
Suasana terlihat tegang di markas black devil itu, Lukas saat ini seolah di interogasi oleh sang adik dengan tatapan mata nya yang tajam. Sedangkan wanita ja lang tadi yang sudah mengenakan baju kekurangan bahan itu dengan angkuh duduk di samping Lukas sambil melipat kedua kaki ny dan melipat tangan di depan dada.
“Ck Ck kalian berdua sangat cocok sama sama tidak ada harga diri, tapi bagaimana pun tetap Lukas ku tidak semurah diri mu tante,”ucap Lenka melirik sang wanita dengan tatapan tidak suka nya.
“Lukas!!”rengek ja lang itu bergelayut manja di tangan kekar Lukas.
Plak…
Bukan nya respect tapi Lukas malah menepis kasar tangan wanita yang menjadi mainan nya itu, Lukas terlihat sangat risih.
“Jangan sentuh aku, apa kau mau membuat ku tambah sulit.”ucap Lukas dengan tatapan iblis nya.
Wanita itu seketika nyali nya ciut dia menelan ludah dengan kasar mendengar ucapan Lukas, bagaimana pun Lukas tetap lah seorang ketua black devil yang kejam dengan sifat nya.
“Kau salah, seharusnya seorang sampah tidak setara dengan tuan nya,”ucap Lenka berdiri dari duduk nya di atas sofa.
Tap.. tap..
Langkah kaki Lenka terdengar jelas wanita sekaligus istri Samuel Morgan itu seketika menatap jijik wanita ja lang itu. Lenka dengan kasar menarik gadis itu hingga terjatuh dan terduduk di lantai.
Brak…
“Sampah seharusnya tetap di injak, pergi dari sini sebelum aku menarik rambut mu dan melepas nya dari kepala mu nona,”
“Tolong jangan katakan aku tidak ada perasaan karena kita sesama wanita,”
Lenka tampak menghentikan perkataan nya dia menatap wanita ja lang yang terduduk dengan tatapan yang penuh amarah itu di bawah kaki nya, Lenka tersenyum Smirk.
“Karena aku sudah menghargai mu tapi tatapan mu dengan tidak sopan sudah menghakimi ku, kau dengar baik baik Lukas akan mengikuti apa keinginan ku bukan keinginan mu, benarkah Lukas!”ucap Lenka tersenyum manis kepada sang kakak dengan senyuman mengancam.
Glek..
Ayolah tatapan tajam itu di turunkan oleh seorang Varo William kepada anak gadis nya, siapa juga yang bisa menolak tatapan menakutkan itu. Lukas tampak menelan ludah dengan kasar dan mengangguk dengan cepat.
“Jangan mengangguk, usir ****** ini sekarang!”ucap Lenka dengan kesal.
“Ah iya aku lupa,”ucap Lukas dengan kaget mendengar suara sang adik yang meninggi.
Jastin yang melihat sang nyonya aeros itu seketika menggeleng dan terkekeh, ayolah aura Lenka membuat siapa saja tampak takluk apalagi dia dengar Lenka pernah mengalami hal sulit seperti hal mengerikan lain nya.
“Pantes saja tuan Sam takluk. Pawang nya seram, cantik cantik kok seram,”gumam Jastin mengeleng karena ketakutan.
“Jastin!”ucap Lenka dengan tiba tiba.
Jastin yang barusan membicarakan nyonya itu seketika kaget dan gugup takut takut Lenka mendengar ucapan nya yang mengatai atasan nya itu.
“Aku bersumpah tidak mengatai mu hal jelek nyonya,”ucap Jastin menjawab dengan lantang dan berdiri tegak.
Lenka seketika heran dan menaikan satu alis nya dengan heran mendengar perkataan Jastin yang tiba tiba itu, Lenka mengaruk pipi nya seperti anak kecil.
