
Brum... Brum...
Suara mobil sport milik Samuel membelah jalanan ibu kota tersebut, jalanan yang ramai ketika siang hari ingin menjelang sore itu terasa sangat indah di dalam mobil hiruk pikuk kota dan asap polusi sudah biasa di lihat oleh Lenka.
Beberapa menit menempuh perjalanan menuju markas dengan Kustom babi yang di gunakan Samuel dan Lenka yang menggunakan kostum kelinci itu terlihat sudah sampai di depan markas aeros.
Brak...
Suara pintu mobil di tutup kuat oleh Lenka, terlihat gadis itu ingin membawa semua belanjaan nya sendiri. Samuel yang melihat itu sedikit panik.
"Sayang letakan itu!"
"Biarkan bawahan ku yang membawa nya,"
"kau sedang hamil,"
Ucap Samuel mengambil barang barang yang sangat berat itu dan kembali meletakan nya ke belakang mobil Lenka hanya tanpa mengerucut kan bibir nya manyun.
"Ish padahal aku mau bawa langsung ke ruang utama mas,"ucap Lenka bergumam mengatakan itu.
"Biar mereka yang aku suruh,"
"Kalian bawa barang barang ini ke ruang kerja utama,"
"Baik bos,"
Ucap mereka mengatakan itu dengan serempak mengikuti perintah atasan mereka tersebut. Samuel terlihat menengok kanan dan kiri merasa malu. Dia tahu anak buah nya barusan saja menahan tawa.
Drap... Drap..
Derap langkah kaki seseorang yang melewati halaman markas itu terdengar jelas, Jastin yang sehabis menerima telepon itu seketika berhenti di depan kedua majikan nya itu yang saling bergandeng masuk ke markas.
"Pfttt hahaha big bos kau kau kau kau seperti babi yang imut,"ucap Jastin tertawa lepas.
"Siap Jastin diam kau!"kesal Samuel mengatakan nya itu.
Mereka bertiga melangkah kan kaki nya ke dalam ruangan utama itu, Lenka terlihat membuka pintu perlahan dari luar.
Krik..
Decit pintu yang tertutup dari luar itu dan di buka oleh Lenka terdengar mereka semua yang tadi nya fokus ke komputer seketika fokus ke suara pintu yang terbuka, beberapa detik beberapa menit semua orang saling pandang menatap Samuel.
Hingga akhirnya suara tawa pecah di ruangan itu apalagi arbian yang sangat keras suara nya di sana lebih dominan.
Pfttt hahaha...
Tawa bawahan Samuel itu sangat keras seolah puas menertawai sang atasan sedangkan Samuel hanya menatap datar anak buah nya.
"Big bos kau sangat lucu ututu, apa ini yang di katakan orang badan tampang preman hati hello Kity bukan?"jawab arbian mengatakan itu.
Damn...
Perempatan sikut terlihat muncul di jidat Samuel pria itu sangat kesal atas perkataan arbian yang sangat menohok hati nya yang murah meriah itu.
"Apa kau mengatakan aku hello Kitty hah?"tanya Samuel dengan kesal.
"Haha bos kau sangat lucu,"
"Benar kata arbian kau seperti hello Kitty,"
"Bos kita sangat imut,"
"Mana babi nya pink lagi warna nya,"
"Itu sangat memalukan,"
Semua bawahan Samuel terlihat menertawai keras sang atasan, beberapa detik beberapa menit mereka belum terlihat diam atas tawa yang puas puas nya mengetawai Samuel yang tengah menderita itu.
Krik... Krik..
Semua orang seketika terdiam kikuk, suara tawa tadi berubah menjadi tatapan menahan tawa mereka sangat fokus untuk diam, satu persatu dari mereka ada juga yang memasang wajah ngeri.
Harimau peliharaan Samuel yang dari diri nya kecil itu sudah banyak menemani nya mengeksekusi satu persatu tahanan nya. Samuel yang sudah paham sifat alami harimau itu sangat percaya 100 persen dia saja bisa memakan tuan nya.
"Nah bagus kalian diam bukan?"
"Apa kalian mau melihat harimau itu party memang daging kalian dan merobek nya,"
"Maka dari itu diam!"perintah Samuel dengan sangat amat keras nya.
Semua bawahan Samuel seketika menurut dan tidak tertawa lagi sedangkan Lenka tidak peduli dengan hinaan atau cercaaan yang di terima suami nya itu gadis itu terlihat fokus melihat isi isi kotak itu.
Plak...
Lenka terlihat menepuk tangan nya dengan senang dan bangga seolah di sudah menyesuaikan dan mendapat apa yang dia pikir kan seolah sesuatu sudah tercapai kepada nya.
"Okey siap aku hadiah untuk kalian semuaaaa,"teriak Lenka memutar badan nya.
Suasana yang tadi nya tegang di akibat oleh Samuel itu seketika berubah menjadi damai dan santai kembali. Semua orang terlihat sangat penasaran dengan Hadiah dari seolah Lenka Morgan yang biasa nya memberikn mereka hal enak atau bonus uang tambahan.
"Wah aku ada ga nyonya?"tanya Jastin yang tiba tiba datang di belakang Lenka.
"Tentu kau juga ada Jastin sabar saja kalian semua kebagian kok,"ucap Lenka dengan keras dan nyaring.
Semua bawahan Samuel yang tadi sudah terdiam karena panik oleh sang atasan pria sekarang berubah menjadi senyum bahagia karena atasan wanita yang akan memberikan mereka hadiah tersebut.
"Apa nona akan memberikan kita makanan lagi,"
"Kalau iya kali ini aku request sushi deh,"
"Hmm kalau aku mau lobster sih,"
"Benar tuh lagi ngidam yang sefood sefood juga nih,”
“Lah mata mu picek ngidam kan yang hamil nona Morgan kenapa kau yang ngidam,”
“Tahu tempe gajelas banget sih,”
Begitulah percakapan ricuh yang terdengar satu persatu di ruangan itu, Lenka mengeluarkan satu paper bag khusus dia tidak mau melihat bawahan Samuel penasaran lagi dengan hadiah nya.
‘Nah mampus kalian rasakan itu bagaimana rasa nya merasakan apa yang aku rasakan jangan bahagia dulu kalian akan mendapat kan hadiah, aku akan menikmati wajah tertekan an kalian satu persatu,’ batin Samuel tersenyum smirk melihat Lenka yang akan mengeluarkan sesuatu barang dalam paper bag itu.
Lenka melangkah kan kaki nya kepada para petinggi aeros dia terlihat mengeluarkan pakaian yang sangat lucu itu.
“Nah sadam pakai kuala,”
“Kalau arbian pakai yang anjjjg,”
“Kalau Jastin pakai hamster,”
“Nah yang kalian juga ambil di sini pilih kesukaan kalian apa bisa pakai langsung sini ayo sini,”
Ucap Lenka memanggil anak buah Samuel, Damn itu. Wajah yang semula nya tadi tersenyum bahagia menerima hadiah seketika mengerut cemberut dan menaikan alis mereka terlihat tertekan oleh istri tuan mereka tersebut.
“Kalian kenapa cuman melihat? Sini ambil ih!”kesal Lenka mulai menatap tajam semua orang satu persatu.
Ayolah mereka malu memakai itu kalau tidak memakai nya suami nya pasti akan memarahi mereka, semua orang terlihat mendapatkan satu pakaian kustom itu.
“Nah hari ini saja tolong kalian pakai sambil bekerja ya,”ucap Lenka dengan memohon dan memelas.
“Yang benar saja nona ini bukan sekedar kustom binatang lagi udah jadi kebun binatangggg,”