
***Apa kabar Sam? Kau mengingat wajah ku ini, tentu kau harus mengingat nya karena seberapa kau dendam nya kepada ku saat aku membunuh morgan di hadapan mu, jangan bersedih. Aku akan mengantar mu bertemu morgan setelah ini, 3 jam.
Aku hanya butuh waktu 3 jam untuk membakar habis semua aeros dan meruntuhkan nya kembali, seperti masa kepemimpinan daddy mu, apa kau menunggu nya? Tentu harus***.
Vidio yang di rekam itu seketika mati, wajah pria yang sangat Sam kenal membuat darah yang mengalir di tubuh nya seketika mendidih ingin membunuh pria itu, Sam mencengkram kuat kursi yang sedang dia duduki.
"Si@l berani sekali dia membicarakan daddy ku dengan mulut kotor nya, apa tadi dia bilang 3 jam haha,"
"Bukan dia yang membasmi kita 3 jam, tapi kita yang membasmi mereka, jika kalian siap ikuti permainan ini, Sadam, Arbian perintah kan bawahan kalian seperti posisi yang sudah kita pelajari, bed3bah si@lan,"umpat Sam dengan mata tajam nya.
Setelah berpacaran dengan Lenka sifat Sam yang seorang pysco mulai sembuh, dia bisa mulai mengontrol diri nya tapi sekarang ini seperti nya tidak bisa, tidak bisa sama sekali. Apa lagi itu menyangkut daddy nya, masa lalu itu berputar kembali di otak nya.
"Kevin, Arbian, dan Aku akan turun langsung, hei apa kalian ingin bermain sekarang, rasa nya sudah lama saat kita tidak berlomba siapa yang paling banyak m3mbunuh, oke?"senyum Sam layak nya iblis.
"Wah rasa nya aku ingin sekali melesetkan satu peluru untuk satu orang,"ucap Arbian dengan tidak sabar nya.
"Kita lihat saja, apa kita tidak sekaku itu sekarang,"ucap Kevin santai.
Mereka tampak haus dalam berperang dan ingin membantai siapa saja saat ini, Samuel, Kevin dan Arbian memakai topeng yang menjadi identitas mereka saat menjadi pembunuh seperti ini, sedangkan Sadam akan mengontrol permainan game yang sudah di buat.
"Let's party baby, (mari berpesta sayang)"ucap Sam.
Haha...
Mereka tampak mengila dan memilih naik ke lantai paling atas gedung markas aeros yang baru ini, markas aeros yang baru ini layak nya tempat kontraksi yang belum selesai dan setengah jadi, Samuel, Kevin dan Arbian duduk di tepi gedung menjuntaikan kaki mereka menatap ke bawah mengamati tim darkness datang.
"Wah apa itu mereka?"tanya Arbian mengunyah permen karet nya sambil sesekali mengelap senjata yang mengantung di pundak nya.
"Apa kita bisa bermain sekarang bos?"tanya Kevin melirik Sam yang menarik topeng nya kembali dan berdiri di atas gedung tanpa takut jatuh ke bawah.
Angin malam tampak berhembus dingin, tidak menghalangi rasa dendam Sam terhadap Javier, darah nya mendidih ingin mencabik tubuh pria itu, Sam tampak melirik teman-teman nya.
"Kalian sangat tampak tidak sabar, ayo,"jelas Sam tersenyum menuruni rooftof gedung menggunakan tali tanpa takut sedikit pun dan menuju lantai pertama bersama yang lain nya dengan cepat seolah itu hal biasa.
Para tim darkness datang dengan banyak nya bawahan mereka, mobil hitam berjalan memasuki gedung tim aeros dan itu sudah di pantai oleh Sadam, semua orang bersenjata turun dari mobil dengan Javier yang tersenyum dan memberikan jari tengah nya kepada kamera yang dia lihat.
"Bos tetap di mobil aku yang mengurus,"ucap salah satu bawahan Javier.