Ayolah untung saja Lenka tidak ngeh dengan perkataan Jastin Lenka memang pemberani tapi dia juga sedikit lemot dalam berpikir, tapi kalau di tanya soal pelajaran dia lah ahli nya. Siapa yang mampu menyaingi seorang dokter psikiater terkenal seperti Lenka bukan?
“Ah seperti baik nyonya salahkan,”ucap Jastin memberikan jalan terlebih dahulu kepada Lenka yang tampak berdiri dan berjalan beriringan dengan Lukas.
Di sisi lain Lukas tampak mengusap wajah nya kasar menatap sang adik yang duduk di samping nya di atas mobil mereka yang menuju mansion. Padahal niat Lenka ingin bertemu Lukas melepas rindu nya.
Entah ini bawaan hamil atau apa Lenka ingin bertemu Lukas yang selalu membuat nya kesal itu padahal biasa nya dia selalu mau dekat dengan sang kakak luis tercinta.
‘Ya Tuhan selamatkan lah aku dari amukan mommy dan daddy, aku tau mulut adik ku ini pasti tidak sapat di kontrol. Arghh siallll,” batin Lukas merasa tidak karuan dengan kelakuan nya sendiri.
Ayolah ini sangat aneh sifat Lukas itu entah di contoh dari siapa bermain kotor dengan pria ja lang sedang kan daddy nya varo William hanya setia dengan satu wanita, tidak pernah varo melakukan hal jelek seperti itu.
Beberapa puluh menit berlalu….
Mobil mewah milik Lukas membelah jalanan ibu kota, terlihat sang adik yang tertidur di sana Lukas terlihat sangat puas di sana seperti ny hukum nya akan di tunda beberapa saat karena Lenka akan tutup mulut selama tidur.
“Tuan apa saya yang bantu nyonya ke kamar?”tawar Jastin kepada Lukas.
“Coba saja kalau kau berani, Sam saja cemburu dengan daddy dan kami apalagi dengan kau, tangan mu bisa di potong menggendong nya anak kecil,”ucap Lukas mengejek bawahan Lenka yang menjadi penjaga adik nya itu.
Jastin tampak berpikir dan mengangguk hal itu tentu benar, Samuel tipe pria yang sangat posesif kepada istri nya sendiri. Entah karena apa tapi Sam pernah cemburu kepada kakak kembar Lenka sendiri.
“Baiklah tuan Lukas saya tidak ingin mati cepat,”ucap Jastin keluar mobil untuk membuka pintu nya dari luar.
Lukas tampak menggendong sang adik keluar mobil masuk ke dalam mansion, Lukas menengok kanan dan kiri tidak menemukan kedua orang tua nya.
“Huh aman, Lenka tidak saja ya wanita hamil tidak boleh marah marah,”gumam Lukas dengan puas.
Belum sempat Lukas naik ke lantai atas terlihat rere di sana turun sambil meneriaki sang anak yang baru pulang itu, rere tampak menatap luks dengan tajam.
“Lukas!”
“Kemana saja kau, mommy kan sudah bilang kau harus tinggal di mansion kasihan Lenka yang selalu menanyakan mu,”teriak rere dengan kesal.
“Ssst mom Lenka sedang tidur,”ucap Lukas melihatkan sang adik dan memutar badan nya memperlihatkan Lenka yang tertidur di gendong nya.
Seketika rere menutup mulut nya. Sang mommy tampak mengangguk, Lukas tersenyum puas akan hal itu tapi saat Lukas ingin mendengar suruhan sang mommy.
“Antar dia ke kamar dulu, mommy ingin bertanya,”ucap rere.
Pria itu tampak mengangguk tapi suara seseorang seketika membuat mereka mengalihkan pandangan kepada Lenka yang ternyata sudah terbangun dengan tiba tiba dari gendongan Lukas.
“Mommyyyy Lukas tidur dengan seorang wanita potong saja milik nya,”teriak Lenka.
“Mampus,”