SAMUEL

SAMUEL
BAB 87



Pagi hari nya


Jika di pagi sebelumnya gadis itu terbangun dari tidur nya, dia hanya melihat pacar nya itu tertidur lelap. Tidak dengan sekarang ini, seorang pria tampan tengah tersenyum terbaring sambil mengusap helaian rambut yang berjatuhan di wajah gadis nya.


"Selamat pagi,"ucap Lenka dengan suara serak nya melihat Samuel yang sudah bangun terlebih dahulu.


"Pagi sayang, tidur mu nyenyak kali ini,"ucap Samuel menyauti suara gadis itu.


Lenka tampak mengangguk dan tersenyum manis menjawab pertanyaan Samuel, dia mengeratkan pelukan nya kepada pria itu dengan malas nya.


"Karena aku sekarang tahu, jika aku terbangun. Kau sudah menatap ku seperti ini,"ujar Lenka tersenyum kepada Samuel.


"Kau tahu, aku bermimpi bertemu dengan daddy ku,"gumam Samuel dengan suara nya yang terlihat mengecil.


Gadis itu yang sebelum nya memasang wajah malas-malasan sekarang memasang wajah serius nya mendengar cerita Samuel yang terlihat mulai serius.


"Benarkah, ceritakan kepadaku,"ujar Lenka kepada Samuel.


"Aku bermimpi bertemu dengan daddy, wajah nya terlihat sangat bahagia,"


"Kau tahu saat aku menemui nya aku menangis seperti pria b0doh di mimpi ku, menangis tentang betapa kejam nya dia memberikan kehidupan kepada ku,"


"Mengatai kenapa aku harus lahir dari darah kotor wanita j@lang, dan mengutuk nasib ku yang gil@ karena memiliki kepribadian aneh,"


"Rasa dendam, serta lingkungan sewaktu aku kecil yang membuatku bertahan dengan badan ku yang rapuh,"


"Semua orang mendewakan ku karena aku pintar, mampu membuat strategi yang bagus. Dan memecahkan semua masalah,"


Pria itu terlihat terdiam, dia berusaha duduk dan bersandar di tepi ranjang di bantu oleh Lenka dengan sekuat tenaga.


"Tapi mereka tidak tahu aku hanya manusia yang juga kekurangan perlakuan manis keluarga, sehingga membuat ku seperti ini,"


"Di mimpi ku daddy tampak tersenyum dia mengatakan untuk apa aku marah sekarang? Waktu sudah berlalu, kemarahan ku hanya akan membuang waktu,"


"Dia mengatakan jika aku sudah memiliki kebahagian ku sendiri, aku bisa membangun kebahagian ku dan melupakan dendam ku,"


"Lalu aku terdiam, aku tidak dapat berbicara saat dia mengatakan itu, lalu aku teringat akan diri mu,"ucap Samuel mengakhiri ucapan nya.


Lenka terlihat tersenyum, pria itu memeluk gadis nya lalu menetaskan air mata perlahan. Lenka membalas pelukan itu sambil mengusap punggung Samuel, suara pria itu tampak bergetar.


"Sayang sekarang aku paham perkataan daddy, dan aku akan membangun kebahagian ku sendiri, berjanjilah jangan meninggalkan aku seperti mom dan dad ku,"gumam pria itu dengan isak tangisan nya.


"Sam kau menangis?"tanya Lenka berusaha mendorong pria itu agar melihat ekspresi nya.


"Hmm,"ujar Sam memeluk Lenka agar gadis nya itu tidak melihat ekspresi nya.


Bruk...


Lenka yang sangat penasaran mendorong kuat dada bidang Samuel, dan benar saja untuk kedua kali nya dia melihat Sam yang menangis karena diri nya.


Wajah tampan pria itu terlihat lucu, bulu mata nya yang lentik di basahi oleh air mata. Mata nya juga memerah serta hidung mancung nya memerah karena tangisan nya, sungguh jika di lihat seperti ini Samuel di mata Lenka sangat imut.


"Lucu banget pacar aku,"gemas Lenka mengatup kedua pipi Sam gemas dengan tangan nya lalu mengecup bibir pria itu sekilas.