Kepada Javier yang sedang melihat pintu utama yang malah di biarkan terbuka itu, bawahan yang lain menepuk bahu pria yang mengatakan itu dengan enteng nya, bos mereka memang mengatakan aeros hanya semut kecil bagi nya karena dia pernah memusnahkan aeros sebelumnya.
"Apa kau gil@?"
"Halah pasti ingin jadi pahlawan,"
"Mengapa tidak kita harus menyelesaikan ini cepat,"
"Ya karena aku ingin berkemas untuk liburan, benarkan bos,"
Mereka malah tampak bercanda tanpa mengetahui ke depan nya apa yang terjadi, sedangkan Sadam yang melihat itu di depan komputer nya tampak tersenyum dan mengeluarkan permen nya untuk di makan.
"Mereka seperti nya terlalu meremehkan kita bos,"ujar Sadam menekan tombol earphone untuk terhubung dengan yang lain nya.
"Haha sabar bos kita belum mulai, biarkan tindakan yang bicara bukan omongan,"ujar Arbian menepuk bahu pimpinan aeros itu.
"Tim a pergi duluan, tim b di belakang siapkan posisi seperti yang sudah di atur,"jelas Arbian yang terhubung dengan tim pengejar.
"Yes sir,"
Dari kedua kubu tampak mulai bergerak, darkness memantau markas aeros yang tampak aneh dan sepi itu, mereka menaiki lift yang seperti kebanyakan tempat kontruksi lain nya.
Pintu lift tampak terbuka, Javier menodong kan senjata nya untuk berjaga-jaga dia tersenyum miring, begitu pun anggota nya yang fokus, mereka melihat ruangan yang berada di lantai dua itu kosong tidak ada siapa pun, atau pun barang-barang di sana.
"Willy sebar tim,"ucap Javier.
Mereka pun menyebar dan mengecek satu persatu, entah kenapa pintu yang di cek oleh tim yang berbeda tampak sama, dan itu semua kosong seperti sebuah jalan labirin dan memiliki banyak pintu lain nya.
"Di sini aman bos, si@lan apa kita meledakan nya saja, aku mulai tidak enak,"gumam Willy bawahan Javier.
"Itu akan mengundang aparat sipil kau tahu,"ucap Javier kesal.
Lampu seketika padam membuat semua perhatian orang teralihkan mereka tampak mendongkak kan kepala mereka ke atas untuk mencek keadaan.
Drap... drap..
Sebuah langkah kaki terdengar membuat Javier mencari sumber arah suara dengan pandangan nya, bayangkan orang yang lewat dari depan pintu membuat nya menembak.
"Ada orang bos!"
"Tenang lah si@lan,"
Dor...
Javier dan bawahan nya mulai mendekati siapa yang mereka tembak dengan langkah santai mereka menatap yang terbaring bukan lah orang.
"Ini manekin!"
"Mereka mempermainkan kita bos!"teriak Willy.
Pria itu yang mulai santai tampak panik dengan keadaan, dia mulai serius atas omongan nya sendiri, morgan sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti ini, membuat Javier sampai bingung.
Sadam yang melihat lawan mereka sudah mulai panik tampak tertawa puas.
"Saat nya bermain,"ucap Sadam memencet tombol.
Game start
Sebuah tulisan besar terpampang di layar monitor, pintu yang mereka lewati berubah menjadi seperti layar tv yang menampilkan kata itu.
"Willy, kita out sekarang, batalkan rencana,"ujar Javier menghubungi bawahan nya yang dia suruh berpencar.
Tidak ada jawaban sama sekali, Javier terus menekan earphone nya, tapi darkness tampak bodoh, saat ini mereka ada di wilayah aeros, Sadam tersenyum puas karena berhasil meretas earphone mereka.
"Willy kita out, haha dia tidak bisa mendengar mu b0doh, kalian tidak bisa keluar, tunggu saja ajal menjemput,"