta maaf dan kembali duduk.


"Jadi Aga, dan Gisel apa kalian tahu kejutan yang bagus untuk Lenka?"tanya Sam.


"Sebenarnya aku masih belum ikhlas tapi karena ini demi kebahagian kalian, kami akan membantu, benarkan Gisel?"tanya Aga kepada Gisel yang masih shock.


"Iya kak Sam tenang saja, aku tahu Gisel suka anak kecil, cara ampuh agar dia mengikuti permainan ini dengan melibatkan anak kecil,"ucap Gisel.


Begitulah mereka merencanakan sesuatu untuk Gisel, mereka yang dulu satu sama lain tidak mengenal sekarang menjadi dekat layak nya sahabat berbagi cerita dan masalah, membangun hubungan yang tanpa sadar mungkin mereka terlihat seperti kawan lama.


Flasback off