SAMUEL

SAMUEL
BAB 203



Keesokan hari nya


Ibu kota masih di gemparkan dengan kejadian pengebom yang berada di salah satu pusat pinggir kota, semua berita menyorot tempat kejadian perkara atau tkp. Sedangkan saat ini keluarga William tengah duduk menikmati sarapan pagi mereka.


“Aku tidak mau jika hal ini menjerat warga sipil, kita bisa saja bersantai makan di pagi hari seperti biasa nya tapi mereka masih trauma dengan keadaan yang menimpa,”ucap luis membuka pembicaraan di atas meja makan itu.


Samuel yang mendengar penuturan sang calon kepala utama keluarga William itu terlihat terdiam, tapi dengan cepat Samuel sanggah perkataan dari luis tersebut.


“Aku sudah menanggung biaya rumah sakit mereka sampai sembuh atas nama perusahaan William, agar perusahaan kita tetap menyakit donasi baik. Untuk keluarga yang di tinggal kan sendiri aku sudah memberikan jaminan asuransi kematian,”


“Jangan mendengar seolah olah aku tidak memiliki hati memang dengan nilai uang yang besar aku tidak bisa menghidup kan nyawa seseorang yang telah pergi dari raga nya tapi setidak nya aku bisa memperbaiki ekonomi mereka dengan cara seperti ini,”balas Samuel menatap luis dengan tajam.


Pria itu terlihat mengusap mulut nya dengan tisu dan meminum minuman nya, terlihat di sisi lain Samuel yang terus menyuapi Lenka dengan sabar karena tangan gadis itu masih terasa sakit untuk sekedar di gerakan saja.


“Kak luis bisakah jangan terus menyudut kan Sam seperti tadi?”jawab Lenka mengatakan itu dengan penuh perhatian.


“Aku tidak menyudut kan siapa pun di sini aku hanya mengatakan pertanggung jawaban kita, yang salah di sini bukan hanya Sam. Dan kau Sam jangan merasa bersalah karena keluarga William lah yang di incar karena Sam sudah bagian dari keluarga William jadi dia pantas merasa bersalah, bukan begitu?”jawab luis dengan panjang lebar menatap Samuel.


Samuel terlihat masih memasang wajah datar nya dia terlihat menyelesaikan suapan pada mulut sang istri dan memberikan tisu untuk mengelap pelan bibir sang pujaan hati nya tersebut.


“Luis benar Lenka. Tentu aku harus merasakan rasa bersalah juga, dan aku tidak bisa bergerak cepat untuk menyelamatkan mu. Sudah dua kali aku melakukan kesalahan besar seperti ini,”jawab Samuel seperti itu.


“Itu terjadi dengan cepat jangan merasa gagal menjadi seorang suami yang baik Sam,”ucap Lenka berusaha menghibur sang suami.


“Lenka benar Sam tidak perlu memperlihatkan ekspresi seperti itu tetap berusaha menjadi yang terbaik saja sudah pasti membuat Lenka senang, contoh nya daddy mu ini.”jawab rere menepuk bahu sang suami.


Varo hanya diam di puji sang istri itu tersenyum bahagia. Pujian dari sang istri adalah salah satu kebahagiaan terbesar nya juga, pria itu dengan gemas memeluk rere.


“Benar sekali,”jawab varo terkekeh.


“Apa sih daddy udah tua malu malu in masih bucin,”jawab Lukas mengejek sang daddy.


“Itu tanda nya daddy dan mommy saling mencintai Lukas! Makin tua makin sayang juga itu bukti kalau cinta mereka ga luntur dengan yang nama nya usia dan waktu,”sela Lenka kepada sang kakak.


“Iyakah?”ucap Lukas dengan bingung.


“Kau mana tahu kan jomblo tahu nya gelap celup sini,”ejek Lenka tersenyum miring.


“Kauuuuu,”teriak Lukas yang mendengar sindiran sang adik.


