SAMUEL

SAMUEL
BAB 60



"Lenka kau datang dengan siapa,"ujar Gisel memicingkan mata nya karena mengenal sosok beberapa pria itu.


"Ayolah apa minus mu makin parah, aku sudah bilang periksa itu ke dokter,"kesal Lenka kepada sahabat nya itu.


Lenka masuk terlebih dahulu ke apartemen Gisel dan mengambil kacamata gadis itu yang berada di meja, gadis itu baru ngeh ternyata banyak pria di belakang Lenka.


"Aku tidak makin parah, agak gelap jadi mata ku sakit,"jelas Gisel sesekali megucek mata nya.


"Si si silahkan masuk om semua,"jelas Gisel gugup karena seperti nya mereka semua menunggu untuk di suruh masuk.


Cklek..


Pintu tertutup, Gisel tampak canggung karena beberapa pria dewasa yang harus ikut merayakan party mereka, bukan berarti Gisel tidak pernah memiliki teman pria dan melakukan acara seperti ini, tapi satu pria yang dari depan pintu sampai duduk di sofa itu, terus menatap nya tajam membuat Gisel salah tingkah.


"Lenka ikut aku,"terik Gisel membawa gadis itu ke dapur.


Bruk..


Gisel meyudutkan tubuh sahabat nya di kulkas itu, dengan sesekali melirik takut percakapan mereka terdengar oleh beberapa pria itu.


"Kenapa kau mengajak mereka? Kita berdua kan bisa,"rengek Gisel melepaskan kukungan itu dan menghentakan kaki nya.


"Karena pacar ku baru kembali, aku juga ingin mengajak, soal nya seperti nya mereka ingin ikut, jadi aku ajak saja, kenapa?"tanya Lenka masih tidak mengerti kecanggungan sang sahabat.


"Lenka cantik ku, kau memang pintar, tapi,"


Belum selesai Gisel berbicara tampak seorang pria yang memotong percakapan mereka dengan raut wajah datar nya.


"Maaf tapi apakah aku bisa memakai toilet?"tanya Sadam melirik sang pemilik apartemen.


"Bo bo boleh, di sini ikut aku,"ujar Gisel berjalan terlebih dahulu meninggalkan Lenka yang malah memasang wajah masih bingung.


Lenka kembali ke sofa dan mulai memutar drama yang ingin dia tonton bersama Gisel itu, dia melirik bawahan Samuel yang terlihat mengunyah cemilan nya.


"Arbian jangan makan yang itu, yang ini saja,"tarik Lenka mengambil cemilan itu.


"Kakak ipar tapi aku suka rasa itu,"ucap Arbian terkejut ketika Lenka menarik keripik nya yang belum abis.


"Aku juga suka, jika kau melawan hadapi pacar ku dulu,"balas Lenka dengan sombong menepuk legan sang pacar yang seperti nya sedang mengobrol dengan Kevin.


Samuel menatap tajam Arbian, pria itu seketika langsung mengangguk tanda mengerti dan lebih memilih mengalah.


"Sampai jam berapa kau di sini?"tanya Samuel melirik sang pacar.


"Aku menginap, pulanglah,"fokus Lenka pada tontonan nya.


Entah kenapa acara party ini sedikit membosankan bagi Lenka harus duduk di antara manusia es yang tidak bisa di ajak bercanda, jika iya pun gadis itu bercanda kepada Arbian, Samuel pasti menatap nya tajam.


Lenka berdiri dan memilih mengambil minuman di dapur karena tengorokan nya yang sangat kering rasa nya, tapi tatapan nya teralihkan kepada sebuah botol yang berjejer rapi.


"Apa ini?"tanya Lenka dengan bingung.


Drap.. drap..


Gadis itu dengan girang melangkahkan kaki nya menuju sofa dengan wajah sumringah Lenka mengangkat dua botol yang dia ambil sambil tersenyum bangga.


