
Dengan wajah cemberut Lenka menatap Samuel meminta belas kasihan atas perkataan nya barusan.
"Kasihan kucing nya, Aku akan memelihara nya saja,"ucap Lenka dengan senyum senang berjalan masuk ke mansion masih di posisi di payungi Samuel.
"Gadis ini,"gumam Samuel menghela nafas menatap tingkah kekanakan Lenka.
Para maid menyambut kedatangan Samuel dan Kevin, salah satu pelayan memanggil Luis karena orang penting nya akan datang melapor, sementara itu Samuel dengan kesal mengangkat kucing itu dengan tatapan kesal nya.
"Lepaskan, ini kau bersihkan baru kasih pada Lenka kembali,"ucap Samuel memberikan kucing itu kepada maid yang mengangguk cepat mengerti atas perintah Samuel.
"Jangan biar Aku saja yang memandikan nya,"cemberut Lenka berusaha mengapai kucing itu dari tangan maid yang menjauh pergi.
Samuel menahan kerah baju Lenka dengan pelan lalu memutar nya menatap gadis nya yang sudah sangat kotor itu.
"Lihat lah diri mu, sangat kotor, sebaiknya kau mandi, atau Aku yang akan memandikan mu,"bisik Samuel kepada Lenka yang menatap nya kesal.
"Kau ini selalu mengoda ku,"ketus Lenka mendorong dada Samuel menjauh dan melipat kedua tangan nya di dada.
Luis yang datang menghampiri Samuel itu, seketika menatap adik nya terkejut, dengan tatapan bertanya Luis melirik adik nya.
"Nona tadi menemukan kucing Tuan muda, jadi Dia kebasahan di luar,"ucap salah satu pelayan yang memberikan info.
"Kau bisa sakit, cepat bersihkan diri mu"ucap Luis mengeleng dengan tingkah Lenka.
Sementara itu tanpa Luis sadari, Samuel tersenyum kecil mengejek ke arah Lenka, membuat Lenka yang sadar itu hanya mendengus berjalan masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri.
"Bagaimana Uncle Sam, kau tahu,"tanya Luis melirik pria itu tajam.
"Hei Aku sangat salut dengan otak mu Luis, pemikiran mu sama hebat nya dengan Tuan Varo, kau tidak perlu meminta ku mencari nya, karena Dia datang sendiri karena jebakan bod0h nya itu,"ujar Samuel menjelaskan kepada Luis.
"Kau tahu Uncle, satu yang tidak Aku suka dari sebuah hubungan, yaitu adalah penghianat, sekali nya Aku tahu jika di perusahaan ada penghianat seperti itu, Aku yang akan menghukum nya,"ujar Luis melirik Samuel.
Kevin mengangguk tanda mengerti, mereka bertiga pergi dari mansion William menuju markas Aeros, Samuel yang duduk di samping Luis itu melirik ponsel nya yang berdering.
Babe
Kau kemana lagi? Hei kita ini pacaran atau hanya sebuah status, kau tidak pernah memberikan waktu untuk ku, tunggu jangan berpikir Aku mencintai mu, yah Aku hanya menikmati hubungan ini!
'Lihat lah gadis ku sangat tidak bisa berbohong,' batin Samuel tidak membalas pesan itu dan memasukan ponsel nya kembali ke jas nya.
Lenka yang melihat pesan nya sudah di baca itu seketika mengacak rambut nya kesal, dan melempar ponsel nya ke kasur.
"Lihat lah betapa cuek nya Dia, Aku lupa Dia tidak pernah berpacaran,"ketus Lenka merasa kesal atas sikap Samuel.
Tok.. tok..
"Nona muda, saya membawa kucing Anda,"ucap pelayan itu.
Gadis itu yang tadi nya badmood langsung melompat turun ke kasur, dan membuka pintu mengambil kucing yang putih bersih itu dalam dekapan pelayan.
"Hei Endut kau sudah cantik sekarang,"ucap Lenka dengan senang nya.
Miaw miaw..
