SAMUEL

SAMUEL
BAB 94



Beberapa hari kemudian


Saat Ini Mansion William terlihat sangat ramai oleh beberapa orang yang sedang berbicara ataupun bercanda, hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Lenka dan juga Samuel hari dimana mereka akhirnya akan melaksanakan pernikahan.


Nama Lenka disebutkan dengan lantang oleh seorang pria dengan satu tarikan nafas, semua orang pun bertepuk tangan dan berkata sah sambil tersenyum bahagia.


Itu tanda nya Lenka sudah resmi menjadi istri dari Samuel Morgan dan Gadis itu pun berubah nama menjadi Lenka Morgan.


"Sayang selamat yah,"ucap Rere memeluk anak nya dengan penuh haru dan air mata berlinang.


Saat ini Lenka tengah menggunakan kebaya putih yang pernah digunakan oleh Rere saat pernikahan nya dengan Varo tentu hal itu membuat Sang mommy merasa nostalgia dan membuatnya menangis bahagia.


Lenka sangat cantik saat bersanding dengan Samuel apalagi dengan make up yang sederhana, kedua orang itu saling berpandangan Lenka mencium tangan Samuel begitupun Samuel yang membalas mencium kening sang istri.


"Nyonya Morgan kau sangat cantik,"bisik Samuel kepada sang istri.


"Terimakasih suami ku,"ucap Lenka tanpa malu mengatakan itu.


Semua orang tertawa karena kedua orang itu saling menggoda satu sama lain, setelah acara di mansion belum selesai acara dilanjutkan dengan resepsi di hotel William.


Lenka dan Samuel juga sudah berganti baju dengan tema yang sudah mereka tentukan dan fitting baju waktu itu. Tamu undangan datang dari berbagai negara karena semua adalah orang penting juga barserta Luis dan kakak-kakaknya adalah para petinggi yang memiliki teman atau rekan bisnis yang jauh untuk diundang.


Semua orang melihat Lenka yang keluar dari pintu dengan baju yang sangat cantik membuat semua orang bertepuk tangan meriah menyambut pengantin baru tersebut.


Prok.. prok..


Para tamu undangan memberikan tepuk tangan meriah untuk pengantin baru saling menjabat tangan ataupun saling menyapa.


"Sayang kita akan pindah ke rumah ku,"ucap Samuel mendadak saat duduk bersama Lenka.


Ketika Lenka yang tadinya diam langsung menatapnya dengan pandangan heran apa maksud dari rumah yang dikatakan Samuel itu kan asli orang Italia.


"Maksud kamu Kita pindah ke Italia begitu? kamu tahu kan Aku disini kerja?"tanya Lenka dengan wajah yang kaget.


"Bukan aku sudah membuat mansion untuk kita berdua tidak mungkin kita tinggal bersama orang tua mu kan kita ini sudah menikah,"jawab Samuel kepada Lenka.


"Jadi maksud kamu kita masih di sini kan?"tanya Lenka dengan wajah cemberut.


Pria itu mengusap surai panjang Lenka dengan senyum manisnya Samuel mengangguk menandakan perkataan Lenka benar.


"Apa? Lalu kapan kamu bangun mansion kenapa aku tidak tahu?"tanya Lenka kepada suami nya.


"Kejutan sayang, kalau aku mengatakan nya itu bukan kejutan lagi bukan,"jawab Samuel kepada istri nya itu.


"Oh iya benar,"ucap Lenka dengan tawa nya yang canggung.


Mereka melanjutkan menyambut tamu undangan satu persatu tamu undangan berdatangan untuk memberi mereka selamat ataupun kado banyak dari kado berbagai jenis yang mereka terima maupun itu dia besar ataupun kecil maupun dari nilai besar ataupun kecil.


"Samuel Sayang apa kamu tidak mengundang Mama mu ke acara pernikahanmu?"ucap wanita cantik itu membuka kaca matanya dan memasang wajah sombong nya.


