SAMUEL

SAMUEL
BAB 58



Prok.. prok..


Suara tepuk tangan memeriahi ruangan tempat acara berlangsung, para tamu dan nominasi bertepuk tangan mendapat seorang pria tampan dengan tatapan tegas dan wajah tampan, tidak ada cacat sedikit pun orang mungkin mengatakan pria itu sempurna.


"Baiklah sambutan hangat dari tuan Luis william selaku mitra bisnis dan sebagai presdir william group,"teriak MC cantik yang mempersilahkan pria itu naik panggung.


Luis berjalan dengan langkah besar nya, pria itu mulai mendekatkan mic dan berbicara, perkataan demi perkataan yang di ucapkan pria itu yang terdengar suara bariton nya yang mengoda membuat tamu undang wanita terpesona.


"Gil@ sih anak sama bapak ga jauh beda, emang william produk unggulan,"ujar salah satu wanita yang berbisik di bangku yang mengkhususkan para nominasi.


"Satu hal yang dapat saya sampaikan sebagai presdir william group, mungkin hari ini kalian tidak mendapat pengakuan dunia, tapi sebagai nominasi adalah sebuah penghargaan besar, william group menyambut para orang-orang berbakat dari berbagai bidang, terimakasih,"ujar Luis mengakhiri kata sambutan nya itu.


Drap.. drap..


Langkah kaki pria itu turun menuju bawah panggung, Lenka juga memberikan tepuk tangan senang kepada kakak tertua nya itu, benar dengan apa yang di katakan orang-orang Luis adalah sosok pria sempurna.


Acara berlangsung meriah mulai dari acara nyanyian atau pun tarian sebagai hiburan tidak lupa agar tidak bosan para tamu mendapat hidangan mewah dan minuman mewah, mereka juga di bebaskan menonton sambil makan atau pun berdansa.


"Wah awards yang kelima ini seperti nya untuk pertama kali di menangkan oleh seorang wanita cantik berbakat dalam bidang kedokteran psikologis, selamat untuk Dokter Lenka,"ujar MC itu yang hanya menyebut satu kata.


Tanpa ada marga sebenarnya itu sedikit aneh di pendengaran semua orang, tapi mereka lebih fokus kepada gadis cantik yang berjalan melewati deretan meja tamu, seorang pria berdiri di depan Lenka yang melewati barisan nya.


Pria itu memeluk dan mengecup kening sang adik megucapkan kata selamat kepada Lenka yang tersenyum manis.


"Selamat girl, kau memang adik ku yang pintar,"puji Luis melepas pelukan nya dan kembali duduk.


"Terimakasih Luis,"ujar Lenka berjalan menerima penghargaan nya.


Prok.. prok..


Dunia kesehatan sepertinya akan di hebohkan dengan berita ini besok, bukan hanya satu problem melainkan dua problem yang pertama seorang dokter muda dan cantik mampu menyingkirkan nominasi dokter senior di bidang psikologis, lalu yang kedua dokter cantik itu sangat serasi dengan sang presdir william group yang tampak memeluk nya dengan lembut.


"Terimakasih, tanpa orang-orang yang mendukung dan mencintai saya, mungkin langkah saya tidak akan sejauh ini, for you mom and dad, serta Luis, Leon dan Lukas, and untuk pacar ku cepat pulang yah,"senyum Lenka manis di depan sorotan kamera.


Gadis itu turun panggung dengan membawa piala, semua bodyguard yang menjaga Lenka tampak merekam dan mengambil foto dari berbagai sudut dan mengirim nya ke ponsel Samuel.


"Wah kau dengar seperti nya dia bukan kekasih presdir willian group itu, tapi apa kekasih nya tidak cemburu, dia terlihat dekat,"


"Ya aku baru tahu juga nama mereka kenapa agak mirip,"


"Entahlah keluarga william memang misterius dengan identitas mereka,"


"Bukan william saja memang semua keluarga konglomerat selalu menjaga privasi mereka sedemikian mungkin,"


Begitulah bisik-bisikan para tamu undangan yang setelah mendengar pidato Lenka, gadis itu turun panggung dan duduk di samping Luis.


"Apa kau masih sedih?"tanya sang kakak menatap mata sang adik.


