SAMUEL

SAMUEL
BAB 106



"Benarkah?"ucap Lenka mengamati bocah di depan nya dengan segala cerita yang dia dengarkan.


Melakukan konsultasi konseling seperti mendengar aktif seperti ini adalah cara terbagus untuk mengetahui apa yang sebenarnya di alami sang anak, tapi pendekatan juga adalah hal yang utama.


Kita harus bisa bersikap asertif dan memberikan tanggapan yang jujur dan sopan agar sang pasien tidak merasa risih atau tetap mau melanjutkan cerita nya karena beberapa kalimat akan di potong.


"Kakak dokter tahu, aku juga melihat di sana ada istana yang besar,"


"Di kamar juga banyak orang-orang seperti film yang aku tonton,"ujar si pria kecil itu dengan mulut mungil nya bercerita dengan senyum manis nya.


Lenka tersenyum mendengar dan mengamati pergerakan sang anak, gadis itu mengangguk dan menyelesaikan konseling nya sang anak keluar bersama papa sedangkan sang mama sedang menerima hasil dari diagnosa Lenka.


"Karena ini keputusan yang cepat, saat baru bisa menyimpulkan kalau Haikal memiliki Gangguan skizofrenia yaitu yang melibatkan pikiran dan persepsi yang terdistorsi. Anak-anak yang mengalami skizofrenia tidak bisa membedakan sesuatu yang nyata atau tidak. Kemunculan gejala skizofrenia sebelum usia 12 tahun sangat langka."jawab Lenka menjelaskan itu dengan detail.


"Saya pernah mendengar anak yang mengalami halusinasi seperti itu bisa saja melakukan bunuh diri karena tekanan bukan dok, apakah anak saya akan baik-baik saja?"tanya wanita muda itu dengan panik.


"Tahap awal yang di alami putra anda belum sampai sejauh itu, dan dukungan keluarga adalah terapi yang bagus, dan salah satu cara lain nya Psikoterapi yang dilakukan bertujuan agar pengidap dapat mengendalikan gejala yang dialaminya. Terapi ini dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan,"jawab Lenka.


Lama kedua orang itu mengobrol, Lenka juga mengatakan kepada wanita itu agar tidak memperlihatkan kepanikan diri nya kepada sang putra, Lenka melirik jam ruangan nya.


Gadis itu membelalak kaget melihat hari sudah menunjukan pukul 9 malam, ini pasti gara-gara Lenka yang juga terlalu lama mengobrol yang tidak penting juga.


"Sam udah pulang belum ya?"gumam Lenka mengambil tas nya dan melepas jas dokter nya.


Cklek..


Pintu ruangan itu Lenka kunci, seorang perawat yang memang kenal Lenka dan memiliki sift malam itu menyapa Lenka yang akan pulang.


"Malam dok,"sapa perawat itu.


"Ah malam juga,"balas Lenka dengan senyum ramah nya.


"Dok suami nya ketiduran loh di kursi tunggu sana, kayak nya sayang banget yah sama dokter Lenka. Baru kali ini ada suami yang nungguin istri dokter kerja,"jawab perawat itu tersenyum dan pamit pergi.


"Haduh tuh kan, udah di suruh pulang juga tadi heh,"gumam Lenka melangkahkan kaki nya di kursi tunggu yang ada ada di sebalik lorong yang sudah sepi.


Gadis itu melihat seorang pria yang memejamkan mata nya sambil terduduk, pria itu mengengam ponsel nya, Lenka yang melihat itu mengeleng tidak karuan kenapa suami nya harus berlebihan seperti itu.


"Aku sudah bilang kau pulang duluan saja,"gumam Lenka mendudukan diri nya di samping Sam dan mengusap pipi sang suami sambil tersenyum.


Gadis itu melirik ponsel Samuel yang masih menyala, lagi-lagi dia di buat tersenyum. Ayolah? Apakah suami nya tidak bisa kreatif sedikit pun, kehidupan pria itu hanya di penuhi Lenka saat ini.


