SAMUEL

SAMUEL
BAB 153



"Ah bukan begitu tuan morgan, saya hanya melakukan tugas saya sebagai dokter,"ucap wanita itu dengan canggung ketika Samuel menyudutkan nya.


"Tugas sih tugas, tapi tetap tidak boleh,"kesal Samuel mengatakan itu.


Rere yang berada di luar seketika mendengar kerusuhan di dalam, dia paham hal ini. Samuel seperti nya sebelas dua belah dengan ayah mertua nya dulu saat Rere hamil, wanita itu menghela nafas dan masuk ke dalam ruangan perawatan itu.


Cklek...


Suara pintu terbuka dari luar seketika mengalihkan perhatian Lenka dan Samuel serta dokter tersebut. Seseorang yang sangat mereka kenal siapa lagi kalau bukan nyonya william yang cantik.


"Sini ikut aku keluar,"ucap Rere menarik tangan menantu nya itu.


"Mom, apa maksud mu? Tapi dokter itu terus mengintip perut istri ku,"ucap Samuel tidak terima.


"Ikut aku Sam!"tegas Rere kepada menantu nya itu.


"Gapapa sayang bentar doang kok,"ucap Lenka kepada suami nya.


Seketika Samuel mengangguk menerima itu, jika Lenka yang mengatakan pria itu langsung terdiam dan memilih tetap di sana tanpa menghalangi pekerjaan dokter itu.


"Aku di sini mom, serius,"ucap Samuel megangkat tangan nya layak nya tersangka.


Rere seketika menatap tajam menantu nya itu lalu pergi keluar ruangan percaya akan apa yang di katakan menantu nya, akhirnya pemeriksaan di mulai sambil mengobrol ringan.


"Aku tahu jika aku sedang mengalami nya, pantas saja aku sangat moodyan Des,"ucap Lenka kepada dokter wanita itu.


Deska seorang dokter cantik anak dari dokter pribadi keluarga william yaitu dokter Rangga, mungkin kalian yang masih ingat di awal cerita Kekasih polos CEO dokter Rangga sangat sering di munculkan dengan latar rumah sakit.


"Aku kira kau tidak tahu apa yang sedang aku lakukan, ups aku lupa kalau kau juga dokter. Hal ini sangat dasar Lenka,"ucap Deska tertawa.


Lenka mengangguk sambil mengusap air mata nya, dia melihat layar monitor yang menampilkan sebuah gambar yang dia tahu maksud nya. Sedangkan Samuel? Dia sama sekali tidak mengerti pembicaraan kedua orang wanita itu.


"Hei Lenka mereka kembar, memang gen keluarga william sangat terkenal karena kembaran nya, tapi ini cuman twins, tidak sebanyak mommy mu dulu ahaha,"goda Deska meletakan kembali alat nya.


Perut Lenka kembali di tutup, pemeriksaan pun selesai. Hal yang pertama yang membuat Samuel heran adalah melihat istri nya yang masih terduduk di kasur pasien sambil menangis, membuat Sam panik.


"Sayang apa itu sakit? Apa dia menyuntik mu, siaalan apa aku harus bom rumah sakit ini,"kesal Samuel menatap tajam dokter wanita yang habis memeriksa Lenka itu.


Wanita muda itu hanya terkekeh mendengar ucapan suami nya, sedangakan Deska memasang wajah merinding mendengar ucapan Samuel.


'Kenapa sih pawang keluarga william pada seram-seram semua pria nya,' batin Deska mengingat cerita daddy nya yang mengatakan kalau Varo adalah orang yang menyebalkan dan selalu memerintah seenaknya dan memarahi nya.


Ya walaupun itu juga karena Varo punya alasan untuk itu, Lenka yang mendengar pendapat suami nya seketika mencubit perut sixpack pria itu pelan, dia mengalungkan lengan nya ke leher Samuel dan tersenyum.


