SAMUEL

SAMUEL
BAB 169



Para penjaga yang tadi nya menjaga pintu kamar milik Lukas di markas black devil itu pun seketika kaget melihat putri bungsu keluarga William itu yang datang mendadak, mereka tahu orang yang tidak boleh tahu kelakuan Lukas selain kedua orang tua nya yang kedua adalah Lenka.


Wajah para penjaga seketika panik, badan kekar dan tubuh berotot itu seketika terus melirik pintu kamar Lukas berharap pria itu sudah dalam keadaan aman, atau bukan Lukas saja yang di marahi Lenka tapi mereka juga.


"Nona muda, tuan muda sedang ada urusan, anda bisa menunggu di tempat biasa,"ucap salah satu pria yang menjaga pintu itu berusaha menghalangi Lenka yang ingin masuk.


Gadis itu menaikan satu alis nya dia menatap tajam bawahan Lukas itu dengan tatapan mengintimidasi khas ratu mafia yang sebelas dua belas mirip sang suami, membuat bawahan Lukas meneguk Saliva nya dengan kasar.


Glek...


"No no na bukan maksud kami memerintah anda, tapi tuan Lukas tidak bisa di ganggu,"ucap pria itu bergetar.


"Kau berani memerintah ku? Kau berani melawan aeros pria gemuk!"teriak Lenka kesal.


Jastin yang tadi di paksa menunggu di luar mulai bosan dan melangkah kan kaki nya seenak jidat mencari nona aeros nya itu, dia tidak bisa jauh dari Lenka atau Sam akan mengalami kepala nya.


"Huh aku itu pria penembak bukan penjaga istri orang,"bisik Jastin menuju tempat Lenka yang seperti nya sedang berseteru dengan bawahan Lukas.


"Minggir atau aku laporkan kelakuan mu pada suami ku,"ancam Lenka kepada pria yang masih menghalangi langkah nya.


Bawahan Arbian yang taat aturan itu yang melihat nyonya aeros di ganggu itu tentu bertindak dengan cepat, Jastin yang berbadan pendek dan kecil itu tanpa takut menepis tangan besar pria yang menghalangi pintu itu.


Plak...


"Jangan berani tangan mu sampai mengenai nyonya kami,"ucap Jastin dengan tatapan tak kalah tidak mengenakan nya.


"Jangan mencari masalah dengan black devil bocah kita ini masih serumpun kau tau,"ujar pria lain yang ada di sana.


"Hei kau tidak tahu orang terdekat mu saja bisa mengkhianati mu apalagi aeros tuan, sebaiknya buka pintu nya karena nyonya kami lebih punya hak dari pada kalian,"ucap Jastin dengan tajam.


Semua orang terdiam sedangkan Lenka melipat kedua tangan nya di dada dengan bangga tersenyum mendengar kata-kata Jastin yang membuat hidung memanjang sombong.


“Bagaimana?”tanya salah satu penjaga melirik tajam.


“Ck kalian terlalu lama berpikir minggir,”teriak Jastin mendorong kedua orang itu dengan kuat.


Bruk…


Tubuh besar kedua orang di paksa di dorong dan pintu di dobrak dengan kuat dari luar dengan rusuh sedangkan Lukas yang berbincang dengan sang ja la ng di kamar kedap suara itu seketika mulai mendengar suara ribut.


“Sayang seperti nya ada orang,”ucap wanita itu manja bergelayut di lengan Lukas.


“Ck siapa yang mengganggu ku, aku sudah bilang tidak ingin di ganggu saat ini,”kesal Lukas mendengus melirik pintu yang terdengar keributan di depan sana.


Krek…


Tidak lama dari itu sebuah pintu terbuka dari luar, Lukas yang awal nya memasang wajah datar dan kesal dan ingin mengumpat seketika kata nya terpotong melihat gadis pendek yang dia kenal akrab bersama seorang pria.