"Apa dia menunggu sambil melihat foto-foto kita, lucu,"gumam Lenka tersenyum kembali.


"Sayang bangun lah,"bisik Lenka pelan mengusap lengan suami nya dengan sopan.


Hanya dengan pria itu Lenka yang berisik dahulu ketika di mansion akan bicara lembut dan sopan kepada pria nya, mungkin mereka bisa di katakan saling merubah diri satu sama lain menjadi lebih baik untuk pasangan mereka.


"Apa aku terlalu lama sampai membuat ketiduran?"tanya Lenka kepada pria itu yang sudah membuka mata nya.


Dengan lucu Sam mengeleng menjawab pertanyaan Lenka, pria itu mengecup kening istri nya dan mengecup bibir Lenka. Hal sederhana yang selalu Sam lakukan ketika melihat istri nya kembali.


"Terimakasih kerja keras mu sayang,"senyum Sam memeluk Lenka pelan.


"Terimakasih juga sudah menghargai kesibukan ku By,"jawab Lenka tersenyum mengecup pipi Sam.


"By apa itu?"tanya Sam dengan bingung.


"Hubby, suami."jawab Lenka.


"Benarkah? Tentu benar aku kan memang suami mu,"cengeges Sam berdiri dari duduk nya dan mengandeng Lenka.


Sepanjang perjalan ke parkir kedua orang itu tersenyum satu sama lain tidak ada cerita yang habis mereka ceritakan, ada saja cerita yang membuat kedua orang itu melakukan obrolan random.


"Sam!"panggil seorang wanita.


Pria itu menolehkan wajah nya begitu pun Lenka, Samuel mengengam tangan istri nya ketika melihat wanita itu mendekat.


"Untuk apa lagi kau menemui ku?"tanya Sam.


Raut wajah pria itu yang tadi nya ramah kepada sang istri berubah tajam dan datar kepada wanita paruh baya yang Sam cap sebagai ibu biologis nya itu, kalian tahu Sam adalah pria kejam.


Tapi saking baik dan pilih kasih nya Sam, pria itu mengatakan tidak akan menyakiti wanita yang pernah meninggalkan Daddy nya itu, tapi dengan dua syarat jangan anggap dia anak dan jangan ganggu dia.


"Ayolah kenapa wajah kalian tidak bersahabat, dan menantu pasang wajah sopan santun mu kepada mertua mu,"jawab wanita itu tajam.


"Tutup mulut mu, atau aku akan merobek nya,"ancam Sam yang mulai kesal karena wanita itu menganggu istri nya.


"Aku butuh uang, jangan menaikan alis mu. Aky juga punya hak untuk uang mu,"jelas wanita paruh baya itu.


Dengan tidak malu nya wanita itu datang tiba-tiba hanya meminta uang, memang wanita ini atau ibu Sam adalah seorang mantan model. Kehidupan yang mewah adalah kebutuhan nya, tapi wanita ini miskin dia bekerja sebagai model dengan usaha nya dulu saat muda naik turun ranjang.


"Aku tidak memberikan sepersen pun,"balas Sam menarik tangan istri nya ke dalam mobil.


"Apa kau hanya memberikan uang kepada wanita mu dan tidak pada ibu mu, apakah putri william itu memiliki banyak kebutuhan? Ah aku lupa dia dari keluarga kaya, jadi pasti permintaan nya banyak,"ucap ibu Sam dengan kesal.


Langkah kaki Lenka terhenti, dia sudah berusaha semenjak berpacaran dengan Sam merubah sikap nya yang ceplas ceplos tapi seperti nya dia tidak bisa mendengar penghinaan itu, dia memang keluarga dari william tapi dia saja tidak suka menuntut banyak hal.


"Aku bukan william lagi, aku Lenka Ananda Morgan, istri dari Samuel Morgan,"


"Dan uang suami ku tidak ada hak nya dengan mu, karena aku istri utama di keluarga Morgan, sedangkan kau? Nama itu saja tidak kau miliki!"