"Tidak apa-apa, aku akan membangun lagi yang lebih sangat sangat sangat sangat besar untuk doktet Lenka Ananda Morgan,"ucap Samuel kepada istri nya.


"Benarkah? Aku semakin mencintai mu, tapi tetap jangan lakukan hal itu,"ucap Lenka mengeleng.


Pria itu mengangguk, Lenka turun dari ranjang pasien itu sambil di tuntun menuju meja Deska untuk memberi informasi nya. Deska terlihat melontarkan beberapa patah kata yang membuat Samuel memasang wajah kaget bercampur bingung.


"Selamat untuk tuan morgan dan nyonya morgan, kalian akan menjadi orang tua."


"Dan seperti nya bayi kalian kembar dua, tapi kita belum bisa mencek pasti kelamin nya, jadi datanglah untuk cek rutin oke,"ucap Deska tersenyum ramah sebagai dokter kepada pasien nya.


Samuel melongo mata nya berkedip beberapa kali dengan lucu menatap dokter itu dan Lenka bergantian dengan wajah bingung nya, lalu pandangan nya lama jatuh kepada perut Lenka dan menatap sang istri yang mengganguk.


"Benarkah? Di sini anak kita?"ucap Samuel dengan tangan bergetar nya memegang perut rata Lenka.


Lenka menarik tangan suami nya untuk lebih meraba perut rata nya, wanita itu kembali mengangguk, Samuel terlihat tersenyum bahagia menumpahkan air mata nya dengan suara bergetar.


"Sayang, kita punya baby. Daddy aku juga sudah bisa memiliki anak, keluarga morgan, aku akan mempertahankan nya dengan wanita ku,"ucap Samuel memeluk sang istri.


Bagaimana Samuel tidak sedih, saat dia menikah tidak ada orang atau saudara yang dia cintai hadir. Dan bahkan ketika sang istri hamil, daddy nya juga tidak akan pernah tahu tentang kebahagian nya, sebuah tangan kecil mengusap rambut Samuel.


"Sayang aku juga bahagia, mungkin ini titipan tuhan. Jadi jangan menangis dan bersedih, daddy akan selalu memantau di sana, berbahagialah,"ucap Lenka.


Samuel mengangguk, pria itu melepaskan pelukan nya, dia mengendong istri nya dengan bahagia dan mengangkat tubuh ringan istri nya untuk sekedar memutarkan badan nya menyalurkan kebahagian nya.


"Astaga tuan, hati-hati nanti dokter Lenka bisa terjatuh,"ucap Deska panik.


"Astaga maafkan aku sayang kau baik-baik saja? Dan twins are you okey?" tanya Samuel dengan lucu nya berjongkok di depan perut Lenka.


"Kami baik-baik saja daddy,"ucap Lenka menirukan suara anak kecil.


"Terimakasih dokter, tanpa dokter kandungan di dunia ini sampai perut istri ku besar pun aku masih tidak tahu apa dia hamil atau tidak, aku akan meminta william menaikan jabatan mu,"ucap Samuel santai dan terus mengecupi pipi istri nya.


Sedangkan Deska yang mendengar itu hanya mengaruk belakang kepala nya dengan heran, bagaimana tidak apa semudah itu tertimpa keberuntangan. Jika kau berada dekat dengan keluarga ini ketika mereka bahagia, seperti nya akan sangat royal bukan.


'Ini sih nama nya hoki seumur hidup ku udah sold out,' batin Deska.


Bagaimana tidak, naik jabatan di rumah sakit william adalah persaingan yang susah karena para pelamar dokter setiap tahun nya dari berbagai negara dan kepintaran nya jangan di pertanyakan lagi.


Rere yang mendengar keributan dan suara teriakan bahagian di dalam ruangan, seketika membuka pintu dengan kuat dan tersenyum sumringah menatap kedua pasangan sejoli yang sedang berpelukan itu.


"Bagaimana sayang? Apa benar kau hamil, mommy tidak salah kan?"