
Keesokan harinya
Lenka sudah bangun lebih pagi, kamar nya di datangi beberapa MUA yang mendadani nya utusan dari Varo untuk anak nya, Luis juga bangun lebih pagi untuk menemani sang adik dan duduk di samping nya.
"Luis Aku haus,"ucap Lenka yang ingin minum tapi muka nya di dadani dan tidak bisa berdiri untuk mengambil minuman.
"Sebentar,"ucap Luis berdiri dan menyuruh pelayan yang lewat di depan kamar Lenka untuk mengantarkan susu coklat panas kepada adik nya.
Sedangkan yang lain akan datang setelah Lenka jadi mereka tidak terlalu terburu-buru, Lenka meneguk minuman yang di berikan Luis lalu meletakan nya kembali.
"Sudah selesai Nona,"ucap MUA itu kepada Lenka.
Gadis itu tampak senang dengan hasil make up yang tidak terlalu menor tapi tetap terlihat menambah kesan natural, look korean make up sangat di dambakan oleh Lenka.
"Apa Aku cantik?"tanya Lenka kepada Luis yang sedang duduk fokus di depan laptop nya itu.
Belum sempat Luis menjawab, Samuel terlebih dulu masuk ke kamar itu dan menjawab pertanyaan Lenka.
"Tentu kau cantik, karena kau anak kak Rere,"ucap Samuel yang datang dan nyelonong masuk bersama Kevin.
Seketika Lenka merasa kesal menatap wajah tampan itu, bagaimana Dia tidak kesal mengingat kejadian semalam yang membuat nya naik pitam kepada Samuel.
Flasback on
"Kau meminta sugar Daddy tadi baby, wajar jika masalah mu adalah umur, bagaimana?"tanya Samuel menahan tangan Lenka dengan smirk nya.
"Kau gil@, kau tidak termasuk kategori sugar daddy, kau itu membuat ku merinding,"gumam Lenka mengingat kejadian tadi pagi.
Samuel melepaskan tangan Lenka lalu berjalan perlahan mendekati gadis itu dan menarik pinggang nya, sehingga tubuh mereka saling bertubrukan dan menempel, pria itu berbisik di telinga Lenka.
"Kau takut kepadaku?"geram Samuel mendengar jawaban Lenka.
Suara yang tadi nya lembut berubah menjadi suara yang mengintimidasi di pendengaran Lenka, bulu bulu halus di leher nya berdiri, dengan kesal Samuel mengusap leher Lenka dan megigiti nya dengan kuat.
"Akh apa yang kau lakukan,"ucap Lenka mengusap leher nya kesal menatap Samuel.
Pria itu melepaskan pelukan nya lalu menatap leher Lenka yang meninggalkan tanda kissmark karena ulah nya sendiri, membuat Samuel tersenyum senang.
"Aku akan memberikan mu uang dan kebebasan, menjaga mu dari segala ancaman, jadi kau mau bersama ku?"tanya Samuel dengan enteng nya.
Sungguh, Lenka yang mendengar itu sangat geram, apakah Samuel bisa berbicara segampang itu mengatakan hal yang serius dengan sepele nya.
"Aku menyukai mu Lenka, seperti nya,"ucap Samuel yang juga bingung.
Entahlah setiap melihat Lenka satu hal yang Dia ingin kan, menjadikan gadis itu tetap berdiri dan berjalan bersama nya mulai saat ini.
"Tidak, kau tidak menyukai ku, dengan gampang nya kau mengatakan perasaan mu seperti hal sepele, apa kau tahu sebuah perasaan suka itu seperti apa? Dimana rasa nya kau tidak ingin jauh dan tidak membuat nya merasa sedih dengan tingkah mu, ck dasar pria tua, berapa gadis yang sudah kau katakan seperti itu,"ujar Lenka melangkah kan kaki nya turun sambil sesekali menghentakan kaki nya kesal mengingat perkataan Samuel yang terdengar mempermainkan nya.
Tatapan Samuel tidak lepas dari punggung Lenka, Dia bergumam.