"Ck jangan mengejek ku,"ucap Sam menjatuhkan wajah nya di dada Lenka lalu mengusap ingus nya di baju gadis itu tanpa peduli kalau pacar nya akan marah.


"Seumur hidup berapa kali kau menangis?"tanya Lenka tertawa kecil.


"Tiga, pertama saat daddy ku meninggal dan kedua nya bersama mu, kau gadis jahat sudah membuat ku menangis,"ucap Samuel dengan suara manja nya merajuk.


"Ututu maaf kan aku yah sayang, jangan menangis saat nya kita aktivitas pagi,"ucap Lenka melepas paksa pelukan itu.


Lenka turun dari kasur lalu mengikat rambut nya tinggi, gadis itu membuka jendela yang membuat sinar matahari masuk, serta membuat Samuel menyipitkan mata nya karena silau.


"Kau harus berolahraga dan melakukan terapi ringan agar otot mu tidak kaku lagi, aku yakin pacar ku ini cepat sembuh,"jelas Lenka tersenyum setelah membuka jendela.


Samuel terlihat membuang muka nya, dia terlihat malas dan malah membaringkan badan nya kembali. Memiliki pacar seorang dokter terkadang juga sangat menyulitkan, hidup sehat adalah hal yang utama, terlebih Lenka saat ini adalah dokter pribadi nya pasti gadis itu lebih tegas kepada diri nya.


"Bisakah kita melakukan nya besok, aku ingin berbaring sambil memeluk mu saja,"ujar Samuel malas.


Lenka terlihat terdiam, gadis itu menghela nafas nya panjang. Samuel menatap Lenka yang terlihat sabar menghadapi nya itu, tapi seperti nya Lenka tahu cara terbaik untuk membujuk sang kekasih.


"Ah seperti nya pernikahan kita akan di tunda lagi karena kau harus berbaring lebih lama, padahal aku sudah mengatakan kepada daddy dan mommy kita akan menikah setelah kau sembuh, baiklah kalau begitu. Aku pergi saja keluar mengambil makanan dulu,"ucap Lenka pura-pura bodo amad.


Brak...


Suara seseorang turun dari kasur dengan badan yang susah di gerakan, dan pria itu terlihat seolah melakukan pemanasan. Membuat Lenka membalikan badan nya lalu tersenyum kecil.


'Lihat lah dia sangat manis bukan, dengan rayuan kecil saja, pacar ku ini,' batin Lenka gemas.


"Aku bisa ayo kapan? Sekarang saja yuk, dalam sehari aku juga bisa lebih saat, lalu kita akan menikah,"ujar Samuel dengan semangat menarik tangan Lenka keluar ruangan nya.


"Tentu sayang, sesuai keinginan mu, oh iya ini milik mu,"ucap Lenka menahan tangan Samuel dan memasang cincin pria itu.


Wajah pria itu tersenyum dia tambah senang ketika Lenka memasangkan cincin nya, seperti nya Lenka memang sudah sangat serius kepada nya. Dan akhirnya Samuel melakukan terapi bersama Lenka di ruangan khusus.


Beberapa jam kemudian


Ketika hari sudah siang, Samuel terlihat duduk di kursi taman menghirup udara segar dengan nafas panjang nya, seseorang datang menepuk bahu nya.


"Sayang kau lama, di mana kau mengambil air,"ujar Samuel memasang wajah cemberut memutar badan nya.


Krik... krik..


Seseorang yang menepuk bahu Samuel memasang wajah ingin tertawa dan beberapa orang lain juga begitu, wajah Samuel yang manja berubah datar ketika melihat siapa yang datang.


"Bos aku juga menyayangi mu, sini cium,"ucap Arbian mendekat kepada Samuel.


"Berhenti di sana sebelum aku pengal kepala mu, untuk apa kalian kesini, udara nya jadi berubah karena wajah kalian,"ketus Samuel.


'Ck dia kembali ke watak nya yang dulu, tadi saja memasang wajah manja menyebut nona Lenka,' batin Arbian.