"Ayo kita minum sirup, aku menemukan nya,"teriak Lenka mengangkat dua botol itu.


Samuel yang tidak mendengar ocehan sang pacar dan fokus bicara kepada Kevin tentang hal apa yang dia selediki texas, hingga suara Arbian membuat nya menatap Lenka kaget.


Lenka menoleh gadis cantik itu menatap Arbian yang kini mnegambil satu botol wine di tangan nya.


"Ini wine?" Tanya polos Lenka.


"Itu wine anggur kakak ipar,"ucap semangat Arbian.


"Apa rasanya enak?"tanya Lenka kembali kepada Arbian dengan mata berkedip-kedip.


"Tentu saja, jika kakak meminumnya sedikit, kakak ipar tidak akan berhenti hingga merasa puas,"jelas Arbian langsung memberinya kode untuk menuangkan wine.


Saat Lenka akan meminum wine itu, tiba-tiba tangan kekar terulur meraih winenya dan menjauhkannya darinya. Lenka menoleh, menatap orang yang mengambil winenya itu darinya.


Nafas Lenka tercegal saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Samuel yang menatap nya tajam, bahkan bibir mereka akan bersentuhan jika saja Lenka tidak memundurkan kepalanya sesegera mungkin, gil@ saja saat ini mereka sedang ramai itu memalukan.


Mereka seperti itu beberapa detik hingga semua orang di ruang tamu memperhatikan mereka dengan seksama.


"Wah seperti nya khodam big bos akan marah besar,"bisik Arbian kepada Kevin.


"Jika itu terjadi bos Sam akan memarahi mu dulu karena menjelaskan wine itu kepada nona!!"bisik Kevin datar.


Tanpa di sadari Gisel datang bersama Sadam, gadis itu terlonjak kaget melihat Sam berwajah masam kepada Lenka yang memegang botol wine.


"Astaga Lenka kau mengambil wine, itu milik kakak ku,"jelas Gisel kaget.


Tidak ada jawaban sama sekali gadis itu seperti nya akan memulai perdebatan dengan sang kekasih.


"Lenka sini,"jelas Gisel ingin membantu menjauhkan botol wine itu.


"Biarkan saja, itu urusan bos, atau kau akan ikut di marahi karena menyimpan wine, dan nona Lenka mendapati itu,"bisik Sadam menahan tangan Gisel.


'Matilah aku padahal itu kan wine milik kakak Juan, tentu apartemen ini memiliki wine, karena ini apartemen kakak pria ku bukan kakak wanita ku,'


......................


Gisel kristine


Seorang gadis cantik yang masih menempuh pendidikan kuliah nya di jurusan hukum, Gisel bercita cita menjadi seorang jaksa, saat ini dia masih menempuh semester akhir, umur Gisel saat ini adalah 21 tahun, dia lahir dari keluarga menegah atas di tuntut menjadi sosok sempurna saat diri nya tidak pintar dalam yang nama nya belajar, membuat nya di kucilkan keluarga nya sendiri.


*Jika ada yang bertanya kenapa Gisel lebih tua dari Lenka yang lebih dulu lulus menjadi dokter dan masih 19 tahun**? jawaban nya adalah karena di novel sebelumnya sudah di jelaskan Lenka anak yang pintar menepuh pendidikan 3 tahun lebih cepat dari usia nya sendiri*.


Cast Gisel pakai kacamata:



Cast Gisel tidak pakai kacamata:



Sadam indris


Pria tampan berusia 30 tahun yang menduduki dan bekerja sama menjadi anggota aeros saat dia berusia 21 tahun, menduduki posisi sebagai ketua tim informan yang sangat penting di aeros membuat nya 24 jam siap di panggil dan melaksanakan perintah sang ketua atau big bos mereka.


Memiliki satu adik perempuan bernama Rara indris, papa Sadam sudah meninggal saat kejadian satu tahun setelah kelahiran Rara, dan mama Sadam menjadi orang tua tunggal untuk anak nya.