Flasback off
"Jangan sok akrab kita baru bertemu,"ketus Lenka kepada Samuel.
"Apa kau lupa waktu kecil kau meminta ku untuk menikahi mu, bagaimana jika sekarang?"tanya Samuel bercanda tersenyum mengejek mengoda gadis itu lagi.
Entah kenapa membuat Lenka kesal dan mengembung kan pipi itu membuat Samuel merasa lucu menatap gadis itu.
"Ck dasar pria tua,"ucap Lenka keluar dari kamar nya.
"Lenka tunggulah di bawah, Aku akan bicara dengan Uncle Sam dahulu,"ucap Luis kepada sang adik.
Mereka pergi ke ruang kerja Reno, di sana sudah ada Kevin, Reno, Varo, Lukas dan Leon, mereka semua duduk di sofa yang sama memulai perbincang serius.
"Aku sudah menjelaskan sebanyak informasi yang kami terima Bos,"ucap Kevin kepada Samuel yang baru datang.
"Jadi Sam, apa kau serius pria itu yang mencari masalah dengan sistem pengembangan Black Devil dan merusak rencana pengeksporan senjata terus menerus,"ucap Varo kepada Samuel.
"Ya, dan Tuan, seperti nya masalah ini berlanjut karena masalah ketika tragedi Daddy ku meninggal, pria itu Dia masih saja menganggu William, Dia sempat mengambil dan menimbun senjata dari Aeros, masalah ini bukan hanya akan menimpa William Group, tapi juga Black Devil, dan karena sekarang Luis yang menjadi CEO kau harus terlibat dan Lukas sebaiknya berhenti beberapa minggu ini mengekspor senjata rakitan Black Devil, lawan kita tidak mudah, bahkan Daddy ku saja sampai meninggal dan paman Aaron,"ucap Samuel mengcengkram ujung jas nya dengan kuat.
Semua orang hanya diam, termasuk kembar yang sudah tahu kisah kelam Samuel yang di ceritakan Daddy nya, mereka di beritahu karena saat ini mereka lah yang menjadi pemimpin baru dan harus tahu seluk beluk masalah William group, Aeros dan Black Devil.
"Lukas minta anggota mu untuk menyusuri wilayah Las vegas, Aku mendengar mereka sedang menuju kesana untuk pelelangan di pasar gelap,"ucap Samuel kepada Lukas.
"Baik Uncle,"ucap Lukas.
Black Devil adalah sebuah kumpulan mafia yang di buat oleh Daddy Varo mereka bekerja dan mengekspor barang hasil rakitan senjata dan perlengkapan pertempuran lain nya seperti nuklir, bom dan lain-lain.
Dan saat ini Black Devil dan Aeros sedang di incar oleh musuh dari Aeros beberapa puluh tahun dulu, bukan nya William ingin mempertahankan grup mafia mereka tapi tanpa ada nya Black Devil, William Grup tidak akan bisa berdiri kokoh, karena akar dari William grup adalah Black Devil dan Aeros, sekali nya di bubarkan mereka akan tetap menganggu William.
"Sebaiknya Aku beritahu Axel, kita juga dulu yang menjalankan ini, tidak mungkin semua nya kita serahkan kepada anak-anak,"ucap Varo yang menerima persetujuan dari Reno.
Rapat mendadak itu berakhir beberapa puluh menit, Luis terburu-buru karena Lenka pasti sudah menunggu untuk di antarkan.
"Uis lama!"teriak Lenka kesal menatap sang kakak.
"Maaf Aku tadi sedang melakukan sesuatu ayo,"ucap Luis menarik tangan Lenka masuk ke mobil.
Samuel memanggil kedua orang itu dan langkah mereka terhenti, pria itu menatap Lenka.
"Ekhem Aku akan datang telat, apa kau ingin sesuatu?"tanya Samuel canggung.
"Tidak, tidak datang pun tak apa-apa,"ucap Lenka langsung masuk ke mobil bersama Luis.
"Sabar bos, perempuan memang seperti itu,"