SAMUEL

SAMUEL
BAB 91



Persiapan pernikahan Lenka dan Samuel di lakukan dengan cepat oleh asisten Samuel yaitu Kevin, apapun tentu bisa dilakukan cepat dengan uang bukan? Bagian terpenting di setiap acara pernikahan adalah baju pengantin saat ini Lenka tengah fitting baju bersama dengan keluarga nya yang lain.


"Sam apa kau tidak mengundang wanita itu?"tanya Varo kepada Samuel yang terlihat fokus menunggu calon istri nya mempersiapkan diri.


Pria itu menolehkan kepala nya menatap Varo, lalu pria itu terdiam seolah memikirkan apa perkataan Varo kepada diri nya.


"Tidak, saya tidak berniat melakukan nya dad,"ujar Samuel kepada Varo.


"Tapi bagaimana pun dia itu ibu biologis mu,"ujar Varo kembali menatap Samuel dengan perkataan serius nya.


"Setelah dia tahu dad meninggal tapi dia tidak datang ke acara pemakaman, setelah dia tidak menganggap ku anak karena itu hanya sebuah kesalahan yang membuat nya berhenti bekerja menjadi model karena hamil diri ku? Tidak, dia terlalu banyak mengutuk ku dad, aku tidak mau dia akan mencaci Lenka di depan ku,"ujar Samuel dengan geram nya mengatakan itu dengan tatapan penuh kekecewaan.


Varo terlihat terdiam atas perkataan Sam, pria itu tahu apa yang di rasakan saat ini oleh Sam dan juga seperti nya Samuel sudah menuruti Rere untuk memanggil Varo dengan sebutan dad yah.


"Tuan, nyonya pengantin wanita sudah siap,"ujar karyawan butik itu membuka gorden.


Srek...


Bunyi gorden di tarik lalu memperlihatkan seorang gadis cantik sedang berdiri tersenyum manis kepada semua orang, Sam tercengang gadis nya sangat cantik dalam balutan gaun yang panjang putih yang indah, gadis itu bagai bidadari dunia dan surga nya untuk Samuel.


Prok.. prok..


Semua bertepuk tangan saat Lenka keluar, terutama para kakak kembar nya yang terus memuji adik mereka yang cantik itu, sedangkan Sam hanya terus tercengang. Lenka memasang wajah cemberut nya ketika calon suami nya hanya diam tanpa memberikan satu pun tanggapan.


"Sam apa kau tidak suka gaun yang ini?"tanya Lenka dengan bertanya kepada pria itu.


Semua orang menatap Samuel lalu Rere yang melihat calon menantu nya itu seketika paham apa yang di pikirkan pria itu sampai tidak mau memuji putri nya yang cantik jelita.


Haha..


"Sayang, Sam bukan tidak mau memuji mu, diam itu tanda kau sangat cantik sampai dia tidak bisa berkata kata seperti daddy mu dahulu,"jelas Rere mewakilkan.


Semua orang yang tertawa kecil menyadarkan Samuel atas keterpakuan nya yang diam seribu bahasa tanpa kata apa pun Sam mulai mendekat kepada Lenka, pria itu tersenyum.


"Mom benar sayang, saking cantik nya kau. Kata-kata pujian mungkin tidak cukup untuk memuji kecantikan calon istriku,"jawab Samuel.


Gadis itu merona karena malu sedangkan para karyawan jomblo hanya bisa gigit jari karena keromantisan yang mereka lihat sejak awal bekerja di sini yah walaupun ada beberapa para pengusaha yang fitting baju disini hanya sekedar pernikahan politik saja tanpa adanya cinta sama sekali.


"Kita pilih yang ini saja,"ujar Lenka tersenyum.


Acara fiting baju di selesaikan cepat tanpa bertele-tele semua undang sudah di sebar dengan cepat hanya sekedar menunggu hari pernikahan Lenka bersama Samuel. Mereka semua pulang ke mansion William sedangkan Sam pamit terlebih dahulu kepada sang kekasih untuk menuju markas aeros.


Di sisi lain terlihat seorang pria dan wanita sedang duduk di sebuah meja makan yang kosong sudah di bersihkan, gadis itu terlihat baru selesai memasak dan masih menggunakan apron. Ekspresi wajah nya serius sambil memegang satu kertas yang ada di tangan nya.


"Apa ini?"tanya Kevin dengan wajah heran menatap sebuah kertas yang ada di tangan nya yang di berikan oleh Agalista kepada diri nya.


"Jangan pura-pura bodoh aku tidak mencintai mu kita akan menikah di atas kertas seperti yang di novel-novel itu loh? Keren bukan,"tanya Agalista dengan wajah ceria nya bertanya.


"Ekhem aku keren sekali seperti di novel hoh,"bangga Agalista sambil menandatangi nya.


"Selanjutnya kau Kevin,"jelas Agalista kepada pria itu.


"Jangan harap aku akan menandatangi permainan kekanakan mu Aga, kita akan tetap menikah sesuai dengan aturan yang kau ingin kan tanpa perlu susah seperti ini,"jelas Kevin menggeleng dan berdiri dari kursi meja makan nya.


"Hayolah Kev, kau ini padahal aku sudah mempersiapkan nya mana tahu ini akan sangat seru,"rengek gadis itu kesal kepada Kevin.


Tidak ada jawaban sama sekali Kevin menjalankan kaki nya menuju kamar nya, Agalista yang kesal mengumpat sambil melayangkan pena itu.


"Dasar pria kaku! Kau mengabaikan model cantik seksi seperti ku ini!"teriak Aga melempar pena itu.


Bruk...


Pena itu tepat melayang ke kepala Kevin membuat Agalista seketika membelalak kan mata nya kaget, pria itu memutar badan nya menatap Aga yang menutup mulut nya kaget, wajah Kevin yang datar memberikan tatapan ingin membunuh kepada Aga.


"Kev tenang mmm sabar oke, sabar,"ujar Aga berusaha menenangkan pria itu yang berjalan cepat mendekat kepada nya.


Drap.. drap..


Langkah kaki Agalista mundur perlahan lalu berlari menghindari Kevin yang mengejar nya dengan cepat dan tatapan membunuh seolah di kejar zombie gadis itu berteriak ketakutan.


Arghh..


"Ampun Kev,"teriak Agalista saat Kevin mengangkat tubuh nya seperti karung beras dan menjatuhkan badan gadis itu ke sofa.


Bruk..


Tubuh Aga terhempas Kevin memegang dagu gadis itu dan mendekatkan wajah nya sebelum dia melakukan tindakan nya pria itu menyeringai kecil menatap Aga yang memasang wajah ketakutan.


"Hukuman mu my bride,"ujar Kevin mencium bibir gadis itu dan mengigit nya membuat Aga membulatkan nya kaget.


Bruk..


"Akhh Kev ini kekerasan dalam rumah tangga,"teriak Aga menutup bibir nya dengan wajah memerah karena malu.


"Shut up babe, hilangkan pikiran mu tentang pernikahan kontrak itu, ini bukan seperti novel kesukaan mu sayang,"jelas Kevin memberikan senyuman nya dan mengusap rambut Aga dengan kesal.


Agalista hanya terdiam bukan karena ancaman Kevin kepada nya, langkah pria itu menjauh sedangkan Agalista sedang terduduk di sofa dengan bibir bengkak dan wajah memerah.


Deg.. deg..


'Kevin si@lan dia sangat tampan, arghh apa yang aku pikirkan bod0h setelah kami menikah tidak lama kami akan bercerai, enak saja perjaka tua itu mau memiliki tubuh ku yang seksi tanpa kontrak, bermimpilah!'