SAMUEL

SAMUEL
BAB 19



Lenka menyusuri lorong markas Aeros yang jalanan nya itu gelap hanya di hiasi penerangan lampu yang sedikit redup menambah kesan pemimpin nya yang misterius.


Sebuah suara mengalihkan perhatian Lenka, ruangan yang ingin Dia masuki itu terdengar suara bentakan, teriakan serta pukulan membuat bulu kuduk nya berdiri.


"Itu suara Sam, tapi ada apa dengan Dia,"gumam Lenka dengan penasaran.


Gadis itu megetuk pintu ruangan itu beberapa kali, tapi tidak ada yang menjawab, sedangkan Samuel yang mendengar itu seketika melirik pintu dengan ekor mata nya yang tajam.


"Aku sudah bilang jangan ada siapa pun yang masuk, kecuali mereka yang Aku suruh,"teriak Samuel kepada Sadam yang hanya terdiam.


"Tapi bos itu-"


Belum selesai Sadam menjawab handle pintu itu sudah putar secara perlahan dari luar oleh seorang gadis cantik, pintu terbuka bertepatan dengan Samuel yang melempar sebuah botol alkohol yang Dia arahkan ke dinding.


Prank...


Pecahan kaca berceceran di bawah kaki Lenka membuat gadis itu sontak kaget dan mundur beberapa langkah, Samuel yang melihat seseorang yang Dia kenal itu seketika hanya memasang wajah datar.


"Sam apa kau ingin membunuh ku,"teriak Lenka dengan kesal menatap tajam wajah pria itu.


Samuel yang di tatap tajam hanya diam, sebenarnya Dia sangat merindukan gadis itu, tapi emosi nya sekarang lebih besar dari pada rasa rindu nya, saat ini pria itu mendengus kesal.


"Arbian jawab Aku, kapan tim mu akan menyelesaikan nya,"teriak Samuel dengan suara meninggi mengabaikan Lenka yang berdiri di ujung pintu.


"Big Bos mereka akan menuju Texas malam ini, jadi bersab--"


Brak..


Samuel memukul wajah Arbian dengan kuat membuat pria itu terjungkal jatuh, posisi nya agak jauh terlempar karena pukulan Samuel yang tanpa belas kasihan, Arbian memegang rahang nya yang terasa sakit dan langsung berdiri.


"Sabar Kau bilang, kerja kalian semua itu lambat!"


Suara Samuel mengema di ruangan itu, semua orang tidak berani menjawab, Lenka juga hanya mendengar sambil sesekali melirik semua bodyguard di sana seperti nya sudah mendapat kepalan tangan Samuel.


Mereka mendapat bekas biru, begitu pun tangan Samuel yang sudah memerah karena terus memukul sesuatu, Samuel berjalan mendekati Arbian yang berdiri bersiap memukul pria itu karena emosi nya harus tersaluri.


Tapi saat tangan nya akan kembali memukul sebuah tangan kecil menampar pipi nya kuat tanpa belas kasihan, membuat suara tamparan itu terdengar jelas karena semua orang tanpa suara.


Plak..


Pria itu terdiam menatap Lenka yang menatap nya tajam, semua orang tampak tegang, siapa pun tidak akan seberani Lenka, mereka tidak akan pernah membentah atau pun membalas Samuel, atau yang mereka dapat kan akan lebih parah dari pada ini.


'Nona William lari selagi Anda bisa,' teriak Arbian dalam batin nya.


Tidak ada yang bisa membaca raut wajah Samuel sekarang, Lenka saling berdiri berhadapan dengan Samuel saat ini, gadis itu masih memegang kotak nya dan berkacak pinggang.


"Tenangkan diri mu, kenapa kau terlihat kacau seperti ini, di mana Samuel yang bersikap tenang itu, kerjakan semua nya dengan otak mu, jangan hanya dengan mulut mu,"kesal Lenka menceramahi gadis itu.


