SAMUEL

SAMUEL
BAB 178



Setelah sedikit adegan mesra dan ketidaksukaan Jastin yang harus melihat kemesraan sang tuan dan istri nya. Saat mereka tengah asik mengobrol ringan dan tertawa menuju markas aeros.


“Haha Jastin kau ada ada saja apa kau kira pernikahan semudah itu? Tinggal bilang nanti malam bakal nikah, ada ada saja,”tawa Lenka kepada penjaga pribadi nya.


“Ya nyonya karena saya ingin mati kutu melihat pertunjukan tidak senonoh setiap hari nya,”ucap Jastin merasa sangat galau.


‘Arghh andai Kevin kembali mengambil bagian ini, aku tidak mau sakit mati Tuhan,’ batin Jastin yang merasakan itu.


Ya Kevin memang sedikit di sibukan dengan posisi mya sebagai wakil aeros yang sudah merubah sistem nya banyak nya misi yang harus di kerjakan beberapa tim bagian membuat Kevin langsung turun tangan terlebih ada beberapa masalah dengan agalista yang membuat nya sedikit jarang berkomunikasi atau sekedar menjemput Samuel seperti biasa nya.


Hal itu tidak di masalah kan sama sekali oleh Samuel asal kan pria itu selalu amanah kepada nya menjalan kan hal dengan baik dan sesuai perintah nya.


“Kangen agalista dan yang lain,”gumam Lenka yang juga rindu kepada sahabat nya.


“Kau boleh jika ingin bertemu aku tidak melarang mu sayang, tapi jangan terlalu beraktivitas berat yang membuat mu kelelahan,”ucap Samuel kepada sang istri.


Gadis itu mengangguk tapi Samuel yang mengusap rambut panjang sang istri dan menyelip kan nya di sebalik telinga karena wajah Lenka yang sedikit mulai tertutup.


“Terimakasih Sam,”ucap Lenka memberikan senyum termanis.


Pria itu sungguh gemas dengan sang istri yang seperti anak kecil, ayolah menikah dengan yang lebih muda memang memiliki sifat yang moody an tapi lihat lah sisi baik nya mereka sangat lucu bukan.


“Sama sa—-.”


Belum sempat Samuel melanjutkan perkataan nya, seketika mobil berhenti dan mengerem mendadak membuat Samuel dan Lenka seketika kaget.


Ckit…


Suara ban mobil yang berdecit beradu dengan aspal terdengar jelas di telinga, Jastin yang juga kaget terhempaskan setir mobil nya. Badan pria itu tampak sedikit terhempas ke depan, dengan reaksi cepat Jastin melihat tuan dan nyonya nya yang di belakang.


“JASTIN WHAT ARE U DOING?!”teriak Samuel dengan lantang kepada bawahan nya itu.


Mereka yang tidak memakai slet beat karena Sam yang barusan tengah mengobrol membuat nya panik, sang istri hampir terhempas jika tidak dengan cepat dia menahan pinggang gadis kecil nya itu.


“Ma ma maaf tuan, ada yang lewat barusan padahal ini bukan jalan zebra crosss,”ucap Jastin yang juga merasa bingung.


Lenka yang mendapat pelukan dari sang suami seketika bernafas lega mereka tidak celaka sedikit pun, sedangkan Samuel dengan panik melihat istri mya dari atas sampai ke bawah.


“Sayang kau baik baik saja? Ada yang luka? Apa anak kita baik baik saja? Kau kesakitan?“Ujar Samuel dengan pertanyaan beruntun.


Lenka paham suami nya itu pasti sangat panik atas kejadian barusan, Lenka tampak sedikit pucat karena shock gadis itu mengeleng karena memang tidak merasa apa pun.


“Aku tidak apa apa sayang hanya kaget untung aku tidak terjatuh,”ucap Lenka kepada suami nya.


“Syukurlah,”ucap Sam bernafas lega.


Jastin yang mencek kondisi tuan dan nyonya terlebih dahulu itu baru turun dan keluar dari mobil melihat siapa orang yang dia tabrak karena entah lah dia merasa sedikit aneh wanita itu seolah menjatuhkan diri nya di depan mobil mereka.


“Arghh kaki sakit,”ucap seorang gadis dengan berambut pirang dan logat Inggris nya yang kental.


“Nona kau tidak apa apa? Maafkan saya, saya akan membiaya rumah sakit anda,”ucap Jastin kepada wanita itu.


Wanita itu seolah menatap tajam Jastin dia seolah mencari sosok lain yang keluar dari mobil itu, tapi seperti nya luka di kaki wanita itu bukan sebuah kebohongan dia terjatuh di aspal bukan karena tabrakan mobil oleh Jastin.


‘Ih lecet kan kaki aku, mahal ini perawatan nya,’ batin wanita itu dengan kesal merasa perih pada kaki nya.


Satu persatu orang tampak datang melihat itu, Jastin mulai merasa bingung orang orang seolah memojok nya di tambah wanita itu seolah menyalah kan kejadian itu semua kepada Jastin.


Samuel dan Lenka yang diam di dalam mobil melihat Jastin menyelesaikan itu semua mulai risih menunggu, apalagi Lenka yang memang memiliki jiwa jiwa kepo itu mulai merasa heran.


“Sayang seperti nya Jastin kesulitan mengatasi nya, aku keluar,”ucap Lenka meminta izin.


“Ck jangan biar aku saja, kau tetap di sini,”ucap samuel kepada sang istri.


Gadis itu tampak mengangguk mengiyakan perkataan samuel, dia tampak cemberut padahal kepo sendiri apa yang sedang terjadi. Lenka tampak melihat sam menuju Jastin.


“Wah parah sih tanggung jawab dong mas,”


“Mentang mentang orang kaya bilang nya mau kasih uang aja but biaya,”


“Sekalian doang anterin,”


“Emang jaman sekarang ga ada adab yah,”


Begitu lah kira kira ucap beberapa orang orang yang menjelekkan Jastin dan menyalahkan pria kecil itu, padahal sudah yakin jika gadis itu yang salah. Jastin yang mulai risih tampak berjongkok di depan wanita itu, dia menatap tajam wanita yang berkisaran umur 25 tahunan itu.


“Jangan bermain main dengan ku wanita gila, apa perlu kau aku seret ke penjara jika ini sebuah penipuan. Aku bisa mengambil cctv dari berbagai sisi camkan itu, jangan main kan akting mu,”ancam Jastin dengan tekanan yang kuat.


Glek…


Wanita itu tampak takut menatap mata Jastin, ayolah padahal dia hanya mengikuti kemauan seseorang tapi di tidak menyangka dia sedang bermain main di kandang singa yang bisa saja mengantarkan nya kepada kematian beberapa kali,


“ a a aku,”


Gadis itu dengan gugup ingin menjawab tapi jawaban nya terhenti ketika mendengar suara bariton seseorang.


“Jastin apa yang kau lakukan sehingga sangat lama,”ucap sam mengatakan itu dan melirik bawahan nya.


Wanita itu yang tadi kaki nya sakit langsung berdiri dengan jalan yang sedikit pincang, dia tampak berlari kepada sam dan bersiap memeluk pria itu.


Tapi samuel yang mengetahui seketika dengan cepat menepis pelukan itu dan menghindar, Lenka yang melihat itu seketika kaget dan ingin berdiri keluar.


“Lah apaan sih itu cewe,” kesal Lenka.


“Sam ini aku, maaf semua nya aku tidak apa apa aku kenal pria ini terimkasih,”ucap gadis itu kepada semua orang, satu persatu orang pun mulai pergi.


“Caroline?”