
Drap.. drap..
Derap langkah kaki Sadam memenuhi lorong markas aeros, pria itu langsung masuk ke ruangan utama tempat para ketua divisi biasa nya berkumpul di markas itu.
Cklek..
Pintu di buka perlahan oleh Sadam, pria itu membungkuk dan memberi salam kepada big bos nya, walaupun Sadam juga orang yang keras tapi totalitas harus tetap dia junjung tinggi. Dia sadar diri, siapa pemimpin aeros di sini.
"Pagi big bos,"sapa Sadam duduk di kursi nya dan langsung mengeluarkan laptop yang biasa nya di pakai.
Tidak ada jawaban dari Samuel hanya sebuah lirikan dari pria itu, seperti biasa Sam selalu saja memasang wajah seram dan tidak banyak bicara. Tapi semenjak menikah pria itu sedikit jauh lebih ada perubahan ya walaupun sedikit di depan rekan nya.
"Wah bro, tumben sekali anggota yang paling disiplin kita telat,"ejek Arbian kepada Sadam yang baru datang itu.
"Bos, lihat tangan Sadam wah apa anda baru memelihari kucing, kenapa banyak cakaran dan gigitan di sini,"tunjuk anak buah divisi tim pengejar Arbian.
Arbian yang mendengar itu seketika melirik tangan Sadam, pria itu tertawa keras melihat apa yang benar di lihat anak buah nya. Ayolah Sadam yang dia kenal juga sudah dewasa ya.
"Wah big bos lihat Sadam, dia seperti nya berolahraga sepanjang malam maka nya telat,"jawab Arbian tertawa keras.
"Bian tutup mulut mu, kami juga melakukan itu karena menikah, sedangkan kau? Kau membuang benih mu pada jaalang kotor,"ejek Sam mengeleng.
Pft.. haha...
Sekarang gantian anak buah Arbian dan Sadam yang ada di ruangan itu tertawa terbahahak karena perkataan big bos mereka, Arbian yang mendengar itu seketika merasa kesal dan mendengus.
'*Aku melakukan itu karena merasa jika aku melakukan nya, aku akan melupak kejadian itu, aku hanya memperingati mereka bermainan dengan jaalang bukan masalah,'
'Tapi bermain dengan perawaan itu lebih parah, aku merasa masih sangat bersalah*,'
Batin Arbian mengingat kejadian yang pernah menimpai adik kandung nya lima tahun yang lalu, saat itu Arbian masih berumur 25 tahun adik nya berumur 20 tahun. Kejadian itu membuat nya selalu ingin melampiaskan keboodohan nya, membuat orang sadar bermain dengan jaalang bukan masalah, dari pada dengan wanita yang memegang komitmen nya.
Bruk...
"Jangan melamun bro,"ucap Sadam menepuk bahu Arbian.
Beberapa tahun yang lalu
Seorang gadis cantik terlihat tengah mengendap-endap memasuki kamar seorang pria. Pria di depannya itu nampak sangat fokus pada laptop dan berkas-berkas di tangannya.
"Dor!"
Ucap gadis itu mengejutkan kakak nya yang sudah sangat lama bekerja di luar negeri dan baru balik ke indonesia, gadis itu tidak tahu apa sama sekali pekerjaan sang kakak nya itu.
"Fika!"ucap Arbian dengan wajah kesal.
"Iya, kakak, ampun,"Ucap Fika tergelak tanpa henti tatkala Arbian yang tadi mengejutkan dirinya ke pangkuan nya terus mencubiti pipi chubby adik nya itu yang sudah melebar.
"Kakak?"gumam Fika memainkan jari nya melirik Arbian yang kembali fokus bekerja.
"Mau apa adik cantikku?"balas Arbian yang tidak membalas lirikan Fika.
Fika memainkan jarinya gugup. Kepalanya ia sandarkan pada dada bidang kakaknya sambil berpikir sesuatu, harus kah dia mengatakan permintaan nya kepada Arbian kali ini.