Lenka terus berceloteh, sedangkan semua bawahan Samuel sudah berkeringat dingin tidak akan tega melihat Nona William itu akan mendapat amukan karena Samuel adalah pria tanpa pandang bulu, walaupun lawan nya wanita pun Dia akan menyiksa nya sama tanpa ada perbedaan sekali pun, karena itu pernah terjadi sebelum nya.


Grep..


Gadis itu yang tidak mendapat jawaban dari Samuel dan hanya tatapan datar seketika langsung memeluk tubuh tegap dan tinggi Samuel, karena memang itu adalah yang ingin Dia lakukan.


"Aku merindukan mu, kemana saja kau,"gumam Lenka dengan suara pelan nya.


Sebuah tangan besar membalas pelukan itu, tangan nya Dia selipkan di bahu Lenka dan memeluk nya erat.


"Aku juga,"gumam Samuel mengusap punggung Lenka.


Bisa kalian bayangkan betapa lega nya semua orang ketika melihat Samuel luluh oleh rayuan dan kata rindu mereka, seperti nya mereka malam ini bisa tidur nyenyak karena sudah hampir 1 minggu mereka bekerja lembur karena Samuel mengawasi pekerjaan nya.


Lama mereka berpelukan, Lenka melepas pelukan itu dan melirik semua orang yang menatap nya seolah-olah mengatakan terimakasih.


Samuel yang tadi nya belum berpikiran jernih, sekarang sudah bisa berpikir baik, Dia menarik tangan Lenka dan duduk di sofa ruangan nya.


"Dengan apa kau kesini? Kenapa tidak mengabari ku? Harusnya beritahu Aku dulu, Aku tidak mau sampai terjadi hal seperti tadi,"ucap Samuel merasa bersalah mengusap pipi Lenka.


Padahal baru seminggu semenjak mereka tidak jumpa, tapi entah kenapa melihat Lenka sekarang membuat hati nya jauh menghangat dan tenang.


"Aku tidak memiliki nomor ponsel mu,"gumam Lenka memainkan jari ny malu mengatakan itu.


Pria itu mengangkat satu alis nya lalu tertawa kecil, Dia mengambil ponsel Lenka dan menyimpan nomor nya.


"Ini nomor ku, jangan lupakan,"ucap Samuel.


Lenka mengambil ponsel nya di tangan Samuel dengan cepat, gadis itu tertawa lucu melihat nama kontak yang di berikan Samuel.


"Pftt kenapa di sini husband, kau bukan suami ku,"ucap Lenka tertawa ketus melirik Samuel.


"Tidak apa-apa, jika kita sudah menikah kau tidak perlu menganti nya lagi,"balas Samuel dengan santai nya.


Deg.. deg..


'Menikah?'batin Lenka.


Kata itu seketika membuat detak jantung nya berdetak tidak karuan dan pipi nya memerah karena malu, apakah Samuel selama ini hanya terus mengoda perasaan nya.


"Jangan mengoda ku,"ketus Lenka kesal.


Pria itu hanya menaikan satu alis nya ketika Lenka mengatakan kalau Dia bercanda, apakah karena Samuel yang dulu sering mengatakan hal yang tidak pasti, atau Lenka yang tidak oeka sama sekali.


'Padahal Aku serius,'


......................



Samuel Morgan


-Call Me Sam


-Ketua tim Aeros


-Pyscopat berdarah dingin


-Pria tampan kelahiran Italia


Pria berusia 32 tahun ini entah kenapa sangat penasaran dengan seorang gadis yang bernama Lenka Ananda William, seorang gadis yang Dia temui di sebuah gang sepi saat waktu Dia ingin mengesekusi lawan nya, perasaan belum pasti entah ini tulus atau hanya sebuah obsesi.



Lenka Ananda William


-Akrab di sapa Lenka


-Seorang psikiater di RS William


-Wanita cantik, penyabar dan polos


-Wanita kelahiran Indo


Gadis berusia 19 tahun ini menempuh pendidikan nya menyelesaikan studi S1 dan S2 nya hanya dalam waktu 4 tahun, gadis yang selalu risih atas sikap Samuel yang terlalu berlebihan kepada nya.