SAMUEL

SAMUEL
BAB 13



Setelah kejadian semalam Lenka di antar Samuel ke mansion Alferoz sekitar pukul 10 lewat, para keluarga tidak curiga sama sekali terlebih yang mengantar dan menjemput Lenka ke tempat acara adalah Samuel.


Pukul 09.45


"Aunty, uncle terimakasih selama ini sudah memungut Lenka,"ucap gadis itu memeluk Anggun dan Reno bergantian.


Hari ini adalah hari keberangkatan keluarga William kembali ke Indonesia, akhirnya setelah empat tahun Lenka pergi dari mansion, mereka akhirnya berkumpul kembali di satu huniaan yang sama ya walaupun Lukas tinggal di apartemen sendiri dan sesekali pulang.


"Anak pungut apa, bisa-bisa nya kau Lenka, anak Varo William dan Regita William bukan sebuah pungutan,"ucap Anggun menepuk bahu gadis itu tertawa lucu.


"Tentu Aunty bisa-bisa nya Aku berpikir begitu,"ujar Lenka ikut tertawa.


Akhirnya mereka semua pamit pergi naik ke atas pesawat yang ada di lapangan Alferoz, sedangkan Lenka berhenti di sisi pintu pesawat melihat lapangan yang luas Alferoz itu.


"Lenka kau sudah menunggu apa sayang?"tanya Rere yang berdiri di belakang anak nya.


"Eh ga kok Mom ayo,"ucap Lenka tersenyum masuk ke dalam pesawat.


Pesawat mulai lepas landas wajah Lenka menatap lapangan Alferoz seseorang yang aneh nya Dia harap mengantar kepulangan nya ke Indonesia tidak ada sama sekali di sana.


"Kenapa Aku berharap Sam datang,"gumam Lenka merasa kesal diri nya sendiri.


Tanpa Dia sadari Samuel sebenarnya ada di sisi jauh melihat Lenka yang berpamitan, sebelum peswat lepas landas Dia menatap gadis nya itu dengan tatapan datar.


'Kenapa mereka sangat galau, padahal Bos Sam juga akan di pindah tugas kan ke Indo,' gumam Kevin yang berdiri di belakang Samuel merasa aneh dengan kegalaun itu.


Sementara itu Samuel terus mengengam sebuah kotak cincin yang sudah Dia simpan dari kemarin dan masih belum berani Dia berikan kepada Lenka.


'Aku takut, semakin Aku berharap seseorang mengisi kekosongan diri ku, semakin orang itu akan tersiksa dengan takdir ku,' batin Samuel meremas kotak cincin itu dan berbalik masuk ke dalam mobil nya.


Anggun, Reno dan Dhea yang berjalan masuk ke mansion itu melihat mobil Samuel yang meleset keluar gerbang mansion Alferoz.


"Mom bukan nya itu mobil Uncle Sam?"tanya Dhea dengan heran.


"Kau benar, kemana bocah itu,"ucap Anggun dengan heran.


'Apa Dia mencari Lenka, lalu kenapa Dia tidak menemui gadis itu,' gumam Reno yang juga heran.


Hari ini Samuel sangat tidak bersemangat, biasanya ketika ada Lenka Dia akan dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya dan mampir ke Alferoz, tapi kali ini Dia duduk dan hanya merokok sambil menatap HP nya.


"Kev, kenapa dengan Bos,"bisik Sadam kepada Kevin yang sedang fokus.


"Nona Lenka hari ini pulang ke Indo,"ujar Kevin yang langsung di mengerti Sadam dan yang lain nya kenapa pria itu tidak semangat.


Beberapa hari telah berlalu, Lenka juga sudah mulai bekerja di rumah sakit keluarga nya yaitu di RS internasional of William itu, Lenka masuk mengikuti seleksi seperti dokter lain nya tanpa ada orang dalam.


Seperti saat sekarang ini Lenka sedang berbincang dengan pasien kecil nya yang mengidap PTSD pasca kejadian trauma akibat kebakaran rumah yang Di alami si kecil.


