
Pagi hari nya
Terlihat seorang gadis cantik sedang menyeret koper nya menuju keluar apartemen, gadis itu terlihat dengan gaya modis nya memakai kacamata hitam bersiap terbang ke Italia menuju kampung halaman nya dengan gaya angkuh nya caroline berjalan menuju lift untuk turun ke Baseman mobil.
“Kenapa sih mama harus suruh cepat cepat pulang,”jawab gadis itu dengan kesal mengibas rambut pirang nya layak nya iklan shampo di tv.
Saat caroline ingin membuk pintu mobil nya tiba tiba saja dia di kejut kan dengan seseorang yang menepuk pundak nya, caroline langsung berbalik dan menatap satu pria yang ada di sana tengah tersenyum.
“Cilukba kau tertangkap,”ucap arbian terkekeh menatap caroline yang kebingungan itu.
“Apa maksud mu aku tertang—,”
Belum sempat caroline melanjut kan perkataan nya sebuah obat bius sudah membuat diri nya terkapar tidak berdaya di lantai baseman mobil. Arbian sebenar nya paling tidak suka berhadapan dengan seorang wanita, tapi kalau wanita licik apa boleh buat bukan?
“Ck cantik kali sih tapi sayang ular,”kekeh arbian berjalan meninggalkan caroline yang terkapar.
Sebelum arbian keluar dari baseman mobil sebuah apartemen itu arbian terlihat memakai kacamata hitam nya lalu mengunyah permen menengok kanan dan kiri, pria itu mengangkat topi nya. Angkatan topi itu seolah kode untuk Jastin segera menyeret caroline menuju markas aeros.
Terlihat Jastin membopong tubuh gadis itu dan memasukan nya ke mobil box, di sisi lain sadam tengah melacak cctv apartemen dan menghilang kan segala jejak perbuatan mereka saat itu juga.
“Apa arbian berhasil?”tanya Kevin memastikan.
“Kau meragukan arbian? Ini hal kecil,”jawab sadam dengan datar atas pernyataan Kevin.
Sedangkan itu Samuel hanya menyeruput sampanye dengan pelan sambil menatap seorang wanita paruh baya yang terikat di atas kursi, mata nya tidak tertutup tapi mulut nya tertutup seolah pria itu sengaja menutup nya agar tidak menimbulkan ke berisikan di kala siang nya yang sunyi.
“Aku tidak sabar melihat partner mu di seret ke sini juga,”kekeh Samuel mengingat caroline yang sudah di bawa bawahan nya itu.
Tidak berlangsung lama peninggian akhirnya menghasilkan sebuah hasil, caroline di seret dalam keadaan pingsan di sana. Terlihat Jastin mengikat gadis itu di sebuah kursi tunggal yang ada di samping ibu tiri nya itu.
Fuff.. fufff…
Suara siulan merdu terdengar di ruang eksekusi markas aeros tersebut, ayolah semua orang tahu jika Sam sudah bersiul itu tanda nya dia menikmati apa yang dia lakukan saat ini tambah Samuel menikmati nya maka bertambah kejam pula eksekusi nya saat ini juga.
Caroline merasakan pusing yang amat kuat menyerang kepala nya gadis itu membuka mata nya perlahan dan mengerjap kan mata nya beberapa kali menyesuaikan pencahayaan yang kurang terang di ruangan itu.
“Arghh kepala ku sakit,”ringis caroline.
Saat gadis itu ingin memegang kepala nya dia merasakan tangan nya terikat saat caroline ingin berdiri dia merasakan kaki nya di ikat yang mana mau tidak mau caroline memaksa membuka mata nya dengan lebar melihat situasi yang sedang terjadi.
“Di mana?”lirih caroline dengan tatapan bingung nya.
“Akhirnya tikus got sudah bangun,”ucap Samuel dengan nada datar nya.
