SAMUEL

SAMUEL
BAB 121



🔞*ADEGAN PANAS MEMBARA SADAR UMUR**🔞*


......................


Gisel yang kaget dan memberontak dalam gendongan suami nya itu, dia heran kenapa mama mertua nya malah membela nya Sadam akan memakan nya.


Bruk..


Dengan lembut Sadam menjatuh kan tubuh istri nya ke kasur, pria itu melampar tas milik Gisel ke sembarang arah. Gadis itu yang di bawah kukungan Sadam hanya memasang wajah takut.


"Suami? Apakah selama ini makanan istri tidak enak, sehingga suami ingin memakan daging istri,"gumam Gisel takut.


'Boleh aku mengumpat dengan segala kepolosan istri ku tuhan! Boleh kah!' batin Sadam yang merasa kesal dan lucu mendengar perkatan istri nya.


Sadam hanya diam tidak menjawab, tangan nya menyentuh perut Gisel yang datar dan mengusap nya beberapa kali membuat gadis itu malah tertawa geli.


"Ahaha suami jangan mengelitik ku,"ucap gadis itu yang merasa Sadam malah mengelitik perut nya.


"Kenapa mereka belum tumbuh? Haruskah aku mengeluarkan nya sekali lagi,"gumam Sadam yang berbicara sendiri.


"Apanya suami yang keluar?"tanya Gisel kembali.


Pria itu tertawa kecil mendengar pertanyaan Gisel, pria itu menciuum lembut bibir Gisel membuat gadis itu memejamkan mata nya merasa sentuhan hangat.


"Manis,"seringai Sadam yang menatap Gisel yang membalas ciuman nya.


"Sayang, bolehkah?"tanya Sadam yang tangan nya mulai mereemas buah dada Gisel.


Gadis itu meendeesah ketika merasa cengkraman tangan Sadam mereemas gundukan nya, Gisel memang tidak tahu kode seperti tadi. Tapi kalau melihat kabutan naafsu di mata suami nya, gadis itu juga paham maksud nya.


"Pelan-pelan ya,"gumam Gisel malu-malu.


Pria itu menyeringai mendapat persetujuan dari sang istri, tanpa aba-aba Sadam membuka kaus nya.


Seolah seperti slowmotion, di mata Gisel. Sadam yang membuka kaus nya itu terlihat sangat mengooda pandangan nya, gadis itu meneguk saliva nya melihat tubuh suami nya yang berotot dan six pack.


"Jangan malu-malu ini milik mu,"ucap Sadam menarik tangan Gisel menyentuh otot perut nya.


"Suami selain tampan kau sangat keren,"ucap Gisel masih sempat-sempat nya memuji.


Pria itu terkekeh, kadang melihat Gisel yang boodoh memang membuat nya naik darah tapi kali ini entah kenapa sangat mengemaskan di mata nya.


"Kau sangat mengemaskan, jika seperti ini aku tambah ingin mengigit mu,"ucap Sadam dengan suara bariton mengodaa nya.


Gisel hanya diam mengedipkan bola mata nya beberapa kali, pria itu dengan perlahan membuat istri nya lebih nyaman dahulu. Entah bagaimana malam itu dia merasakan nya, Sadam tidak tahu.


"Tapi kali ini aku akan mengingat nya kembali,"bisik Sadam membuka kancing baju Gisel satu persatu.


Bibiir pria itu menyentuh leher Gisel mendaratkan beberapa tanda yang seolah mengatakan jika gadis sudah memiliki seorang pria, Sadam bangga dengan hasil kissmark itu. Tangan nya mulai jahil mereemas kedua dada Gisel kasar.


"Ih sakit,"kesal Gisel membalas dengan mengigit pergelangan Sadam.


Bukan nya marah pria itu malah tertawa, gigitan Gisel memang meninggalkan tanda tapi pria itu mengusap kening sang istri yang sudah berkeringat.


Cklek..


Braa gadis itu di buka perlahan, satu persatu pakaiaan sang istri dia lucuuti, Sadam menjiilati lidah nya dengan penuh gairah melihat body istri nya yang sangat indah.


"Hei kau menyimpan tubuh mu dengan sangat baik nona,"goda Sadam.


