
Sore pun berlalu, langit yang tadi nya masih di sinari matahari bewarna kejingaan sekarang berubah menjadi warna hitam di penuhi bintang di sana. Di suasana malam yang seharusnya tenang dan sepi itu tampak Lenka yang memarahi sang suami di sana.
“Kan aku udah bilang jangan di genjet boneka nya sayang kan jadi penyok dia nya kasihan nanti nangis tuh kan,”ucap Lenka kepada boneka boba nya yang di duduki Samuel.
“Maaf sayang aku akan belikan yang baru untuk mu,”ujar Samuel mengatakan itu kepada sang istri.
Lenka tampak membuang muka dan melipat kedua tangan nya di dada perkataan Samuel selalu saja seperti itu menganggap enteng suatu hal dan menggantikan posisi nya dengan mudah.
“Tapi aku suka yang ini, ish sudah lah lagi pula dia ga nangis lagi kok. Mau nasi gorenggg,”ucap Lenka kepada sang suami.
“Hmm baiklah,”ucap Sam.
Ayolah Samuel adalah suami tersabar yang menyikapi mood istri nya yang berubah drastis itu. Dia mengerti risiko nya menikahi gadis yang lebih muda pasti akan memiliki sifat yang lebih moody an seperti itu bukan.
Kedua orang itu tampak berbincang menuju dapur mansion, Lenka terus mengoceh kepada sang suami dengan Samuel selalu saja menjadi pendengar yang baik untuk suami nya itu.
“Begitu sayang, apa menurut mu sadam tidak kerterlaluan aku sangat kesal kepada sadam!”ucap Lenka menghentikan kaki nya ke lantai.
Samuel yang melihat reaksi itu seketika kaget dia langsung menggendong Lenka dan menundukkan nya ke atas meja dapur, pria itu mengeleng sambil berdecak.
“Ck Ck sayang jangan menghentak kan kaki mu seperti itu bagaimana jika anak kita kenapa kenapa, ingat di sini ada penerus Morgan,”ucap Samuel mengusap perut sang istri.
Gadis itu yang baru tersadar tampak mengangguk paham mendengar ucapan suami nya dia ikut mengelus tangan Samuel yang mengelus perut nya.
“Ah kau benar,, maafkan mama yah sayang jangan menangis maaf, maafkan aku yah sayang,”ucap Lenka kepada sang suami.
“Baiklah aku memaafkan mu sekarang mari kita bikin masakan yang di ingin kan kembar ini di perut mu,”ucap Samuel.
“Siapp aku akan membantu,”ucap Lenka mengatakan itu.
“Tidak tetap duduk diam dengan tenang lihat suami mu ini memasak okey?”ucap Samuel mengatakan itu dengan terus terang.
Lenka yang tadi nya mood seketika mengerucut kan bibir nya ke depan selalu saja Samuel sangat posesif kepada nya, sudah mengambil cuti di rumah sakit dan hanya selalu di mansion dan tidak berbuat apa apa juga membuat stress Lenka.
“Baiklah sayang,”ucap Lenka dengan pasrah.
Pria itu tersenyum puas dan menarik hidung mancung istri nya dengan gemas. Tampak Samuel yang di sana mulai menggunakan apron lalu mengambil peralatan masak satu persatu, pria itu mulai memasak nasi goreng yang seharusnya sederhana tapi malah terlihat mewah itu.
Di dalam nasi goreng nya ada steak yang terdapat sayur serta kacang kacangan ayolah sam ini sekaligus makanan sehat yang kau berikan kepada Lenka, tapi seperti nya cara seperti ini adalah yang terbaik agar Lenka juga mau menerima makanan nya.
“Sayang tolong aku ambilkan piring,”ucap sam kepada sang istri.
Pria itu dari tadi sambil memasak terus melihat ke arah Lenka. Dia tahu pasti sang istri sangat bosan selalu di suruh berdiam diri dan tidak bergerak, Lenka yang di suruh dan di butuh bantuan nya itu tersenyum puas dan turun dari meja dengan susah payah untuk mengambil piring sendok serta garpu.
“Ini sam piring nya,”ucap Lenka memberikan piring yang dia bawa kepada Samuel.
“Terimakasih sayang,”ujar Samuel mengecup bibir sang istri sekilas.
Pria itu sangat ahli dengan keterampilan tangan nya bukan hanya membuat musuh jera dengan tangan lincah itu tapi sebuah masakan mewah dan enak bisa tersaji oleh tangan Samuel sendiri, sam dengan rapi menata makanan nya untuk menambah selera makan sang istri.
Beberapa menit berlalu akhirnya masakan siap Samuel tampak membawa piring masakan nya itu ke depan Lenka yang terus mengetuk meja dengan semangat, pria itu duduk di samping Lenka.
“Ini nasi goreng khas suami Lenka Morgan, salahkan di coba masakan ku sayang,”ucap Samuel memberikan piring itu.
Lenka yang ingin menyuap kan makanan itu ke dalam mulut nya seketika menaikan satu alis nya, dia berhenti sementara menyendok makanan itu. Dia melihat Samuel yang hanya menatap nya sambil tersenyum.
Samuel yang melihat reaksi Lenka seperti orang bingung seketika merasa heran lalu bertanya kepada sang istri.
“Kenapa berhenti menyuap nya sayang, kau belum mencoba nya,”ucap Samuel dengan bingung.
“Sam kau tidak makan juga?”tanya Lenka kepada sang suami.
“Tidak, jika kau kenyang aku lebih kenyang,”ucap Samuel kepada ang istri.
Gadis itu menghela nafas nya Samuel selalu sangat terbiasa dengan hal seperti gombalan aneh itu apakah itu hanya sekedar gombalan atau apa pria pasti akan selalu mengatakan kenyang jika cukup melihat kita kenyang atau pun berbicara.
“Baiklah selamat makan terimakasih,”ucap Lenka menyuapi makanan itu ke mulut nya.
Lenka tampak mengangguk tersenyum puas merakan masakan suami nya yang tidak pernah sam sekali mengecewakan diri nya selama ini, begitu pun Samuel yang terlihat puas dengan penilaian sang istri yang baru menyuap satu sendok tapi sudah memberikan dua jempol nya.
“Aaa,”
Ucap Lenka menyodor kan sendok nya ke mulut Samuel pria itu tampak menatap suapan Lenka lalu terkekeh dia menerima suapan itu dengan penuh kasih sayang.
“Nah gitu kamu juga harus makan kita berdua yah biar bareng sama twins sayang,”ucap Lenka kepada sang suami.
“Hmm padahal cukup melihat kalian makan sudah membuat ku kenyang,”kekeh samue kepada sang istri.
Keluarga kecil yang baru terdiri dari dua orang dan calon anak dua orang itu terlihat sangat bahagia, mereka saling bertukar sendok untuk hanya sekedar makan bersama dalam satu piring yang sama momen seperti itu sangat akan susah terluang dan mungkin hanya bisa menjadi kenangan.
“Hmm enak sekali sayang,”ucap Lenka mengangguk puas.
“Iya aku suami mu yang serba guna sayang,”ucap Samuel tertawa puas.
Rere yang dari tadi melihat adegan itu tersenyum, seperti nya diri nya tidak salah untuk menerima Samuel sebagai menantu mereka. Rere takut akan salah menerima sam dan menyakit Lenka tapi tanpa sadar kebahagiaan sang anak jauh lebih besar sekarang.
“Tampak nya setelah terang pasti ada gelap, sayang kau pasti bisa menjadi lebih kuat dari ini,”