SAMUEL

SAMUEL
BAB 98



Semua orang saat ini sudah selesai makan kecuali kedua pasutri baru itu, terlihat Samuel yang sedang duduk fokus ke arah istri nya sedangkan Lenka yang sedang menyuapi makanan ke mulut nya lalu bergantian dengan Samuel.


Ya, mereka makan dalam satu piring dan sendok yang sama, jangan iri jangan dengki jangan iri dengki. Begitulah konsep nya saat ini ketika para muda mudi itu tengah melihat kedua orang itu dengan wajah malas.


"Dunia rasa milik berdua bund, kita mah ngontrak iya ga,"teriak Alisa kepada kedua orang itu sambil menyengol lengan Dhea.


"Iyah ih tapi so sweet,"ucap Dhea yang malah gemas sendiri itu.


Sedangkan para pria saat ini tengah duduk di tepi kolam renang, mereka berbincang satu sama lain. Otak pria ketiga keluarga itu tidak dapat di jangkau oleh para gadis, bahasana mereka sudah tingkat inter.


"Jadi Alaska kapan kau akan mengambil alih perusahaan uncle Axel,"tanya Luis kepada pria itu.


"Luis william, apa kau barusan bertanya kepada anak berusia 17 tahun?"tanya Alaska kembali.


Lukas terlihat mengambil posisi duduk di antara ketika kubu itu, pria itu memang paling bisa mencairkan suasana dari para pria kaku tiga keluarga itu.


"Ayolah kalian pasang wajah senyum sedikit, wajah tampan kalian seperti singa yang akan mencabik musuh nya, sangat seram,"ejek Lukas kepada para pria itu.


"Tapi Aska benar Luis, dia masih butuh belajar,"jawab Dean menimpali.


"Ya aku hanya bertanya, lagi pula Arnolda tentu harus memiliki ceo yang ambis. Atau kau akan mengikuti jejak daddy mu saja,"jawab Luis dengan santai.


"Entahlah, aku akan memikirkan nya. Lagi pula Dean juga belum mengambil alih perusahaan uncle Reno. Cuman kalian yang terlalu ambis,"jawab Alaska kepada kembar L.


"Kami tidak ambis, tapi memang sudah kewajiban,"gumam Luis menatap langit ibu kota yang cerah.


"Kita bisa membahas jika kalian juga sudah menjadi penerus selanjutnya, mari kita bekerja sama. Lagi pula umur 3 tahun di antara kita bukan lah jarak yang jauh,"ucap Leon kepada A dan D.


Mereka berdua saling melirik lalu menyeringai kecil dan menjawab serempak.


"Tentu,"


"Jika kerjasama itu menguntungkan,"sambung Dean.


Lukas yang dari tadi hanya diam sambil mendengar empat pria itu berbicara, bagi nya hal tentang perusahaan dan dokumen adalah hal yang paling membingungkan otak nya.


"Ck pembicaraan apa ini, lebih baik kalian membahas bagaimana cara aku mengimpor senjata rakitan black devil ke italia, tanpa banyak bacot,"jawab Lukas yang mulai kesal.


"Tuan dosen sebaiknya sembunyikan saja identitas mu dengan benar, atau teman-teman mu akan lari ketakutan jika mereka mengetahui siapa diri mu di dunia bawah."ucap Alaska menepuk bahu Lukas.


"Ck si@l,"umpat Lukas menghempaskan tangan Alaska.


Tidak ada yang tahu siapa Lukas di dunia bawah sana kecuali mereka yang memang bekerja sebaik gengster atau pun mafia. Tingkah konyol Lukas memang membuat semua orang tidak tahu, bahkan keluarga nya sendiri hampir jarang dia beritahu.


Alisa dan Dhea saat ini tengah berdiri di dekat kolam renang mendengar dari jarak beberapa meter para pria yang berbincang, mereka telrihat saling melirik.


"Obrolan pria memang sangat berat yah kak, daddy saja begitu,"jawab Dhea kepada Alisa.


"Maka dari itu aku malas dengan yang nama nya pria,"jawab Alisa mengeleng.


Di sisi lain Samuel dan Lenka baru menyelesaikan acara makan mereka, gadis itu meneguk minuman nya hingga tandas.