Pria itu hanya diam, tangan nya mengosook bagian bawah selangkaangan sang istri, membuat Gisel merasa panas dingin oleh ulah suami nya, pria itu mengoda dengan memasuki satu jari nya.


"Aku ingin pipis, jangan, keluarkan tangan mu suami!"ucap gadis itu bersiap bediri.


Bruk..


Sadam menahan tangan Gisel dan mengunci nya di atas kepala gadis itu, pria itu menuruti keinginan istri nya dengan mengeluarkan tangan nya.


"Kenapa kau terlihat kecewa sayang?"goda Sadam.


"Tidak tahu, tapi tadi hmm,"ucap Gisel merasa gelisah karena hassrat nya yang tidak tuntas.


"Kau lebih berhak dengan junior ku,"bisik Sadam.


Pria itu membuka penutup terakhir nya, sebuah benda mengacung membuat Gisel langsung diam.


"Ternyata itu memang sangat besar saat aku menyentuh nya!"ucap Gisel kaget.


"Boodoh kau membuat ku malu,"kesal Sadam.


"Sayang jangan menangis, aku akan pelan,"lanjut Sadam.


Gadis itu mengangguk Sadam akhirnya memasuki Gisel dengan perlahan, karena masa sakit. Gisel mencangkar punggung suami nya, pria itu juga ikut meringis, tapi lama kelamaan suara rintihan berubah suara desahaan yang membuat Sadam tambah bersemangat mengoda istri nya.


Akhirnya malam pertama setelah pernikahan mereka terjadi, dengan sadar tanpa paksaan. Sadam yang kecanduaan melakukan aktivitas nya sampai gadis itu lelah tertidur terlebih dahulu.


Cup..


"Terimakasih dan maaf, aku akan selalu menjadi suami terakhir dan selama nya,"bisik Sadam memeluk tubuh polos sang istri dalam tidur mereka.


Kedua orang itu akhirnya tertidur lelap hingga pagi hari nya, Sadam bangun terlebih dahulu karena dia hari ini harus masuk ke markas aeros, Sam melakukan sistem baru tentang pekerjaan mereka.


"Sudah pagi ya,"gumam Sadam melirik jam yang sudah pukul 7 lewat.


Padahal pria itu prinsip sangat disiplin tidak mau telat, ini kedua kali nya dia telat karena urusan dan alasan yang sama yaitu Gisel.


Sadam tersenyum melihat seorang gadis yang masih terlelap tidur nyenyak dengan rambut berantakan hasil berciinta mereka kemarin, kamar yang berantakan juga membuktikan nya..


Pria itu merangkul pinggang Gisel dengan manja membangun kan sang istri yang masih tertidur, dengan iseng Sadam mencium pipi gadis itu agar terbangun.


"Istri ku bangun lah, apa kau tidak akan memasak sarapan?"bisik Sadam.


"Suami aku ingin tidur lagi yah, salah siapa kemarin kita baru tidur pagi,"rengek gadis itu masih memejamkan mata nya tapi sudah berbicara.


"Baiklah, tidur yah, aku akan berangkat kerja dahulu,"ucap Sadam mengecup kening Gisel.


Tidak ada jawaban sama sekali, Sadam menyelimuti tubuh gadis itu, dia hanya berjalan ke kamar mandi dengan santai dalam keadaan poolos, tidak lupa Sadam mengambil pakaian mereka yang berserakan karena ulah nya.


"Wah ternyata bocah itu juga parah,"gumam Sadam melihat hasil kissmark Gisel yang banyak tinggal di tubuh nya walaupun tidak sebanyak diri nya.


Sadam menyeleseikan segala urusan mandi nya, dan masih mendapati Gisel tertidur pria itu pamit setelah mengecup kening istri nya.


"Mana istri mu?"tanya mama Adelia.


"Mama apa aku harus menjelaskan secara vulgar? Seperti mama tidak pernah muda, oh ya aku akan pergi karena sudah telat, bantu aku berikan bubur di atas meja untuk Gisel yah ma, dadah,"ucap pria itu berpamitan dan menyalami Adelia.


'Wah sudah jadi budak cinta sih ini,'