SAMUEL

SAMUEL
BAB 43



Entah kenapa kian hari perasaan Samuel semakin menjadi-jadi, perasaan nya terhadap Lenka semakin kuat, dan sekarang gadis itu sedang menangis memeluk nya mengatakan kata maaf.


Sungguh, Samuel amat sangat tidak tega melihat kekasih nya itu menetes kan air mata karena ulah nya, pria itu membalikan badan nya lalu mengusap surai panjang Lenka pelan, dan mengecup kening Lenka.


"Apa kau yakin padaku?"tanya Samuel mengusap jemari Lenka.


Gadis itu mengangguk pelan dengan mata memerah, dia tampak sangat tidak ingin Samuel mendiamkan nya atau pun memerahi nya seperti tadi.


"Aku yakin, Aku juga mencintai mu,"


"Maafkan atas perasaan ku yang terlambat,"


"Jangan tinggalkan Aku,"


"Ya,"


Lirih Lenka menatap Samuel dengan bola mata berair seperti anak kecil di mata sang kekasih, membuat pria itu yang tadi nya marah tersenyum kecil mengusap air mata Lenka.


"Jika kau yakin, maukah kau menikah dengan ku?"


"Tuan Varo dan Kak Rere bilang sendiri, Aku akan menjaga mu,"


"Tapi seperti nya mereka sangat salah, Aku tidak mengontrol diriku jika di dekat mu, maukah kau menerima ku baby?" tanya Samuel tersenyum menatap Lenka.


Hah, seperti nya Samuel adalah tipe pria yang banyak kejutan yah, Lenka yang tadi nya menangis sekarang melongo mendengar pernyatan Samuel yang mendadak.


Tunggu, cukup pacaran nya saja yang di tembak mendadak dan di terima mendadak juga, jangan soal pernikahan ini, Lenka juga harus berpikir ke depan nya untuk memutuskan nya.


"Maukah kau menunggu jawaban ku dulu,"


"Beri Aku waktu Sam, habis nya kau selalu menyatakan keinginan mu secara spontan, Aku juga butuh persiapan, ya?"


Tawar Lenka mengengam tangan pria itu sambil mengoyangkan nya layak nya anak kecil yang meminta permen dengan cara membujuk kakak nya itu.


"Hmm baiklah, kali ini Aku tidak akan mendesak mu,"ucap Samuel memeluk gadis itu dengan gemas.


Dan begitu saja, pasangan Samuel Lenka seperti nya bukan pasangan yang banyak drama tentang pertengkaran soal hubungan mereka, cukup jelaskan secara jelas dan mereka pun akan baikan.


Lenka berjinjit dan mencium pipi pria itu pelan, Samuel yang menerima ciuman itu menatap gadis nya yang memasang senyum menampilkan deretan gigi nya yang rapi.


"Dasar, kau sangat mengemaskan,"gumam Samuel.


Mereka terhanyut suasana dan akhirnya wajah mereka sudah sangat dekat Samuel mengendong Lenka menyamai posisi mereka, saat pria itu ingin melesetkan ciuman, tiba-tiba.


Brak..


"Lenka hai, kau baik-baik saja,"teriak seorang wanita cantik dengan rambut merah nya.


Bibir mereka yang akan bertemu seketika tidak jadi karena Lenka reflek mendorong wajah Samuel menjauh karena kaget, Samuel memutar bola mata nya malas melihat siapa yang masuk tanpa di undang seperti jelangkung itu.


"Kau tunangan Kevin bukan?"tanya Lenka dengan kening berkerut menatap wanita itu yang masuk ngos ngosan dengan rambut acak acakan.


Agalista adalah tipe wanita yang suka memakai baju sexy dan menantang, karena katanya diri nya memang cocok memakai style seperti itu, seperti saat ini dress yang sangat pas di tubuh indah nya bewarna putih menampilkan leher mulus dan rambut bergelombang bewarna merah.


"Salam kenal Lenka mari berteman, Aku akan berliburan di sini cukup lama,"ujar gadis itu menyelonong masuk dan mengambil tangan Lenka untuk berkenalan.


"Ah iya Agalista, salam kenal juga,"ucap Lenka kaku yang merasa Agalista itu sok akrab dengan nya.


