SAMUEL

SAMUEL
BAB 95



"Pengantin baru sebaiknya jangan buru-buru ke kamar main dulu dong di sini,"goda Dhea kepada Samuel yang akan mengajak pergi menjauh dari kumpulan keluarga itu.


Samuel yang akan berdiri seketika memasang wajah kesal kepada keponakan nya itu, sedangkan Dhea tertawa melihat Samuel yang memasang wajah tidak terima.


"Lenka apa kau akan pergi? Kita sangat jarang berkumpul bukan, padahal dulu kita selalu bermain berdua,"ucap Alisa kepada Lenka yang sedang duduk bersama suami nya.


"Hei kalian ayolah jangan merengak begitu ini malam pernikahan ku dengan Lenka,"ketus Samuel kepada para-para bocah yang rata-rata masih berusia 17-20 tahun itu sedangkan Alisa sudah berumur 24 tahun di sana.


Mereka semua terlihat menyoraki Sam, lebih tepat nya hanya para gadis nya saja sih, para pria tidak peduli karena itu memang acara Lenka dan Samuel.


Uuuu....


"Sudah kalian di sini semua ayo kita bermain TOD bagaimana?"tawar Lenka dengan senyum nakal nya menaikan alis nya naik turun kepada semua orang.


Luis, Leon, Lukas, Alisa, Alaska, Dhea dan Dean saling menatap satu sama lain, mereka tersenyum miring haruskah mereka membuat permainan lebih menyenangkan malam ini? Karena mereka memamg sangat sibuk satu sama lain, tapi yah sebenarnya selama seminggu mereka masih di sini sih.


"Ide bagus adik adik apakah para om ini bisa bergabung?"tanya Arbian dengan heboh kepada para anak muda yang duduk bersama dan sudah melingkar itu.


"Siapa dia?"tanya Alaska dengan heran.


"Dia itu anggota aeros nanti kau di hajar loh,"ucap Alisa kepada adik nya.


"Aku tidak peduli,"jawab Alaska dengan enteng nya dan mengabaikan Arbian.


Pria itu seketika merasa ternistai tidak ada jawaban dari bocah bocah itu, dia berjalan kembali menuju para orang yang memang seumuran nya siapa lagi kalau bukan Kevin, Sadam dan Agalista. Lalu di mana Gisel? Ayolah Gisel baru berusia 21 tahun gadis itu bebas memilih di mana saja.


Seperti saat sekarang ini Gisel sedang berdiri di depan pintu ruangan itu bersama seorang pria yang Sadam lirik lagi-lagi mengusap surai hitam Gisel dengan senyum tampan nya.


"Kau mau di sini?"tanya pria itu.


"Boleh kan kak? Lagi pula kalau Gisel di rumah,"gadis itu mengantung ucapan nya dan memainkan jari nya sambil menunduk.


Pria itu terlihat kasihan kepada adik bungsu nya itu Aiden mengusap rambut Gisel kembali lalu memeluk nya sekilas untuk pamit pulang.


"Tidak apa-apa di sini lah, kakak pulang dulu ke apartemen, sampaikan kepada Lenka kakak akan pulang,"jawab pria itu memgecup kening adik nya.


Gisel mengangguk tersenyum kepada Aiden dan melambaikan tangan nya kepada Aiden yang menjauh pergi, sedangkan Sadam yang duduk dengan sombong nya menatap itu sambil meremas gelas kaktoil yang dia pegang.


'Pamer kemesraan seperti tidak ada tempat lain saja' batin Sadam.


Ayolah Sadam mereka tidak pamer sama sekali hanya diri mu yang fokus kepada Gisel di mana gadis itu berada, sedangkan yang lain? Mereka tidak peduli dan hanya fokus sendiri-sendiri.


"Kak Bian, apa kau ingin ikut?"tawar Dean meneriaki pria yang memasng wajah kasihan itu.


"Bolehkan?"tanya Arbian menunjuk teman nya yang lain juga.


