SAMUEL

SAMUEL
BAB 162



Seketika wajah Lenka yang tersenyum menatap Lukas berubah menjadi masam karena permintaan nya di tolak mentah-mentah oleh sang kakak, gadis itu langsung melepaskan ramgkulan nya dan menghempaskan tangan Lukas kasar.


Hiks.. hiks..


Ayolah seperti nya Lenka sudah mengeluarkan senjata utama nya yaitu menangis membuat dia yang hanya perempuan satu satu nya di keluarga william itu membuat para pria merasa tidak tega.


"Ukas tega? Lebih milih *** *** ja lang Ukas? Dari pada nemenin Enka di sini?"


"Ukas yakin?"


"Kok Ukas tega sih?"


"Kakak,"


Ucap Lenka menangis memeluk Luis yang langsung menerima pelukan itu, seketika tatapam tajam ala Varo yang menurun kepada Luis mengarah kepada anak ketiga william itu, semua pria termasuk Sam yang paling tajam membuat Lukas menelan saliva nya kasar.


"Pergilah jika kau ingin, tapi jangan harap bantuan ku lagi dengan kelakuan abal abalan mu itu,"jawab Luis datar kepada sang adik.


"Maaf Ukas, tapi aku lebih sayang Lenka,"jawab Leon tak kalah datar nya oleh sang kakak sulung.


"Haruskah aeros mengambil posisi black devil dang menyingkirkan nya,"ucap suara bariton yang tajam.


Lukas menatap semua pria yang sudah bersikukuh menaikan senjata untuk melawan nya, membalas? Ah seperti nya itu tidak bisa dia lakukan meskipun dia meminta bantuan black devil aeros dan william? Mereka terlalu keras.


Anak ketiga william itu memutar wajah nya menatap sang mommy dan daddy nya yang malah cuek, sedangkan sang mommy malah terkekeh puas karena permintaan Lenka ada untung nya agar Lukas tidak bermain lagi dengan wanita luar sana.


"Dad,"rengek Lukas.


"Jangan memanggil ku, aku sudah tua tidak ikut campur,"jawab Varo santai.


"Ck daddy biasa nya ngaku masih muda kok depan mom!"kesal Lukas yang malah merengek bergantian menatap mommy nya.


Ya meskipun sudah berumur 20 tahun tidak mengurangi sifat manja mereka ketika sudah di depan keluarga, itu menurut Lukas bukan masalah besar image nya runtuh jika masih di kalangan keluarga nya.


"Ukas lebih baik tinggal di sini, dulu aja pas mommy hamil yang tinggal di mansion rame mommy jadi senang juga ada yang nemenin,"jawab Rere mengingat kehamilan nya yang selalu di awasi Veronica kala itu.


"Ck! Haruskah aku menolak! Tidak bisa kan? Yasudah aku tidur di kamar ku pokok nya,"kesal Lukas langsung pergi dari ruang keluarga itu menuju kamar pribadi nya yang memang dari kecil di sana.


Ahaha


Seketika semua orang tertawa termasuk Lenka yang malah senang berjingkrak jingkrak, impian nya untuk tinggal satu atap bersama saudara nya ketika hamil membuat nya puas. Samuel yang melihat kelakuan itu membuat nya langsung panik dan mengendong gadis nya.


"Jangan berjingkrak bagaimana jika terjadi sesuatu sayang,"ucap Sam dengan wajah sedikit kesal merasa kaget atas kelakuan Lenka.


Gadis itu yang tadi nya memasang raut wajah senang berubah menjadi raut wajah sedih, dia memanyunkan muka nya. Sungguh hal ini adalah kelemahan Sam, membuat istri nya sendiri brrsedih.


"Jangan cemberut, lain kali hati-hati oke,"ucap Sadam menurunkan Lenka.