Caroline yang mendengar perkataan Samuel seketika tersenyum manis menatap pria yang ada di depan nya itu, caroline senang merasa jika Sam datang untuk menyelamati nya tapi seperti nya hal itu agak dia bingung kan kenapa Sam malah duduk di depan nya dengan santai.
“Sam aku di mana? Bantu aku melepaskan ini,”jawab caroline memohon.
Jastin dengan kasar menarik kain yang menutupi mulut sang ibu biologis itu, Samuel seperti nya kali ini tidak mau menyakiti siapa pun karena entah bagaimana sekali nya wanita itu ibu biologis nya dia tetap ibu nya.
“Aku bisa membunuh mu sekarang jika aku mau, sebaik nya akui tindakan kalian di depan media dan mendekam di sebalik penjara sebelum aku membuat Vidio rekaman kalian dengan paksaaan,”ancam Samuel.
Ibu Samuel yang baru di lepaskan ikatan mulut nya itu seketika mengambil nafas dengan panjang, wanita paruh baya itu terlihat sangat marah menatap sang anak yang pernah dia anggap sama sekali itu.
“Apa yang kau lakukan?”
“Apa kau lupa siapa ayah caroline Samuel!”teriak ibu biologis Samuel dengan tajam.
Hahahah..
Samuel terlihat terkekeh keras atas teriakan ibu biologis nya itu berani sekali dia berteriak di depan wajah Samuel setelah melakukan hal yang mana membuat nya mungkin berpikir untuk hidup beberapa kali di dunia ini bukan.
"Berani sekali kau berteriak kepada ku, kalian kan yang merencanakan semua tindakan kalian kepada Lenka!"teriak Samuel dengan tajam.
Glek..
Seketika kedua orang itu menelan ludah mereka dengan kasar, Caroline menatap ibu biologis Samuel dengan wajah panik dan pucat seperti nya Samuel sangat marah besar atas apa yang mereka rencanakan.
"Sam Sam maafkan aku. Aku sudah mengatakan tidak akan melakukan rencana itu, dan memutuskan segera pulang kembali ke Italia Sam,"jawab Caroline dengan gugup.
Huft…
Samuel terlihat dengan sabar menarik nafas nya dengan kasar, pria itu mengusap wajah nya kasar. Jastin terlihat di berikan tatapan oleh Samuel, pria itu langsung menarik rambut caroline dengan kasar.
“Bicara sebelum kau aku buat bisu,”ancam Jastin kepada caroline.
Gadis itu seketika bergemetar hebat dia meneteskan air mata nya dia tidak yakin Samuel yang dulu nya teman yang tidak mempedulikan nya sama sekali sekarang malah mengurung nya di ruangan pengap seperti ini.
Dia mengira Samuel tidak akan peduli dengan tindakan nya tapi kepedulian Samuel kepada Lenka seperti nya akan menghancurkan diri nya sendiri. Caroline meringis kesakitan merasakan tarikan kuat.
“Hei apa yang kau lakukan! Jangan tarik rambut nya apa kau membuat nya rambut nya susah dia itu seorang model!”bentak ibu biologis Samuel.
“Aku tidak peduli dia model atau bukan sekali kau memulai permainan dengan istri ku maka aku akan menyiksa mu sampai badan bergetar tidur pun kau tak akan mau,”
Ancaman itu sungguh membuat caroline tambah menangis, dia merasa sangat ketakutan padahal nit nya kali ini hanya ingin menjumpai sang ibu di rumah.
“Katakan kenapa kau menyuruh seseorang menembak istri ku, apa karena hanya sekedar ingin mendekati ku? Itu hal gila!”teriak Samuel dengan penuh amarah.
Caroline yang meringis kesakitan setelah di lepaskan Jastin atas tarikan nya seketika kaget, dia seketika dengan bibir bergetar mulai membuka suara.
“Dengarkan aku Sam! Dengarkan aku! Aku belum melakukan rencana yang di susun mommy mu, dan apa maksud mu dengan penembakan Sam? Aku tidak mengerti!”