
"Alisa?"tanya Arbian menaikan satu alis nya heran kepada gadis itu.
"Ini memang aku,"tawa gadis itu kepada Arbian menyodorkan kaleng minuman yang ada di tangan nya.
Arbian mendongkak kan wajah nya menatap Alisa yang menyodorkan minuman itu tanpa bertanya Arbian mengambil nya langsung, pria itu seketika merasa semua nya adalah deja vu, belum hampir setengah bulan aeros di pindahkan ke markas indonesia, masih membuat Arbian asing dengan gadis itu.
"Anak keluarga Arnolda apa tidak sibuk?"tanya Arbian melirik gadis itu.
Alisa memutar wajah nya, gadis cantik berdarah blasteran itu tumbuh dengan sangat baik di usia nya kali ini. Alisa mengeleng lalu tersenyum manis menunjuk wajah Arbian.
"Saat pernikahan Lenka aku sampai lupa loh kalau itu kak Arbian, gara-gara sudah potong kumis sama jengot nya ganteng loh, jadi apa kakak sudah mendapatkan cewe cantik,"puji gadis itu tersenyum manis kepada Arbian.
"Maksud mu?"tanya Arbian heran.
Gadis itu terkekeh ayolah apa Arbian melupakan nya, berapa gadis yang dia temui sampai Arbian tidak ingat perkataan nya belum sempat Alisa menjawab perkataan Arbian suara bariton seorang pria mengalihkan perhatian gadis itu.
"Alisa!!"teriak pria itu.
"Aku di sini Aska, maafkan aku hehe,"ujar Alisa berlari kecil dan merangkul lengan kekar pria yang lebih tinggi dari nya itu.
"Aku pergi dulu kak sampai jumpa,"ucap Alisa melambaikan tangan nya.
"Dia lagi?"tanya Aska melirik orang yang dia kenal, Alisa pernah berkata kalau pria itu adalah anggota aeros saat pernikahan Lenka.
"Kau mengingat nya?"tanya Alisa kepada sang adik.
Alaska memutar bola mata nya malas, kejadian saat dia masih SMP itu tentu dia ingat karena hari itu Alisa terus menceritakan kejadian itu kepada nya, bertemu dengan pria jelek tapi tampan? Apa maksud gadis itu Alaska sangat tidak paham.
"Otak ku ini pintar dan berproses tentu aku mengingat nya, dan lain kali pakai otak mu, sudah berapa kali kita melewati jalan ini dan kau masih saja buta arah hah?"dengus Alaska melirik kakak sambung nya yang cengegesan itu.
"Maafkan aku Aska, tapi aku benaran lupa lagi,"cemberut Alisa.
"Sebaiknya kau cari pacar, jangan merepotkan ku terus,"keluh Alaska kepada Alisa.
Gadis itu hanya memasang wajah cemberut ketika mendengar ocehan sang adik, sedangkan Arbian yang terduduk dan memegang minuman kaleng itu seketika melihat kejadian yang pernah dia alami.
"Hah itu Alisa dan Alaska? Astaga seperti nya aku sudah sangat pikun, aku tidak mengingat wajah mereka, pantas saja itu seperti deja vu,"gumam Arbian menatap kedua orang itu yang sudah pergi jauh.
'Fika di mana aku akan menemukan penganti mu?' batin Arbian mengengam minuman kaleng itu dan tersenyum getir.
Di sisi lain
Samuel yang menyelesaikan segera urusan dan rapat nya di markas aeros mendengus kesal ketika melihat hasil laporan yang di berikan Sadam tadi.
"Pria itu pasti sedang ke taman itu, ini kan hari kejadian itu,"gumam Sam mengingat nya juga.
Drap.. drap..
Samuel melirik jam yang masih terlihat pukul 11 siang, pria itu mengkode anak buah nya jika dia akan keluar semua orang yang dia lewati mengangguk mengerti ucapan Samuel.
"Hah tidak aku kan suami nya haha,"ucap Samuel.
Pria itu melajukan mobil nya ke istana nya dan istri nya itu, dengan semangat Samuel membuka kulkas lalu melipat lengan kemeja putih nya agar tidak kotor, Sam melihat segala resep masakan indonesia yang akan dia hidang kan untuk istri nya itu.
"Tentu aku hanya harus mengikuti hal yang sama dengan vidio saja kan,"angguk Samuel melihat vidio yang dia putar.
Dan benar saja, Sam mulai berktutat dengan alat dapur nya, pria itu sampai menyamakan dengan apa yang tertera di vidio tanpa melewatkan nya satu inci pun, Sam sampai-sampai menimbang sesuai takaran bumbu yang dia berikan.
"Emm ini enak, aku memang jenius,"bangga Samuel mencicipi makanan nya satu-satu.
Pria itu akhirnya memasukan nya dalam kotak makan, tidak lupa Samuel langsung berangkat ke RS, Sam melirik jam mahal nya yang menunjukan pukul 1 siang seperti nya itu sudah waktu makan siang nya.
"Membawakan istri tercinta makanan, apakah istri cantik ku akan suka?"gumam Samuel yang terus melirik kotak makanan nya.
Ayolah Sam terlihat sangat lucu saat ini badan nya yang kekar sangat imut jika di depan istri nya itu, lama Sam menyetir dan tidak terasa mobil pria itu sampai di depan RS tempat sang istri bekerja.
Brak...
Suara pintu mobil di tutup terdengar jelas, Sam mengandeng paper bag yang berisi kotak makanan itu, dengan raut wajah datar nya Sam melangkah kan kaki nya menuju ruangan Lenka, pria itu mengintip di sebalik kaca ruangan Lenka.
"Kok kosong?"tanya Sam bingung.
"Suami nya dokter Lenka yah kak?"tanya seorang perawat.
Pria itu yang mendengar suara sapaan seketika memutar badan nya yang sedang mengintip dan memasang wajah stay cool nya, pria itu menggangguk menjawab pertanyaan perawat wanita itu.
"Kakak tunggu di sana dulu yah, dokter Lenka sedang ada di ruangan khusus untuk konsultasi dengan pasien,"ucap perawat itu tersenyum ramah.
"Terimakasih, jangan katakan sekarang. Bilang saja ketika dia sudah selesai, jangan ganggu dia ya,"ucap Sam memperingati.
"Ah baik kak,"ucap perawat itu heran.
Tentu dia merasa sedikit orang, biasa nya siapa pun tidak ingin menunggu mereka akan memaksa cepat bertemu. Tapi Sam terlihat sangat menghargai pekerjaan istri nya itu.
Sam melangkah kan kaki nya menuju kursi tunggu di depan ruangan Lenka, pria itu hanya menegok kanan kiri berharap istri nya segera selesai, sedangkan Lenka terlihat fokus dengan diagnosa nya tentang penyakit mental yang di alami pasien nya.
Hingga 3 jam berlalu dan menunjukan pukul 4 sore, Lenka tersenyum lalu perawat yang menjadi asisten nya di RS memberitahu jika Sam datang.
"Kenapa kau baru memberitahu ku?"tanya Lenka agak kaget.
"Tapi kata suami dokter Lenka, katakan ketika dokter sudah selesai saja,"bela perawat itu memasang wajah cemberut.
"Ah dasar pria itu,"dengus Lenka mengeleng.
Lenka mengusap tengkuk nya yang terasa sakit, dia sangat lelah tapi seketika lelah nya hilang melihat pria tampan sedang duduk termenung fokus pada ponsel nya, sekali kali pria itu menguap karena terlalu lama menunggu.
"By sudah lama menunggu?"