
"Wah angin nya sejuk di sekitar sini,"ucap Lenka dengan senang menghirup udara di sekitar nya.
Ya saat ini keluarga William sudah sampai di desa tempat di mana seorang Regita ananda di lahiran sekaligus seorang istri dari varo William pria terkaya nomor satu di dunia.
"Emang udara di sini masih sangat alami tapi kenapa kita harus turun di sini Daddy seperti nya mobil bisa masuk,"keluh Lukas kepada sang Daddy.
Pria paruh baya itu yang sedang menikmati udara sambil berbincang dengan sang istri, menikmati udara segar seketika merasa terganggu dengan keluhan Lukas yang tiada habis nya.
"Lihat badan mu Lukas, badan kekar seperti itu mengeluh kepada orang tua apa tudak membuat mu malu? Para gadis akan menertawai mu,"ejek varo kepada sang putra.
“Tapi aku sangat lelah harus berjalan,”kesal Lukas mengatakan itu dengan kesal.
“Lukas jangan terus mengeluh seperti itu, mommy sudah memperingati kan mu ya,”jawab rere mengalikan badan nya.
Glek..
Lukas yang mendengar itu seketika menelan ludah nya dengan kasar, pria itu yang tadi nya mengeluh dan jalan malas sekarang menegap kan badan nya dengan lurus.
“Baik nyonya William,”jawab Lukas dengan tegas.
“Haha dasar kau ini jika mommy baru kau dengarkan ya,”jawab varo terkekeh mengeleng mengatakan itu.
Ya bagaimana mereka tidak lebih yakin dengan perkataan rere karena jika sekali rere berkata ya maka hasil nya ya sedangkan varo yang sayang kepada anak nya pasti selalu memanjakan anak nya tapi pria itu kalau sudah serius maka akan sangat serius.
“Maka nya tu Lukas dengerin,”jawab Lenka ikut mengejek.
“Seperti nya menikmati udara segar sambil berjalan kecil seperti ini akan membuat twins sehat sayang,”jawab Samuel mengatakan itu.
“Kau benar Sam maka nya jangan kurung istri mu di kamar mulu kau sama saja dengan varo sangat memanjakan istri ketika hamil kalau jarang bergerak itu bukan hal bagus loh, tapi untung dulu mommy sering menanam bunga dan daddy mengizinkan,”jawab rere mengatakan itu dengan panjang lebar.
“Aku lagi, ini gara gara mu sam,”kesal varo tajam.
“Lah kok aku dad?”Jawab Samuel dengan bingung nya.
“Terserah,”kesal varo.
“Kayak cewe aja daddy terserah,”kekeh Lenka tertawa kecil merasa lucu melihat cara sang daddy merajuk.
Terlihat kehidupan desa yang asri beberapa orang masih ada yang berangkat ke sawah begitu pula ibu ibu yang membeli sayur, mereka yang di sana terlihat menyapa.
“Astaga rere!!!!!”teriak salah satu ibu ibu di sana.
Rere yang mengenal suara itu seketika memutar wajah nya wanita itu menatap rere dengan senyum sumringah rere lama menatap wanita itu hingga akhirnya rere ikut tersenyum.
“Astaga kak apa kau itu?”tanya rere dengan antusias.
“Iya sudah sangat lama semenjak terakhir kau ke sini bahkan kalian tidak hadir di pernikahan ku dan bemo,”kesal wanita itu.
Rere terkekeh mendengar itu ya bagaimana pun wanita yang ada di depan nya itu adalah istri seorang bemo pria yang pernah menyukai nya sekaligus pria yang sangat baik terhadap keluarga nya sendiri dan nenek nya saat itu.
Wanita itu terdiam dia paham betul dengan masalah apa yang di alami seorang regita ananda semenjak menjadi istri seorang varo William bukan suatu hal yang mudah bagi rere sendiri.
“Ih aku bercanda tidak masalah kau tidak datang, ini hal kecil,”jawab wanita itu.
“Siapa mom?”tanya Lenka dengan heran.
Sedangkan varo hanya menatap datar wanita di depan nya dengan kesal karena dia ingat ketika wanita itu pernah menjebak sang istri dan hampir membuat nya celaka.
“Ini teman mommy Lenka, kenal kan ini anak ku yang bungsu nama nya Lenka,”jawab rere mengenal kan anak nya.
“Sudah lah kita tidak terlalu akrab untuk saling mengenal, ayo sayang aku mulai bosan,”jawab varo dengan datar.
“Baik sayang, kak aku duluan ya sampai jumpa,”jawab rere pamit.
“Baiklah rere sampai jumpa,”senyum gadis itu.
Mereka yang asik mengobrol seketika tidak terasa akhir nya sampi di sebuah rumah yang sangat sangat sederhana tapi rumah itu seperti sudah di renovasi tanp mengubah sedikit pun model lama nya, ya rumah itu memang di rawat oleh varo takut takut sang istri ingin tinggal di sana di hari tua nya atau sekedar berkunjung.
“Aku merindukan rumah ini,”jawab rere menatap depan rumah nya.
Wanita paruh baya itu terdiam dia menatap halaman rumah lalu ingatan beberapa puluh tahun berputar kembali ketika dia turun dari angkot depan jalan raya dan menuju rumah nya berlari untuk pulang menemui sang nenek yang memasak di dapur untuk menyambut nya.
Mereka memutuskan masuk ke dalam rumah di ikuti yang lain tidak ada yang bicara karena mereka mengerti rere pasti sedang merasakan nostalgia nya kepada rumah ini.
“Aku pulang ibu nenek,”gumam rere membuka pintu dan masuk.
Barang barang nya masih sama hanya saja itu lebih terawat rere terkekeh menatap ruang tamu di sana dia mengingat ketika varo datang melamar nya secara mendadak.
“Mas kau ingat dulu kau duduk di sini dan melamar ku dengan sombong nya, hah aku tidak bisa lari jeratan hubungan itu tapi karena itu juga aku memiliki kalian semua.”Gumam rere menatap sang suami anak dan menantu nya secara bergantian.
Hiks. Hiks..
“Maaf kan aku baru kembali,”gumam rere meneteskan air mata nya.
Varo yang melihat itu seketika memeluk sang istri bagaimana pun dia lebih tahu dari siapa pun sesakit apa dan sejatuh dan down apa rere ketika sang nenek pergi meninggal kan nya begitu pun masalah dan kenyataan datang satu persatu bertubi tubi. Yang penasaran kisah mommy dan daddy William bisa cari judul nya kekasih polos ceo.
“Sudah lah jangan menangis aku sakit melihat mu seperti ini,”jawab varo mengatakan itu.
Rere seketika menghapus air mata nya cepat dia menatap sang putri yang juga sudah berderai air mata sambil sesenggukan rere terkekeh dia tahu Lenka pasti akan gampang sedih ketika melihat orang menangis karena itu bawaan hamil.
Hiks hiks..
“Aku tidak tahu kalau mommy lebih sesakit itu maaf kan Lenka yang masih sering nakal,”jawab Lenka menangis tersedu sedu.
“Astaga dasar kau ini sudah hampir memiliki anak jangan seperti itu kau bukan anak kecil sayang sini peluk mommy,”jawab wanita paruh baya itu terkekeh menatap sang putri.
“Habis nya mommy menangis aku juga ingin menangis mom,”