"Ck haruskah aku melihat kemesran dua pasangan sejoli, aku sudah puas melihat kemesraan mommy dan daddy. Lalu sekarang kalian?"teriak Lukas dari lantai dua memasang jari tengah nya kesal.


"Mau ya? Maka nya jangan jomblo karatan, ups kakak kan bukan jomblo malah cabang nya banyak, maksud nya cabang pembuangan ahahha,"tawa Lenka mengejek.


"Si al bocah ini, untung kau adik ku yang paling cantik,"kesal Lukas membuang muka dan pergi dari sana meninggalkan sang adik yang tertawa puas mengejek sang kakak.


"Yang masak mom bukan? Kalau bukan mommy, Lenka ga mau makan ah,"ucap gadis itu.


Rere menghentikan langkah nya yang beriringan dengan suami nya itu, dia tersenyum kecil seperti nya Lenka yang bicara seperti ini mengingat nya bahwasan nya gadis itu kembali ke mode masa-masa ketika dia SMA dulu yang sangat manja.


"Iya masakan mom sayang, jangan mengeluh ayo makan nanti twins nya kurang asupan makanan loh,"ucap Rere kepada sang anak.


"Asik ayo,"ucap Lenka menerima tawaran mommy nya.


Akhirnya semua orang yang ada di sana makan bersama, begitu pun dengan Lukas yang sudah turun berganti pakaian dengan baju santai nya. Seperti nya Lukas benar-benar menerima permintaan sang adik tercinta untuk tinggal bersama di mansion.


"Ini makan dulu,"ucap Sam menyuapi sang istri.


Manja sekali memang karena Lenka mengatakan tangan nya tidak mau bergerak untuk menyuapi makanan itu ke mulut nya, dia mengatakan kalau bukan suami nya yang menyuapi setidak nya Rich brian yang akan datang.


"Mom tahu ga sih mm kalau Gisel udahan baikan loh, kak Sadam juga udah senang banget,"ucap Lenka dengan mulut yang penuh makanan itu.


"Bisakah kau makan dulu baru berbicara, atau aku lempar garpu ini,"kesal Lukas yang merasa acara makan nya terganggu.


"Ukas berani? Coba lempar aja kalau berani, nanti di gigit ayang Lenka,"ucap gadis itu menepuk bahu suami nya.


"Kok di gigit sih sayang, ga elit banget,"ucap Sam cemberut.


"Iya kan kamu juga suka gigit aku sakit tahu,"ucap Lenka dengan lucu nya.


Luis yang sebenarnya tidak peduli sama sekali dengan pembicaraan di meja makan itu, malah dia seakan flasback di masa mereka SMA dahulu. Di mana seperti saat ini Lenka dan Luis pasti akan selalu berdebat, ya hanya dua orang itu yang bisa mengatasi ke kaku an kedua saudara mereka yang dingin bak gunung himalaya.


Ohok... ohok...


Putra sulung william itu tersedak, membuat Lukas tertawa keras mendengar suara batuk sang kakak. Lukas mengerti apa maksud perkataan Lenka tapi yang lebih lucu Luis sampai tersedak dan wajah nya memerah karena malu.


"Lenka Ananda Willi--,"


"Morgan kak,"


Ucap Lenka memotong perkataan Luis yang ingin menyebut nama belakang nya itu, Luis yang belum selesai bicara meneguk minuman nya cepat.


"Maksud ku Morgan, bisakah kau sopan bicara? Ini meja makan sayang, jaga tata krama keluarga william,"tegas Luis.


"Halah tata krama, kita juga kan bukan lagi acara formal. Aku tahu apa kau malu? Mendengar Lenka mengatakan itu, hei apa kau mau menco--,"


Belum selesai Lukas ingin menawari sang kakak sebuah garpu melayang menghantam kepala nya.


Bugh...


"Aghh siapa itu!"kesal Luis.


"Jangan berani kau ajak putra sulung ku, Lukas william,"tajam Rere kepada sang anak.


'Nyonya besar beraksi,'