Saat mereka tengah asik mengobrol itu tiba tiba di ikuti pelayan utama mansion William, Kevin datang kepada Samuel dengan meminta izin terlebih dahulu.


“Bos ada yang ingin kita bicarakan tentang penyidikan,”ucap Kevin menunduk.


Dia tidak menerima detail yang ambal ambal tanpa belum mendapat kan kepastian, bagaimana pun dia orang yang menarget kan Lenka segera terjebak dalam permainan nya sendiri.


“Bukti nya tepat tertuju kepada caroline dan ibu anda,”jawab Kevin mengatakan itu.


Samuel yang seketika diam meremas ujung kemeja nya dari awal caroline memang sudah bersikap aneh kepada Lenka, dia seolah ingin mencelakai istri nya tersebut hanya karena ingin memiliki nya.


“Dasar dua wanita jaalang itu apa yang mereka mau,”gumam Samuel dengan kesal.


“Kevin kau yakin? Aku memang tidak suka dengan caroline dia juga bersikap aneh apa dia bisa senekat itu sampai melibat kn warga sipil, apa lagi ibu mu Sam,”jawab Lenka mengatakan itu.


“Tidak ada yang tidak mungkin sayang, ular yang kau rawat dari kecil hingga besar bisa saja tetap meninggit mu ketika sudah besar yang nama nya hewan buas pasti tetap akan buas, mereka tidak akan puas dan mencari mangsa,”jawab Samuel mengatakan itu.


“Emm kau benar,”jawab lenka dengan ragu.


Samuel terlihat berdiri dari meja makan, dia terlihat mengambil mantel nya dan mengecup pipi kanan dan kiri serta bibir Lenka dengan sekilas tanpa malu di lihat keluarga yang lain.


“Aku pamit dulu sayang aku akan ke markas tidak akan lama, mom jaga istri ku sebentar yah,”jawab Samuel pamit.


“Hati hati sayang,”ucap Lenka membalas ciuman sekilas Samuel.


Rere hanya bisa mengangguk menjawab perkataan sang menantu itu, akhirnya Samuel langsung menuju ke markas untuk melihat yang di katakan oleh Kevin. Mau tidak mau dia harus meninggal kan Lenka yang sedikit terluka di mansion.


Di dalam mobil Kevin memberikan beberapa jepretan dan analisis dari sadam yang sudah di rangkum oleh nya Samuel melihat itu dengan seksama.


“Apa kau bisa menelpon aga untuk menemani Lenka di rumah?”jawab Samuel yang tadi nya terdiam.


“Tentu tuan,”jawab Kevin.


Pria itu dengan cepat langsung menelpon sang istri yang padahal baru dia hukum untuk di rumah saja tanpa boleh bergerak ke luar dari pintu rumah 1 cm pun, Kevin terlihat menerbitkan kabar itu yang mana membuat aga sangat bersyukur kepada Samuel yang sudah memerintah kan hal itu.


Tidak lama perjalanan mobil hitam pekat itu melesat memasuki perkarangan markas aeros, Samuel turun dengan gaya kebesaran nya di buka kan pintu oleh Kevin dan di sambut banyak nya orang di sana.


Karena situasi di markas adalah Tingkat A yaitu gawat darurat karena masalah perkara ini mau tidak mau semua tim berkumpul, dan para tim pengejar yang ada di luar negeri tetap betindqm tapi dalam pengawasan.


“Kau datang bos,”jawab sadam melihat Samuel yang baru masuk.


“Ayo kita lihat semua ini apakah permainan mereka sangat sekotor itu hingga bisa aku membaca nya, mereka sangat bodoh dengan dua orang melawan aeros dan black devil apa mereka tidak takut di ekseski detik ini juga,”jawab Samuel dengan tajam.


“Ingat tuan istri anda sedang hamil jadi tetap sekedar pantau saja,”ucap Kevin mengingat kan.


“Kau benar, Terimakasih kev,”