"Boleh boleh saja, tapi kami jika kau bermain apa taruhan yang bisa kau berikan. Ini bukan hanya sebuah permainan tapi keuntungan, seperti aku dan Dhea akan bertaruh dua pesawat terbaru perusahaan kami,"


"Dan jangan di tanya untuk kembar empat mereka bisa melakukan taruhan apa semua nya di sini,"ucap Dean yang seketika membuat Arbian shock.


Para orang tua seketika melihat itu mengeleng satu sama lain, terutama para nyonya william, arnolda dan alferoz. Bisa-bisa nya taruhan yang di lakukan daddy mereka sampai menurun ke anak laki-laki atau pun perempaun.


"Ini gara-gara kebiasaan kamu mas sama pak Axel sama kak Reno,"ucap Rere kepada suami nya yang sedang duduk bersama ketiga pria itu.


"Iyah benar, lihat mereka,"ucap Clara mendengar itu barusana.


"Sayang jangan mempermasalahkan nya hal itu menyenangkan bukan,"ucap Axel dengan mulut enteng nya.


"Aku setuju,"jawab Reno seadanya, sifat pria itu masih sama saja kalau berkumpul dia hanya banyak bicara kepada Anggun saja.


Arbian terlihat terperangah mendengar ucapan para-para anak pengusaha itu, lebih tepat nya ada beberapa dari mereka yang memang saking pintar nya sudah menjabat sebagai CEO perusahaan daddy mereka dan jadi penerus.


"Gil@ anak orang kaya main nya beda bos,"


"Taruhan nya begitu, gua main TOD yang kalah suruh ***** kudanil aja dulu,"jawab Arbian mengeleng mengurung kan niat nya untuk bergabung.


Kevin terlihat tersenyum miring menatap anak-anak itu, dari dulu sebelum ketiga keluarga besar belum menikah sampai sekarang sifat yang dominan adalah ayah mereka membuat Kevin menatap takjub seolah menatap para tuan dan nyonya besar dalam versi kecil.


"Om Arbian apa mau taruhan dengan saham om di beberapa perusahaan industri itu, aku lihat lumayan banyak,"jawab Luis mulai mengakali pria itu.


"Wah bagaimana kau tahu, si@l bocah-bocah ini lebih seram dari pada iblis Lucificer, aku tidak mau mata kalian saja sudah seperti akan memakan ku,"jawab Arbian menolak dan memilih duduk kembali.


Sedangkan semua orang hanya tertawa melihat Arbian yang langsung tidak jadi menjawab, Gisel yang sudah di luar datang duduk di samping Agalista yang otomatis gadis itu jadi di apit oleh Aga lalu Sadam.


Gisel membuka ponsel nya melihat notif dari teman-teman nya yang sudah mendapat pekerjaan di sebuah pengadilan yang mereka inginkans sedangkan Gisel hanya bisa terdiam melihat itu, sebuah tangan seseorang mencubit pinggang nya pelan.


Hal itu membuat Gisel melihat siapa pria yang menyentuh nya yang membuat nya geli, ternyata itu Sadam yang seperti nya setengah mabuk berbisik kepada Gisel.


"Hei bocah apa kau tidak ada tempat untuk bermesraan selain di sini?"tanya Sadam kepada Gisel.


"Apaan sih, ya terserah,"ketus Gisel yang masih kesal kepada Sadam karena kejadian beberapa hari lalu.


Rere melihat Samuel yang membujuk Lenka untuk segera tidur, sedangkan Lenka malah ingin ikut bermain dengan yang lain nya.


"Sayang ayolah, aku mengantuk,"rengek Sam.


"Lenka dengarkan suami mu, bukan kah kalian sudah menikah. Hormati keputusan nya,"tegas Rere.


Lenka seketika memutar wajah nya, mommy nya sudah berbicara seperti itu pasti dia sudah sangat melakukan kesalah Lenka akhirnya minta maaf kepada semua orang untuk menolak ikut main.


"Maaf semuanya suami ku yang manja ini sudah ingin tidur, besok saja ya. Kalian kan masih lama di sini,"jawab Lenka kepada teman-teman nya.


'Akhirnya, dasar bocah-bocah si@lan kalian menganggu saja dari tadi,'