Gangguan psikis ini bisa menimbulkan banyak masalah baru bagi pengidapnya. Masalah yang paling penting dari PTSD ini adalah suatu goncangan yang menyangkut isi pikirannya. Enggak cuma itu, trauma ini juga bisa menyebabkan terpecahnya konsentrasi, minat, daya pikir mengalami kemunduran, hingga mengalami emosi yang galau yang tak bisa dimengerti oleh orang lain.


Yang bikin resah lagi, PTSD juga bisa memicu komplikasi lanjutan, seperti fobia, kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, bahkan bisa memicu keinginan untuk bunuh diri.


"Sayang, Lenka punya permen lain kali jangan lewatkan lagi yah konsultasi minggu depan nya, atau Lenka akan sedih tidak bertemu ok,"ucap Lenka memberikan permen itu.


Anak itu tidak menjawab dan menerima permen itu dan mengangguk lalu langsung menemui sang Ibu dan memeluk nya.


"Makasih dokter Lenka, Anda adalah dokter baru yang berbakat, RS William tidak salah dalam memilih dokter dokter nya,"ucap Ibu itu mengucap terimakasih dan berpamit pergi.


Lenka tersenyum dan melambaikan tangan kepada anak kecil yang juga melambaikan tangan kepada diri nya itu, gadis itu melirik jam tangan nya, seperti nya Dia sudah tidak ada jadwal konsultasi dengan pasien lagi.


"Andai Aku satu RS dengan uncle, pasti jauh lebih asik,"gumam Lenka mengusap tengkuk nya yang terasa nyeri.


Gadis itu melepas jas dokter kebangaan nya dan berjalan keluar ruangan, Dia menyapa semua orang yang ada di RS itu, Lenka memang di kenal ramah tapi entah kenapa gadis itu masih belum menemukan teman dokter yang bisa akrab dengan nya.


"Nona Lenka Ananda William,"ucap seorang pria dengan suara bariton nya.


Gadis itu memutar badan nya, lalu tersenyum dan memeluk pria yang memanggil diri nya itu, siapa lagi kalau bukan Luis yang sempat nya mendatangi sang adik.


"Lukas, kenapa kau bersantai seperti ini, kau itu seorang Ceo,"ujar gadis itu melepas pelukan nya kepada Luis.


"Aku hanya melihat dokter kecil kita,"ucap Luis kepada adik nya.


Sebenarnya Lenka sangat penasaran dengan Luis, pria itu tidak pernah sama sekali membantah kata Daddy dan Mommy nya saat Dia menjadi putra pertama dan menjadi seorang CEO apakah kakak nya itu bahagia? Luis adalah orang yang terdekat tapi orang yang paling tidak Dia kenal juga.


'Orang bilang semakin tinggi kedudukan orang tersebut, semakin tinggi tekanan nya apa Luis bahagia? Apa Dia membiarkan kami memilih jalan kami sendiri dan Dia rela menanggung beban berat itu sendiri?' gumam Lenka merasa sedikit sedih.


Gadis itu tiba-tiba memeluk Luis, membuat pria itu merasa heran tapi tetap membalas pelukan sang adik, yaitu gadis kedua yang mengisi hari-hari nya setelah kehadiran Mommy nya, apakah Luis akan bisa mendapatkan wanita yang bisa mengerti masalah nya.


"Luis jika kau mengalami hari yang berat, Aku mohon berbagi lah sedikit dengan ku, jangan Aku yang terus mengadu pada mu,"ucap Lenka kepada Luis.


"Kenapa dengan kau ini? Baiklah,"ucap Luis mengandeng tangan sang adik dan mengajak nya segera keluar dari RS untuk balik ke mansion.


Sementara itu Samuel dengan senyum sumringah nya, menatap pemandangan bandara markas Aeros yang sudah lama Dia tidak tinggali, jika Dia selama ini menolak terus untuk di pindah tugaskan tapi kali ini Dia merasa bahagia karena ada seseorang yang Dia nanti.


"Dear, i'm coming,"