“Tidak ingin di ganggu ya, astaga Lukas!!!!!!”teriak Lenka kesal menatap kedua orang itu sambil berteriak.


Bagaimana Lenka tidak berteriak dia melihat dua pasang manusia yang tidak sah, sedang bergelung di sebalik selimut dengan pakaian yang hampir di katakan semua nya lepas, Lukas yang panik langsung mengambil kemeja putih nya dan memakai nya.


“Lenka sayang bukan begini aku bekerja,”ucap Lukas panik memasang kemeja nya.


“Subhanallah eh kok Subhanallah maksudnya astagfirullah mata suci ku,”ujar Jastin memutar badan nya langsung dan menutup mata nya dengan kedua tangan dengan lucu.


Jastin yang memang baru berumur bocah sma itu dengan malu-malu menutup wajah nya, sedangkan Lenka menatap tidak percaya sang kakak. Wanita Lukas yang mendengar sang tuan memanggil wanita di depan nya sayang seketika berdiri menggoda dengan selimut yang masih menutupi tubuh polos nya.


“Upss apa kau pacar nya? Sayang bukan? Tapi maaf saja Lukas lebih memilih aku dari pada diri mu, apa kau terkejut?”tanya wanita itu dengan sombong berjalan mendekat kepada Lenka.


Lenka sama sekali tidak peduli dengan ucapan wanita ja la ng yang ada di depan nya, dia lebih memilih mendekati Lukas dan menendang bagian bawah sang kakak dengan kekuatan nya, begini-begini Lenka juga memiliki bakat bela diri.


Bugh…


“Arghh Lenka sakit, apa yang kau tendang.”ucap Lukas menahan bagian vital nya dan berbaring di kasur karena ulah sang adik.


“Mampus rasakan itu, hal itu sangat bermanfaat sekalian kau tidak usah berproduksi lagi siaaalan,”umpat Lenka kepada sang kakak.


Jastin yang melihat itu seketika menarik lengan sang nyonya ke belakang, karena tubuh wanita itu sedikit oleng karena tendangan yang dia berikan kepada Lukas.


“Nyonya ayo lah jangan menendang nya kau sedang hamil, atau aku akan di marahi tuan Sam,”ucap Jastin dengan wajah panik nya karena kelakuan Lenka yang abstrak.


“Haha rasakan itu, Jastin haruskah aku menjambak wanita berisik ini, astaga aku lupa. Aku ini putri William, tetap elegan Lenka,”ucap Lenka memukul kepala nya pelan.


“Kau mencuekan ku, jawab aku apa kau pacar nya Lukas wanita jelek.”kesal jala ng Lukas yang di diamkan.


Lenka berusaha tersenyum dengan elegan, dia menepis tangan Jastin yang tadi memegang nya agar tidak terjatuh. Lenka melipat kedua tangan nya di dada, lalu berjalan perlahan menghampiri wanita itu.


“Ck Ck kau cantik,”


“Kau putih kau manis,”


Wanita ja lang yang mendengar ucapan Lenka hanya memasang wajah kesal karena tidak ada jawaban dari pertanyaan nya tapi malah jawaban lain.


“Kau tahu Cinderella bukan? Dia hanya melepaskan satu sepatu nya hanya untuk mendapatkan pangeran sedangkan kau?"


Ucap Lenka menggantung kalimat nya sambil memberikan smirk Handalan nya, dia berjalan pelan menepuk bahu polos wanita itu lalu berbisik.


"Sudah melepas semua nya? Ga dapat apa-apa, murah! Ga punya harga,"baik Lenka dengan tawa mengejek.


Seketika wajah wanita itu yang tadi nya ingin membuat Lenka panas mengira gadis itu pacar Lukas malah membuat nya panas sendiri mendengar ucapan sang gadis di depan nya.


"Hei wajah mu sudah jelek, jangan menatap ku dengan tampang nenek sihir itu Tante,"