SAMUEL

SAMUEL
BAB 49



......................


"Mom,"lirih Lenka langsung memeluk wanita yang cantik itu ke dalam pelukan nya.


Mereka semua pergi menuju ruang keluarga dan duduk di sana, Lenka saat ini membantu Samuel memberikan obat pada luka yang berada di kepala Samuel.


"Sstt pelan-pelan sayang,"gumam Samuel meringis merasakan perih karena Lenka terlalu menekan luka nya dengan kuat.


Gadis itu mendengus melampiaskan kekesalan nya dengan semakin menjadi-jadi menekan luka yang di terima Samuel akibat pertarungan itu.


"Akh sayang!"teriak Samuel memasang wajah cemberut nya.


"Sayang-sayang, tadi dari mana saja kau!"


"Apa kau tahu, Aku sangat mengkhawatirkan mu, ketika kau dengan santai nya keluar ruangan itu membawa pistol dan mengatakan aku akan baik-baik saja,"


"Tapi di mana janji mu itu? Kau terluka seperti ini, kau membuat ku takut!"teriak Lenka meneteskan air mata nya pelan.


Dia tidak peduli sama sekali sekarang atas keberadaan orang lain atau pun Mommy nya yang melihat diri nya yang menangis karena mengkhawatir kan seorang pria, dia tidak peduli jika ada yang mengatakan kalau dia terlalu bucin kepada Samuel, dia tidak peduli apa tanggapan orang.


Yang dia peduli saat ini hanyalah Samuel, pria itu hampir saja membuat diri nya ketakutan ketika melihat dengan santai nya Samuel menerjang dan membunuh beberapa pria yang akan menyakiti mereka.


Hiks.. hiks..


"Kau menakuti ku Sam, aku kira kau akan mati si*lan,"umpat Lenka memukul dada bidang pria itu.


Bugh..


Kedua tangan nya terus memukul dada Samuel kuat, sedangkan pria itu hanya menerima nya tanpa berani memberhentikan pukulan itu, dia sangat yakin Lenka juga sangat menyayangi nya, gadis itu rela menangis untuk diri nya.


"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku. Tapi aku baik-baik saja ini hanya luka kecil,"gumam Samuel memeluk gadis itu ke dalam dada bidang nya.


Rere yang melihat anak nya itu seketika mengingat kejadian ketika Lenka masih kecil, gadis itu juga marah ketika Samuel hanya luka kecil ketika memotong buah untuk diri nya, saat itu ada acara party di italia, saat Lenka berumur 3 tahun.


'Nostalgia,' batin Rere dengan senyum kecil nya.


Saat mommy Rere melamun, tiba-tiba daddy Varo datang bersama abang kembar yang lain nya dari luar mansion, karena barusan mereka selesai dari taman dan menuju mansion karena mendengar laporan dari beberapa bodyguard.


"Sayang kau baik-baik saja,"ucap Varo langsung memeluk putri nya yang menangis di pelukan Samuel.


"Daddy aku baik-baik saja,"isak Lenka mengelap air mata dan ingus nya di baju sang ayah.


"Lalu kenapa kau menangis?"tanya Luis dengan wajah khawatir menatap sang adik.


Gadis itu melirik mata Luis pelan, dia diam terlebih dahulu sebelum menjawab karena gadis itu masih takut atas kejadian tadi pagi yang membuat Luis dan Samuel saling adu jotos karena diri nya.


"Luis, kau masih marah?"cicit Lenka menunduk melepaskan pelukan daddy nya.


"Aku tidak marah Lenka, aku hanya mengkhawatir kan mu, maafkan atas sikap ku tadi, maafkan aku uncle,"lirih Luis juga melirik Samuel yang menatap nya mengangguk tanda paham atas emosi Luis.


"Dia hanya menangis karena melihat kepala Samuel terluka,"balas Rere yang menjawab pertanyaan sang suami yang kunjung di diamkan.


"Is mommy diam aja sih, Lenka kan malu,"gumam gadis itu dengan malu menutup wajah nya di sela-sela pelukan Rere.


Semua orang tertawa melihat tingkah kekanakan Lenka, tapi seperti nya tawa mereka tidak bisa terlalu lama, karena ada hal khusus yang harus di bahas oleh mereka.


"Samuel,"lirik Varo kepada pria itu.


Samuel yang di panggil itu menerima lirikan Varo mengangguk tanda mengerti mengikuti pria itu menuju ruang kerja Luis yang ada di mansion itu, abang kembar ikut kecuali Leon yang tidak terlihat di sana, begitu pun dengan Kevin.


Cklek..


Pintu ruangan itu terbuka mereka semua duduk, Kevin mengeluarkan laptop nya dan Samuel mulai menjelaskan detail kejadian yang ada di apartemen tadi.


"Tuan apa Anda lihat tanda pada sayatan mata ini,"ujar Samuel memperlihat foto seorang pria yang memakai topi dan memakai masker itu.


"Bukankah dia?"gumam Varo menatap tajam Samuel.


Pimpinan aeros itu menjentikan jari nya mengatakan kalau dugaan Varo adalah benar, laptop itu kembali di berikan kepada Kevin untuk memproses informasi yang di kirim Sadam selanjut nya.


"Tepat sekali, dia kaki dan tangan darkness, aku sudah membunuh nya, tapi kami belum memastikan koordinat markas darkness,"gumam Samuel menjelaskan itu.


"Jadi mereka memilih muncul terlebih dahulu,"ucap Varo melipat kedua tangan nya merasa jalur cerita ini mulai menarik perhatian nya.


Srek..


Laptop kembali di putar memperlihat kan riwayat mister x yang di kirim Sadam dalam waktu sesingkat yang mereka terima, Varo membelalakan mata nya kaget melihat biodata itu.


Brak..


"Ya seperti yang Anda lihat sekarang, karena kecerobohan diri nya sendiri, pria itu dengan enteng nya membiarkan orang-orang seperti kami kembali mengali informasi nya,"jelas Kevin memberikan laptop itu kepada Varo agar lebih jelas.


"Si@l pantas saja dia sangat dendam pada Morgan,"umpat Varo dengan wajah datar nya dan aura ruangan itu mulai tegang.


Sedangkan abang kembar hanya menyimak atas apa yang daddy mereka katakan begitu pun dengan keterangan yang di berikan oleh Samuel.


"Jadi dapat di pastikan Tuan William, target utama mereka mengarah pada bos Samuel, sedangkan william hanya sebagai penghubung agar mereka tidak terlalu di curigai,"ucap Kevin menjelaskan sebanyak apa yang dia tahu.


"Tingkatkan keamanaan pada mansion 3 kali lipat dan Lukas dengarkan daddy, bekerjasama lah dengan aeros dan bawa tim black devil untuk mencari markas darkness, ini bukan permainan anak-anak tapi ini perang yang sesungguh nya,"gumam Varo menatap tajam semua orang yang ada di sana.


'Sebaiknya cuci kaki dan muka mu, dan tidur nyenyak sebelum hari itu tiba, karena aku Samuel Morgan akan mengembalikan kehormatan daddy ku,'


......................


...Note:...


Untuk para pembaca lama jangan lewatkan setiap episode karena ada beberapa plot yg bakal di hilangkan takut nya kalian bakal bingung karena hanya menunggu lanjutan dari novel sebelum nya.


Dan terimakasih untuk para pembaca baru, jangan lupa dukung cerita aku yah, kasih like sama vote nya makasih semua❤️