SAMUEL

SAMUEL
BAB 145



"Kev aku hanya bercanda jangan mendekati ku oke,"tawar Agalista memundurkan langkah nya menatap Kevin yang terus mendekati nya.


Pria itu menyeringai kecil karena Aga yang ketakutan oleh tingkah nya, melihat Aga yang seperti ini membuat nya senang entah kenapa keisengan nya membuat nya kesenangan nya.


"Hei aku menerima ancaman mu itu ayo sayang,"ejek Kevin kepada wanita yang terus mundur itu.


Saat Agalista dan Kevin tengah asik bertengkar dan saling mengancam tanpa mereka sadari seseorang masuk ke dalam mansion itu, wanita yang masih sangat cantik di usia yang terbilang tidak terlalu tua.


"Lenka,"ucap Rere masuk ke mansion bersama sang suami yang berjalan dengan santai nya mengekor sang istri.


"Kak Rere,"ucap Aga menyapa Rere dengan senyum manis nya.


"Nyonya, tuan,"ucap Kevin menyapa pasangan william itu.


Rere yang mendengar sapaan itu seketika menghentikan langkah kaki nya dan mencari sumber suara yang ada.


Rere yang melihat itu seketika memasang wajah heran melihat Aga yang sudah tersudut di sofa dan Kevin yang langsung berdiri menyapa mereka, dengan ekspresi wajah yang lebay seperti sinetron. Rere menutup mulut nya.


"Apa kalian sedang membuat adonan?"tanya Rere shock.


"Adonan? Apa itu kak? Aku sedang tidak membuat kue,"ucap Aga heran atas pertanyaan Rere yang sangat abstrak.


'Dasar istri kecil ku ini selalu tingkah nya mirip mommy,' batin Varo mengeleng mendengar pertanyaan sang istri untuk kedua pasangan itu.


Dengan polos nya Aga memasang raut wajah heran atas pertanyaan Rere, sedangkan Kevin hanya memasang wajah datar nya sambil terus berdiri.


"Sudahlah sayang, kenapa kau menganggu pasangan muda ini,"ucap Varo menarik pinggang sang istri ke dalam pelukan nya.


"Ahaha ekspresi Aga sangat lucu sayang, dia seperti aku dulu saat di tanya mommy loh,"ucap Rere mengeleng mengingkat tingkah polos nya.


"Tapi sekarang tidak lagi,"gumam Rere.


Wanita itu menatap sang suami yang menatap nya lagi dengan heran, Rere mengeleng mengingat Varo.


"Argh aku tidak polos lagi, karena suami ku mengajarkan banyak hal aneh,"ucap Rere bergabung duduk di sofa.


"Emang kak Rere tidak polos kenapa?"tanya Aga dengan penasaran.


Rere yang ingin menjawab pertanyaan Aga dengan antusias seketika mulut nya di tutup oleh Varo, sedangkan Kevin yang berdiri itu menarik tangan Agalista yang duduk itu.


"Nyonya dia sudah tahu, tapi tidak perlu tahu semua nya,"ucap Kevin menjaga istri nya itu.


"Ih sayang!"teriak Rere tidak terima oleh kelakuan Varo.


"Maaf,"ucap Varo dengan wajah takut.


Mommy dari Lenka itu hanya memasang wajah tajam kepada sang suami lalu mengalihkan tatapan nya kepada kedua pasangan sejoli itu.


"Dasar pria-pria posesif, memang kalau cinta jadi posesif, benarkan Aga,"ucap Rere meminta persetujuan wanita itu.


"Cinta? Ahaha iyah dong, benarkan sayang ku,"ucap Agalista mencubit pinggang Kevin agar mengikuti akting nya.


Kevin yang paham merangkul Agalista lalu mengecup pipi nya pelan.


"Tentu kita saling mencintai,"ucap Kevin.


Rere yang melihat ada yang aneh itu seketika tersenyum kecil lalu melirik sang suami yang juga memberikan senyum manis nya, dia berbisik pelan kepada suami nya itu.


"Dasar mereka berbohong, seperti kita dahulu,"bisik Rere dengan lucu.