Pria itu yang sedang asyik mengobrol dengan istrinya seketika mencari sumber suara yang sangat ia kenal Samuel langsung berdiri dari duduknya dan melihat siapa yang memanggil namanya itu mata Samuel sedikit kaget melihat wanita itu karena, Kenapa wanita itu bisa ada di acara ini padahal Samuel tidak mengundang nya untuk datang.


"Untuk apa Anda kemari saya tidak mengundang anda ke acara ini jangan mengganggu,"ketus Samuel dengan suaranya yang tajam.


Wanita itu tampak memutar bola matanya malas lalu mengalihkan perhatiannya kepada seorang gadis cantik yang juga berdiri di samping Samuel gadis Itu tampak tersenyum kearahnya wanita itu menatap Lenka dari atas sampai bawah dengan tatapan menilainya.


"Apa gadis ini wanita William itu,"tanya wanita paruh baya itu kepada Samuel.


Tidak ada jawaban sama sekali Dari semua pria itu menatap sekelilingnya orang-orang menatap mereka yang berinteraksi aneh.


"Jangan memanggilnya seperti itu dia itu punya nama,"ketus Samuel dengan tajam.


Lenka yang tidak tahu-menahu kenapa Samuel sepertinya sangat marah kepada wanita yang di depannya pun heran gadis itu memegang tangan Samuel lalu bertanya kepada suaminya itu.


"Sayang siapa dia?"tanya Lenka dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Aku pernah menceritakan nya sayang, aku itu memiliki ibu bukan,"jawab Samuel kepada Lenka.


Lenka melirik mata Samuel sepertinya gadis itu mulai paham apa yang dimaksud Samuel jadi wanita yang di depannya ini adalah ibu kandung dari Samuel walaupun pria itu hanya menganggapnya sebagai ibu biologis saja.


"Sam Ayolah kau tidak mengenalkanmu mamamu sendiri kepada menantuku,"ucap wanita itu dengan wajah yang memelas.


Varo yang sedang berbincang dengan kolega bisnisnya seketika melirik tempat anak dan menantunya itu sedang berdiri sambil melihat wanita yang sedang berbincang dengan Samuel. Bisa-bisanya wanita tua itu datang ke acara ini Padahal dia tidak di undang, Samuel akhirnya memerintahkan bawahan nya untuk mengusir wanita itu bagaimanapun caranya asalkan tidak membuat keributan.


Entah dengan cara apa seorang pria menarik wanita itu dan membawanya turun wanita itu memberontak tetapi semua hanya mengabaikannya sedangkan Lenka hanya bisa terdiam atas perlakuan itu.


"Sam apakah seperti itu baik-baik saja?"tanya Lenka kepada Samuel.


"Sayang kau tahu apa yang sudah aku ceritakan, dia itu nenek sihir mulut nya berbisa jika dia lama di sini bisa-bisa dia mengatai mu, aku tidak akan terima,"ucap Samuel dengan mata tajam.


Gadis itu berusaha mengerti atas apa yang Samuel katakan akhirnya mereka melanjutkan acara dan biarkan beberapa orang yang berbisik-bisik atas kejadian barusan. Lama acara itu berlangsung akhirnya acara pun selesai.


Satu persatu tamu undangan pun pulang dan hanya tinggal beberapa keluarga dan teman dekat Lenka dan semua orang tengah berkumpul di ruangan khusus di hotel itu sekedar menghabiskan waktu.


"Aku tidak menyangka orang sibuk akan datang,"sindir Lenka kepada pria Arnolda yang tengah berbincang dengan Luis dan yang lain nya.


Xavier Alaska Arnolda, anak kedua dan anak pertama dari Clara Arnolda. Pria itu memutar bola mata nya malas.


"Maaf queen tapi aku itu penerus satu-satu nya Arnolda jadi sibuk, tanyakan saja Alisa dia hanya sibuk bermain,”jawab Alaska dengan malas.


"Adik durhaka, aku tidak sibuk bermain, mom”rengek Alisa kepada Clara yang juga sibuk berbincang dengan teman-teman nya itu.


'Sudah lama semua nya tidak berkumpul yah,'