SAMUEL

SAMUEL
BAB 183



“Hei kenapa?”tanya Lenka.


Ya saat mereka tengah berpelukan itu seorang pria kecil yang berkisaran berumur 3 tahun itu datang mendekati sepasang suami istri itu. Lenka melihat anak kecil itu tampak tersenyum kepada nya sambil memegang balon.


“Tatak tatak,”panggil pria kecil itu berulang kali dengan senyum lucu nya.


“Ya kenapa?”tanya Lenka sekali lagi menatap pria kecil itu.


Lenka yang tadi memeluk Samuel seketika berjongkok di depan anak kecil itu, dia tampak menyamakan tinggi badan nya dengan pria kecil itu. Sedangkan Samuel yang tadi nya dengan senang menerima pelukan sang istri berubah menjadi masam karena kedatangan anak kecil barusan.


“Tatak antik antik, senyum antik.”ucap anak kecil itu tersenyum manis.


Anak kecil yang memegang balon bergambar kan kartun itu terus terkekeh sambil memukul pelan pipi Lenka dengan permen lolipop yang dia pegang. Lenka sangat senang karena ada anak kecil itu, entah kenapa dia berpikir akan memiliki anak selucu ini nanti nya.


Samuel yang melihat anak kecil itu ikut berjongkok di samping sang istri, Samuel mengikuti apa yang di lakukan istri nya dan mendengar percakapan lucu mereka.


“Dia memang cantik bukan?”tanya Samuel kepada anak kecil itu.


Anak kecil yang tadi nya hanya fokus pada Lenka seketika mencari sumber suara itu yang ternyata ada di samping Lenka, pria kecil itu terkekeh dan mengangguk.


“Iya antik tatak antik,”ucap anak kecil itu berulang kali.


Ya seperti nya anak kecil hanya bisa mengulang beberapa kalimat yang sama mereka memang sudah mengerti apa yang di katakan orang lain tapi kadang percakapan seperti beberapa kata yang hanya dapat mereka lontar kan seperti contoh nya saja saat ini.


“Dia memang cantik karena dia istri ku,”


“Jika kau mau nanti aku akan menikah kan mu dengan anak ku dia sama cantik nya dengan istri ku,”ujar Samuel mengatakan itu.


Pfttt ayolah Lenka yang mendengar itu sedikit aneh dia terkekeh mendengar pernyataan Samuel yang terdengar sangat tidak masuk akal di telinga nya. Pria kecil itu tampak tersenyum manis memperlihatkan kan deretan gigi nya yang sangat lucu dan manis.


“Nitah?”ucap anak kecil itu dengan bola mata yang membulat sangat lucu.


“Ya nikah kau tidak tahu Hmm kau kan masih bocil,”ucap Samuel mengangguk lup dengan siapa yang dia ajak bicara.


Kedua pria itu yang saling berbicara membuat Lenka senang entah kenapa percakapan Samuel dan anak kecil itu membuat nya membayang kan masa depan mereka dengan baby twins nanti nya.


“Sayang ayolah dia masih kecil apa maksud mu menikah kan anak kita, lagi pula anak kita masih sangat kecil di perut ku sayang,”ucap Lenka kepada suami nya.


Samuel tampak terdiam berpikir memproses perkataan Lenka ya tentu itu benar kandungan Lenka belum lama Samuel kadang sangat berpikir tidak jelas di otak nya.


“Hmm kau benar sayang, istri ku benar bro kau belum bisa menikahi anak ku kan masih kecil tidak boleh oke,”jawab Samuel mengatakan itu seolah menyepakati.


“Oteyyy tidak nitah,”ucap pria itu mengikuti gaya bicara Samuel.


“Nah pintar mari berjabat tangan sesama pria,”ucap Samuel mengatakan itu.


“Calam bro,”ucap anak kecil itu kembali mengikuti perkataan Samuel.


Lenka kembali terkekeh adegan di depan nya sangat membuat nya puas dan tertawa tingkah lucu dan konyol itu apakah bisa dia rasakan bersama anak mereka nanti tentu itu juga bisa ternyata Samuel sangat gampang akrab juga dengan anak kecil.


“Ya berjabat tangan sepakat jangan menikah dulu okey,”ucap Samuel menaikan turun tangan nya seperti seorang kolega yang membuat perjanjian bisnis satu sama lain.


Lucu nya anak kecil itu juga ikut menjabat tangan Samuel tangan kecil nya yang lebih kecil dari pada ukuran tangan Samuel yang lebih besar membuat pria itu mendekat dan menyalami Sam dengan susah.


“Oteyyy om,”ucap pria kecil itu.


“Yes good boy, but jangan panggil aku om kau memanggil nya kakak aku masih tampan dan muda sama seperti mu bukan?”ucap Samuel mengatakan itu.


Anak kecil itu seolah menilai Samuel menatap pria itu dari atas sampai bawah seolah mengerti jika Samuel menyuruh menilai penampilan nya kala itu anak kecil itu mengangguk.


“Oteyy tatak uga tatak,”ucap pria itu.


“Haha pintar kau anak siapa sih dan kenapa kau sendiri?”tanya Lenka mulai bertanya dengan heran.


Saat mereka tengah tertawa bersama tiba tiba seseorang wanita muda datang menggunakan baju warna pink seolah Lenka menyadari itu adalah baju pengawas baby sister atau seragam baby sister.


Wanita itu tampak panik dan langsung setengah berlari menuju mereka sambil berteriak kepada pria kecil itu.


“Astaga tuan muda anda lagi lagi kabur jangan membuat saya kehilangan akal seperti ini,”


“Nanti nyonya bisa memarahi saya tuan, ayo kita kembali ke toko sebelum nya kata nya mau beli mainan,”


Ucap baby sister mengatakan itu dengan beruntun tanpa berhenti mengomeli anak majikan nya itu wanita itu memang terkesan mengomeli tapi juga seolah mengingat kan pria muda itu agar tidak lalai dan penuh kasih sayang.


“Sistel maap,”ucap pria kecil itu cemberut.


“Tidak apa apa tuan muda ayo kita kembali,”ucap suster itu menggendong pria kecil itu dan bersiap pergi dari sana.


Tapi sebelum pergi dengan sopan baby sister itu menunduk mengatakan Terimakasih kepada Lenka dan Samuel yang tampak juga berdiri dari posisi mereka sebelum nya.


“Maaf tuan nona, Terimakasih sudah menjaga sementara tadi,”ucap baby sister itu.


“Tidak masalah,”ucap Lenka mengatakan itu dengan senyum ramah nya.


Tampak suster itu yang akan menjauh tapi dengan kesal anak kecil itu seolah mengetok kepala suster itu memberontak dengan permen nya, Lenka yang melihat itu dari jauh bingung. Tampak suster menuruni anak asuh nya dan membiarkan nya kembali mendekat kepada Lenka sedangkan suster itu tampak menunggu.


“Tatak tatak,”ucap anak kecil itu seolah memanggil Lenka dari jauh.


Lenka yang panik melihat anak kecil itu mendekat kepada nya pun menyuruh nya berjalan pelan.


“Pelan pelan saja apa ada sesuatu masalah kenapa kembali? Kasihan itu pengasuh mu menunggu,”jawab Lenka kepada anak kecil itu.


“Ini pelmen untuk tatak Emi pegi yuyu ya tata tatak,”ucap pria itu menyodorkan permen dan kembali berlari kepada baby suster nya.


“Astaga sangat lucu,”