"Ayolah Lenka, Aku bukan saingan mu lagi, Aku sudah memutuskan tidak menyukai Samuel, Aku hanya butuh teman ok,"bujuk Agalista memelas kepada gadis yang lebih kecil dari pada diri nya itu.


"Bu bukan Agalista kau salah paham, baiklah mari berteman baik,"ucap Lenka yang merasa bersalah telah berpikiran buruk tentang Agalista.


Suasana mendadak itu semakin menjadi-jadi atas kedatangan Kevin yang datang membuka pintu apartemen Lenka, dengan memakai satu sepatu nya dan di mana sebelah nya lagi, pria itu ngos-ngosan menatap ketiga orang yang menatap nya, terutama Agalista yang tampak menahan tawa.


Hosh.. hosh..


"Kevin, apa kau tahu,"


"Wanita mu menganggu acara romantis ku dengan kekasih ku, apa kau ingin Aku lempar ke antartika dan menjadi teman pinguin di sana,"ketus Samuel tajam.


Pria itu tampak mengatur ritme nafas nya yang turun naik, lalu duduk di sofa tempat Samuel yang juga duduk.


"Maafkan saya bos, wanita b0doh itu dia mencari tahu alamat Lenka, dia bilang ingin mencari Lenka untuk menjadikan nya teman,"


Hosh..


"Dan Aku sudah melarang nya, dia malah kabur,"ucap Kevin dengan tajam kepada Agalista yang menahan tawa.


Lenka yang melihat Kevin kecapean itu berinisiatif membawakan nya air putih, lalu duduk di sofa di samping Samuel duduk.


"Ini kak Kevin, lalu kemana sepatu mu, kau seperti gelandangan, benarkan sayang,"tanya Lenka menatap Samuel yang seperti nya sangat badmood.


Pria itu yang badmood seketika tersenyum mendengar Lenka memanggil sayang, dengan anggukan cepat Samuel menyetujui perkataan Lenka.


"Ya, gelandangan, panggil Aku sayang lagi,"ucap Samuel gemas memeluk Lenka tanpa mempedulikan kedua orang yang ada di sana.


Glek..


Kevin meminum air putih itu dengan tandas, seperti nya kalau dia melihat penampilan nya di cermin saat ini pasti sudah sangat hancur karena ulah Agalista.


"Gadis b0doh ini, dia membuang sepatu ku, sini kau,"kesal Kevin bersiap menghampiri Agalista yang memutar sofa untuk berlari menghindari Kevin.


"Lenka tolong Aku, katakan padanya kalau Aku berniat baik bukan jahat, dasar gozila!"teriak Agalista kepada Kevin.


"A a apa kau memanggil ku gozila!"teriak Kevin yang tidak terima.


Begitulah keadaan ruangan apartemen yang tampak rusuh, sedangkan Samuel tidak peduli dan hanya fokus terus memeluk Lenka gemas sesekali mengusap tangan gadis itu, lalu Lenka hanya bisa memegang kepala nya pusing ulah ketiga orang ini.


"Astaga apartemen ku kenapa malah jadi ramai,"gumam Lenka memegang kepala nya merasa sakit.


"Maafkan Aku Kev, habisnya kau tidak mengizinkan Aku menumui Lenka, maka nya Aku buang saja sepatu mu agar kau susah mengejar ku,"jelas Agalista agar pria itu memaafkan nya.


"Oh pantas saja kau melakukan itu, otak mu sangat cerdik yah,"kesal Kevin menarik tangan Agalista dan mengelitik wanita itu tanpa ampun.


Sepertinya apartemen Lenka memamg sangat ramai kali ini, di tambah suara ponsel nya yang berdering menampilkan nama Gisel.


Drt.. drt..


"Halo Gisel,"ujar Lenka.


*"Hiks hiks* Lenka mobil ku tidak ada di restoran semalam, Aku tidur berjalan dan malah tidur di rumah orang, bagaimana ini Daddy ku pasti marah menghilangkan mobil itu, Aku bukan anak orang kaya yang bisa menganti mobil dengan gampang, jemput Aku Lenka, hiks hiks,"tangis sahabat nya itu.


"Samuel Morgan! Apa kau tidak melakukan apa yang kau katakan semalam!"