"Soal?"tanya Lenka kembali kepada pria tampan itu.


"Soal teman uncle Kevin itu,"ingat Luis yang pernah mendengar curhatan Lenka.


Gadis itu yang kembali mengingat nya menunduk, bukan dia terlalu lebay atau apa, dia hanya merasa jika dia berada di posisi Agalista lalu Samuel tidak mempercayai nya dan malah menuduh nya mati-matian, padahal dia bersikap baik demi orang yang dia cintai dan kekasih pria yang dia cintai, pasti itu sangat menyakitkan bukan?


"Aku akan mengurusnya untuk mu,"jelas Luis mengusap surai panjang sang adik.


"Bagaimana? Agalista itu orang yang kata Kevin susah jauh dari daddy nya,"tanya Lenka heran menatap Luis.


"Kau meremehkan william adik ku,"ejek Luis tertawa kecil menarik hidung Lenka.


Sungguh percakapan mereka seperti sepasang kekasih yang sangat romantis, semua orang memperhatikan itu, hingga akhirnya Luis pamit kepada sang adik mengurus pekerjaan nya.


Lenka tampak memilih beberapa cake menikmati sisa pesta itu, dia tampak mengunyah pelan menikmati makanan yang lezat, sedangkan seorang pria tampan yang mendapatkan banyak notif dari para bodyguard nya senang mendapati notif itu adalah foto dan vidio Lenka yang menunggu diri nya.


"Kenapa kau sangat mengemaskan,"gumam Samuel memegang satu setir mobil nya mengusap foto Lenka.


Setengah jam berlalu, acara dansa akan segera di mulai, para bodyguard terus memantau nona mereka dari jarak beberapa meter, seorang pria dengan kacamata hitam dan lambang clan berbeda di leher nya seperti sedang mengintrusikan seseorang.


"Aeros sedang lengah, buat gadis william itu mengikuti arus keramain dan tuntun sampai pintu belakang,"bisik seseorang yang ada di sana pada earphone nya.


"Siap bos, sesuai perintah,"ujar bawahan nya.


Pria misterius itu masuk ke tempat kerumunan Lenka bersiap mendekati gadis itu perlahan yang sedang asik asik nya mengunyah cake, tanpa di sadari anggota aeros, saat pria itu semakin dekat.


Tap..


Sebuah tangan menepuk bahu gadis itu dan memutar nya langsung menghadap sang pria, dengan gerakan cepat pria itu berbisik ke telinga sang gadis.


"Kekasih kecil ku lama tidak berjumpa,"bisik pria itu menatap manik mata Lenka yang terkejut.


Ternyata pria itu adalah Samuel yang baru sampai di indonesia dan langsung menyelasaikan urusan nya di markas dan memilih menemui Lenka langsung di acara ini.


Samuel melirik pria yang misterius itu mundur perlahan, pria itu tampak menyembunyikan raut wajah kesal nya menghindari tempat Lenka dan Samuel berada.


"Bos, bagaimana?"tanya bawahan pria itu.


"Batalkan rencana, pria iblis itu sudah kembali, kalian semua b0doh, kenapa tidak tahu kalau dia akan kembali pada hari acara hah, si@lan,"umpat pria itu cepat meninggalkan tempa acara bersama anggota nya.


Sementara itu Lenka yang terkejut mencubit pipi nya sendiri, membuat Samuel menaikan satu alis nya.


"Aww in bukan mimpi, kau nyata, aku merindukan mu,"peluk Lenka dengan erat tanpa malu di kerumunan orang banyak itu.


"Me too dear," bisik Samuel sensual di telinga Lenka.


Drt.. drt..


Ponsel Samuel bergetar menampilkan penelpon, pria itu mengangkat panggilan nya.


"Aku melacak jalur komunikasi dari earphone mereka tuan, itu memang bawahan darkness,"ujar Sadam jelas.


"Jangan buat keributan di sini Sadam, aku ingin tenang, mereka hanya bawahan, kita akan membuat game untuk pimpinan mereka,"jelas Samuel kepada Sadam.


"Perintah dimengerti!"ucap Sadam tegas.


'Untung aku meninggalkan kalung ini bersama Lenka,'