"Kamu ga haus?"tanya Lenka kepada suami nya.


"Haus tapi mau minum dari bekas gelas ayang aja,"ucap pria itu dengan senyum manis nya.


"Dasar,"senyum Lenka tertawa kecil melihat tingkah Samuel.


Bukan nya tambah biasa saja setelah menikah, Samuel sekarang lebih suka terang-terangan memperlihat kan kemesraan mereka di depan semua orang. Tentu Sam sudah terbiasa terlebih saat mereka masih berpacaran pria itu akan sangat sopan dan tahu diri, kalau pacaran pasti ada batas nya.


"Tentu tidak, aku yakin kau masih ingin sering pulang ke rumah,"ucap Samuel mengusap pipi Lenka.


"Kau masih banyak tempat pulang, tapi aku hanya memiliki mu sebagai tempat pulang ku,"ujar pria itu dengan gumaman nya.


Seketika Lenka mendengus, pria itu selalu saja mengatakan hal yang menyedihkan tentang diri nya.


Grep..


Lenka mengatup pipi suami nya itu, sehingga terlihat wajah tampan Samuel yang menatap diri nya lekat, pria itu memayunkan bibir nya membuat Lenka mendengus lalu tertawa kecil.


"Jangan cemberut, keluarga sekarang juga keluarga okey?"tanya Lenka mengajari Sam seolah seperti anak kecil.


Pria itu mengangguk menurut kepada Lenka, membuat Lenka akhirnya yang tidak tahan karena gemas memeluk suami nya itu dengan kuat.


"Jangan cemberut lucu tahu ga,"jawab Lenka kepada pria itu.


"Sayang aku dari lucu, kau tidak sadar?"tanya Samuel yang ada dalam pelukan Lenka mendongkak kan kepala nya ke atas.


"Emm benar sih,"jawab Lenka tertawa mengangguk.


"Aduh adem banget ya,"jawab Anggun yang baru datang ke meja makan karena ponsel nya tertinggal.


Lenka yang mendengar itu seketika memutar wajah nya menatap sang pemilik suara, Lenka melepas pelukan itu dengan wajah cengengasan nya kepada Anggun.


"Anggun apa kau iri? Apa suami tua mu itu sudah tidak bisa bersikap manis lagi?"tanya Sam.


Dug..


Saat Samuel mengatakan itu tiba-tiba Reno datang memukul kepala nya kuat, membuat Samuel meringis menatap Reno yang memasang wajah kesal nya.


"Jaga bicaramu, dia hanya milik ku, dan tidak akan berubah, ayo sayang,"ketus Reno menarik tangan Anggun.


Lenka tertawa melihat betapa posesif nya uncle Reno itu, mereka juga seperti pasangan muda. Wajah mereka yang awet seolah tidak membuat orang berpikir memiliki anak yang sudah besar-besar dan pintar.


"Wah parah, penganiayaan,"ketus Samuel memegang kepala nya yang terasa sakit.


"Sam, Lenka ayo kesini!"teriak Alisa kepada dua orang itu.


Akhirnya mereka yang memang sudah menyelesaikan makan memilih juga mendekat ke kolam renang, lihat lah para pria william, arnolda dan alferoz itu sudah memakai celana renang mereka seolah siap akan memulai taruhan lain.


"Subahanallah, nikmat nya pagi,"teriak Dhea dengan heboh melihat perut sixpack para pria tampan.


"Kak Luis sangat tampan!"teriak Dhea dengan hebob membuat Luis yang berdiri mendengus kesal.


"Adik mu,"ucap Lukas.


"Dia dari kecil memang seperti itu kan kepada Luis,"ucap Dean menjawab.


Sedangkan Lenka yang melihat itu juga mendapati cuci mata yang indah, Samuel yang melihat istri nya terpana merasa kesal. Sam membuka baju kaus nya dan bergabung dengan bocah itu.


"Sayang, jangan lihat mereka, aku saja!"rengek Sam.


"Wah tubuh suami ku tetap yang paling keren,"teriak Lenka melihat badan Sam seksi Sam.


Pria itu bergabung dengan yang lain nya, sedangkan para bocah saling melirik dan membatin.


'Bucin sekali uncle Sam, di puji Lenka langsung tersenyum,' batin mereka semua.