Mobil yang di tumpangi Luis dan Samuel berhenti di markas Aeros, semua orang menyambut dengan hormat penguasa William terbaru itu dengan sopan.
"Selamat malam Tuan William,"ucap mereka serempak.
"Luis William, kau akan menyesal berurusan dengan ku, Aku ini adalah rekan lama kalian dan apa yang kau lakukan ini akan merusak citra William karena meretakan hubungan lama kolega mu,"ujar pria yang di rantai itu dengan suara bergetar.
"Sadar akan posisi mu Joven, di sini Aku yang berkuasa berani kau menjadi pengkhianat maka terima konsenkuensi nya, kau tahu dunia bisnis bagi ku bagaikan sebuah pertandingan sepak bola, jika tim mu melanggar peraturan maka tidak ada salah nya Dia mendapatkan kartu merah,"seringai Luis dengan suara tajam nya.
Cuih...
Pria itu meludah mengenai sepatu Luis, hal itu tentu mendapat penekan dari Samuel, dengan gerakan cepat Samuel menekan leher itu dengan kaki nya kuat.
"Jaga mulut mu, jangan menyentuh Tuan Luis, atau badan mu ini akan sampai di kado pernikahan putri mu dalam bentuk potongan kecil,"ujar Samuel dengan tatapan tajam nya.
Dugh..
Samuel menendang kuat kepala pria itu, Luis dengan kesal mengelap sepatu nya itu dengan wajah Joven yang sudah terbaring sekarat.
"William tidak perlu seorang rekan bisnis pengkhianat Tuan Joven, Uncle Sam sisa nya Aku serah kan padamu,"ucap Luis melengang pergi sambil mengelap tangan nya dengan sapu tangan.
"Jangan mengotori tangan mu Luis,"seringai Samuel menatap pria itu.
Pria itu berjongkok kepada mangsa nya kali ini, dengan pisau kesayangan nya yang mulai berkarat itu Dia keluarkan.
"Kau tahu, putri mu akan berteriak senang mendapat kado indah ini, dan satu lagi pisau kau ini memang sudah lama dan sedikit berkarat jadi maaf kan Aku jika ini terlalu sakit haha,"ucap Samuel memulai aksi nya.
Beberapa puluh menit Samuel melakukan kegiatan itu, hingga suara ponsel nya berdering terus menerus membuat Samuel mau tidak mau menerima panggilan itu.
"Sapu tangan Anda Bos,"ucap Kevin memberikan nya kepada Samuel.
Pria itu menerima nya, lalu memberikan arahan untuk melanjutkan nya, dengan wajah tersenyum Samuel keluar dari ruangan eksekusi dan menerima panggilan vidio dari Lenka.
"Sam!! Kau lama,"teriak Lenka kesal menatap pria yang sedang tersenyum itu.
"Maafkan Aku babe, so?" ujar Samuel dengan heran.
"Aku akan mengenalkan mu kepada kucing ku, nama nya Samuel, nama nya sama dengan mu, tapi yang ini gendut dan cantik,"ucap Lenka tertawa mengangkat kucing yang ada dalam dekapan nya.
"Tapi kau jauh lebih cantik,"ucap Samuel mengatakan itu dengan tatapan datar nya.
Lenka tersenyum manis menerima pujian itu, tentu Dia sangat senang terlebih Samuel mengatakan itu jika akan hanya mengoda nya.
"Aku memang cantik, jika tidak kau tidak akan mau dengan ku,"ujar Lenka ketus.
"Kau salah, asalkan gadis itu Kau, Aku menyukai nya,"ucap Samuel tertawa.
Gadis itu mengangguk tersenyum kecil denagn posisi memeluk kucing.
"Kau seperti nya sudah di apartemen,"
"Sayang kau terlihat pucat, kau baik-baik saja?"tanya Samuel merasa heran.
"Aku ok,"angguk Lenka.
Pria itu dengan kesal langsung menyambar jas nya, Dia baru ingat kalau gadis nya itu tadi hujan-hujanan.
"**1*, Aku akan kesana, sebaik nya kau berbaring!"