"Ck kakak kenap sih selalu saja sibuk bekerja, sekali nya pulang yang bekerja, kakak bukan kerja kantoran kan, tapi kok sibuk banget,"
"Sebenarnya kakak kerja apa, ngaku ga!"kesal Fika mengerutu.
Pria itu terlihat menghela nafas nya, Arbian tahu kalau adik nya sudah mengerutu pasti ada saja permintaan yang ingin dia lontarkan.
"Kenapa?"tanya Arbian fokus kepada gadis itu.
"Boleh Fika izin ke klub?"tanya gadis itu cengegesan.
Arbian yang mendengar itu seketika kaget, adik nya terlalu polos sampai meminta izin, siapa yang akan mengizinkan bukan? Arbian mencubit pipi adiknya dengan gemas.
"Awshh.."ringih Fika kembali menerima tarikan itu.
"Ingat umurmu masih berapa, hm?"tanya Arbian tajam kepada gadis itu.
"Apa masalah nya dengan umur, dan Fika sudah 18 ke atas. 20 kak! ayolah, sebentar saja. Cuma mau merayakan ulang tahun temanku. Nanti langsung pulang. Yaaa?"tawar gadis itu merengek kepada Arbian.
"No!"tegas Arbian kepada sang adik.
Fika yang mendengar itu seketika mengerucutkan bibir nya. Dia menarik-narik lengan kemeja kakaknya sambil merengek supaya bisa di izinkan untuk pergi, tapi itu tidak akan mungkin terjadi.
"Ayolah kakak, boleh ya? Ya? Ya? Ya,"paksa Fika terus memohon.
Arbian terus menggeleng dan tidak mengindahkan rengekan Fika yang seperti itu, siapa juga yang akan melepaskan adik nya ke sarang buaya.
"Tahu ah Fika ngambek mau tidur! Kesal,"
"Ck! Kakak jahat!!"
Ucap Fika berlari keluar dari kamar Arbian dengan langkah kaki kecil nya. Wajahnya masih merungut. Ia benar-benar ingin pergi. Sebentar saja.
'Bocah itu, dia memang sudah 20 tahun tapi dia tidak berpikir itu tempat menyeramkan, aku hanya memiliki mu Fika,' batin Arbian mengeleng dan melanjutkan pekerjaan nya.
Fika menghentakkan kakinya merasa kesal. Seketika wajah nya memasang wajah takut kala mendengar ancaman teman-teman kampus nya.
"*Kau tidak mau kami buli lagi? Yatim piatu memang pantas mendapat ini, sudah sok cantik ga tahu diri!"
"Jika kau mau tidak menjadi mainan kami, sebaik nya kau membayar minuman kami malam ini di klub ini Fika sayang, jangan beralasan kami tahu uang jajan mu lancar karena kakak mu bekerja memelihara tuyul bukan haha*,"
"Bagaimana ini,"gumam Fika gelisah merasa takut.
Tanpa pikir panjang Fika tidak mau merepotkan kakak nya tentang masalah pribadi nya atau pun membuat nya keluar dari tempat kuliah itu, Fika sadar diri Arbian pasti harus banyak mengeluarkan uang jika dia harus meminta pindah lagi.
Gadis itu dengan nekat keluar dari kamar nya meninggakkan jejak seolah dia tertidur, dia menutup pintu kamar rumah pelan tapi tanpa sengaja dia menubruk tubuh seseorang wanita paruh baya.
"Aw.. Buk Arni,"sapa Fika saat dirinya bertubrukan dengan tubuh sang tetangga yang lewat depan rumah nya itu.
"Fika, mau kemana? Kakak mu sudah balik yah dari pekerjaan nya,"tanya wanita itu menyapa Fika.
"Mau ke supermarket buk, iyah kakak pulang kemarin,"ucap Fika tersenyum dan pamit pergi dari sana.
Club malam
"Ce, rame banget ih!!"ucap Fika kepada teman nya itu.
"Club emang gini Fik, maka nya lu jangan jadi cewe cupu, lu harus bayar yah! Seru kan tapi?"ucap wanita memakai celana pendek dan sexy itu teman kampus Fika.
'Ih kok seram yah,'