"Sayang mommy, kemana!"teriak Rere antusias.


Lenka yang mendengar itu seketika menghentikan langkah nya dia menatap sang mommy dan daddy yang sedang ada di sana duduk bersama, gadis kecil dengan senang berlari.


"Mommy, daddy!!"teriak Lenka dengan senang menghempaskan tubuh nya pelan ke dalam pelukan kedua orang tua nya.


"Jangan berlari sayang, kebiasaan. Bagaimana Sam mengurus gadis kecil kita ini,"ucap Varo mengusap kepala sang anak.


"Ih suami aku ga susah ngurusin aku kok Dad,"ucap Lenka dengan memayunkan bibir nya.


"Benarkah? Hei Lenka mommy merasa kau agak tambah berat,"ucap Rere kepada sang istri.


"Benarkah mom? Aga juga bilang, aku kira Aga hanya bercanda. Tapi itu tidak masalah kan hehe,"ucap Lenka tersenyum manis.


Rere yang menikah muda dan mendapatkan momongan saat umur nya yang terbilang masih muda saat lulus sma itu, membuat umur nya dengan sang anak seperti tidak terlalu jauh.


Kadang kedua orang itu terlihat seperti adik kakak, apalagi Lenka yang sangat suka bermanja manja dengan sang mommy itu. Tapi walaupun seperti itu Rere akan bisa tegas saat dia menasehati sang anak.


"Jadi kau jadi menginap?"tanya Varo kepada sang putri.


Pria itu yang mengalihkan pembicaraan agar Lenka tidak memasang wajah manyun itu, Lenka dengan antusias mengangguk pertanyaan sang daddy.


"Sayang dengarkan mommy, kau boleh menginap. Tapi ajak Sam, dan izin dulu jika ingin menginap.


"Mommy memang merindukan mu, tapi ridho suami tetap yang paling penting, jangan melawan dan bertingkah kekanakan kau sudah menikah oke?"ucap Rere kepada sang anak.


"Udah dong, kata Sam boleh kok mom, aku izin kemarin. Aku kangen sama Lukas,"ucap Lenka cengegesan.


"Hah Lukas? Kau salah menyebutkan nama sayang, bukan Luis?"tanya Rere dengan heran atas pernyataan sang anak.


"Bukan mom, aku juga merindukan Luis dan Leon. Tapi entah kenapa aku sangat merindukan Lukas, lebih-lebih."ucap gadis itu mengatakan dengan ekspresi lucu nya.


"Tapi Lukas kan tinggal sendiri di apartemen sayang, apa kita suruh dia tinggal di mansion sampai Lenka kembali?"tanya Rere.


Varo menatap sang putri yang memasang wajah memohon untuk membujuk Lukas untuk pulang, tapi bagaimana pun Lukas adalah anak nya yang paling susah di atur. Pria itu sangat jarang pulang ke mansion karena Lukas sangat suka bermain dan mengajak para wanita nya ke apartemen membuat Varo hanya memberikan nasihat karena Lukas mengatakan dia tidak ingin keluarga william mengatur prinsip hidup nya.


"Jika mengingat kakak satu mu itu, membuat daddy merasa kesal,"gumam Varo mengatakan itu.


"Apa Lukas masih penyakitan, pria itu aku harus memukul nya saat kita bertemu,"ucap Lenka geram mendengar ucapan Varo.


"Jangan memikirkan dia, sayang tapi dimana suami mu? Kevin di sini, pasti dia juga di mansion kan,"ucap Rere mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.


"Suami ku sedang tidur, dan rencana nya Lenka ingin memasak tadi mom. Soal nya Sam lagi pusing kata nya,"ucap Lenka baru mengingat hal itu.


"Pusing, kenapa pusing?"tanya Rere heran.


"Dia sering muntah di pagi hari mom, dan tidak nafsu makan,"


"Apa?"


Bersambung....


***Maaf untuk para readers author ga update bukan karena pindah lapak tapi karena beberapa hari ini di rl sedang sibuk, tapi akan di usahakan tetap akan melanjutkan novel nya.


Dan terimakasih sudah setia menunggu***:)