
Caroline terlihat tercengang dengan penuturan Lenka gadis itu terlihat terdiam beberapa detik lalu lewat beberapa menit hingga akhirnya dia sadar jika maksud Lenka yang ketiga itu setan adalah diri nya.
“Apa kau mengatai ku setan?”tanya Caroline dengan tidak percaya nya.
“Entahlah jika kau merasa this is true,”ucap Lenka menaikan bahu nya.
Gadis itu tampak menahan tawa nya melihat caroline yang sangat kesal mendengar ucapan sang istri dari Samuel itu. Sedangkan Sam hanya diam melihat reaksi istri nya yang menghadapi pelakor itu.
“Coba katakan sekali lagi gadis pendek!”teriak caroline dengan keras menyenggol bahu Lenka.
Bruk..
Hampir saja Lenka tersenggol akibat dorongan itu tapi Samuel mendorong tubuh caroline dengan kasar. Pria itu terlihat menatap tajam caroline dengan mengeluarkan titah nya yang tidak dapat siapa pun berkutit.
“Jaga sikap mu di hadapan istri ku.”
“Aku ingat kan satu hal pada mu aku paling tidak bisa menyakiti seorang wanita,”
“Tapi jika itu demi istri ku mau wanita atau pun pria aku akan membalas nya,”
“Jadi jangan sentuh tangan kotor mu ke hadapan istri ku,”
Satu persatu kata yang di lontar kan oleh Samuel seolah membuat bulu kuduk caroline merinding, wanita itu tampak memundur kan langkah nya menatap tatapan Samuel yang tajam dan dalam.
Suasana yang tadi di dominani oleh diri nya terlihat berbanding terbalik ke Samuel, suasana itu terasa sangat dingin membuat siapa saja tahu hawa di sana sudah menjadi gelap.
“Sa sa Sam tapi Lenka dulu yang mengatai ku setan!”teriak caroline dengan kesal.
Entah kesurupan apa caroline sehingga berani berteriak ke depan seorang Samuel Morgan pria itu tampan memberikan smirk andalan nya yang tidak hilang dari kecil.
“Kau berteriak kepada ku?”
“Aku katakan satu hal aku tidak akan mengusik jika kau tidak memulai,”
“Jadi paham dengan posisi mu?”
“Siapa yang menganggu terlebih dahulu Lenka atau kau?”tanya Samuel dengan tajam.
Pernyataan Samuel untuk kesekian kali nya menohok hati caroline gadis itu terlihat membuang muka nya berdecak. Sedangkan Lenka terlihat merangkul tangan sang suami seolah menenangkan Samuel.
Lenka tahu pria itu tidak akan main main dengan ucapan nya karena Lenka sudah sangat kenal siapa Samuel jika dia berkata a maka dia akan melakukan hal yang sama tanpa janji dusta.
Samuel juga bisa memalukan caroline di depan sana jika Lenka tidak menghentikan nya, gadis itu sangat mengingat ketika diri nya di permalukan oleh sang mantan pacar di depan umum, pria itu mencekik selingkuhan mantan nya, sungguh itu membuat Lenka ngeri.
“Sayang ini urusan wanita jika dia bermasalah dengan ku aku akan memberes kan nya, aku ini seorang istri Samuel Morgan jadi jangan khawatir,”ucap Lenka setengah berbisik kepada sang suami.
Pria itu tampak memutar wajah nya menatap sang istri mata nya tadi yang menyipit karena amarah sekarang merasa berubah menjadi senyuman, sungguh sangat tentram melihat ekspresi Samuel yang seperti itu di mata Lenka.
“Tarik nafas, jangan kesa seperti itu baby kita juga takut,”bisik Lenka kembali kepada sang suami.
Samuel terlihat menarik nafas dalam dan menghembuskan nya dengan santai, ayolah Lenka seorang psikolog hal itu sangat mudah dia atasi Lenka bisa dapat membaca gerak gerik seseorang jika dia berbohong atau tidak.
Drap.. drap..
Langkah kaki Lenka mendekati caroline yang tadi nya terlihat kaku dan kikuk karena perkataan Samuel, gadis itu mendekati caroline yang lebih tinggi dari nya dan menepuk bahu gadis itu lalu berbisik tepat di telinga caroline.
“Dan aku ingat kan padamu, aku tahu jika kau masih ragu dengan Samuel. Apa kau di suruh seseorang? Jika ya sebaik nya mundur perlahan sebelum aku memaksa mu mundur dan mendorong mu ke jurang,”
“Itu sangat sakit loh,”
“Jangan remeh kan wajah ku yang polos ini aku juga istri dari Samuel Morgan, so pergi dari hidup ku,”
“Jika pilihan mu tetap menganggu ku, maka aku sendiri yang akan mencakar muka mu,”
Ucap Lenka mengakhiri kalimat nya dengan senyum jahil menatap caroline sedangkan caroline hanya bisa menatap tegang ke arah Lenka. Lenka terkekeh melihat gadis itu yang tampak kikuk di mata nya.
‘Jika ancaman ku saja sudah membuat mu kikuk apalagi tindakan ku, milik ku ya tetap milik ku tidak ada satu atau siapa pun yang dapat memiliki nya,”
‘Karena aku tidak suka milik ku di usik,’
Batin Lenka tersenyum kecil, gadis itu berjalan dengan lucu merangkul Samuel perkataan nya yang kejam tadi tertutup oleh wajah lucu nya Lenka yang seperti anak anak.
“Ayo sayang kita ke markas aku tidak sabar melihat wajah bahagia yang lain nya memakai kustom ini,”ucap Lenka melangkah kan kaki nya menuju ke luar mall.
“Hmm kau yakin mereka akan bahagia?”jawab Samuel mengatakan itu sambil melangkah kan kaki menuju ke luar mall dan melewati caroline tanpa peduli kepada wanita itu.
“Ya tentu saja mereka akan bahagia baju baju ini kan sangat lucu,”
Begitulah mereka terus berbicara dengan bahagia seolah sebuah hama itu tidak dapat meruntuh kan ikatan mereka yang kuat, sedangkan caroline yang di sana menatap kedua punggung orang itu menjauh seketika menunduk.
Bukan tangisan yang dia keluar kan karena takut, tangan nya gemetar bukan karena kalut dengan ancaman Lenka tapi amarah nya semakin memuncak seolah di hina oleh Lenka dan di rendahkan oleh bocah baru lahir kemarin itu.
“Bocah kemarin petang siaalan dia berani berkata seperti itu dan mengancam seorang caroline? Kau sudah mencari lawan yang salah Lenka,”gumam caroline.
Ayolah caroline sebaik nya hentikan pikiran buruk mu kita tidak tahu siapa orang tua caroline sehingga dia terlihat sangat amarah seperti itu.
Gadis itu terlihat belum mengenal siapa nama belakang Lenka karena seperti nya orang tua biologis dari seorang Samuel itu lupa memberitahu nya ayolah itu adalah biodata terpenting.
Jika nama belakang William saja tidak di ketahui sebelum gadis itu melangkah kan kaki nya untuk mencoba menghancurkan seorang Lenka ananda William seperti nya langkah nya sudah terhenti karena dia harus melewati sang daddy dan tiga pria kembar yang selalu menjaga nya.
“Siaalan aku akan membalas kau, dan merebut Samuel menjadi milik ku, karena apa pun yang aku sukai harus menjadi milik ku,”
“Termasuk suami mu itu Lenka,”
......................
Terimakasih untuk terus membaca cerita saya yang abstrak ini kakak jangan lupa vote dan komen nya ya supaya bisa terus menulis ke depan nya🥰