
“Lukas coba pake engrang ini,”ucap Lenka memberikan sebuah kayu yang berbentuk panjang dan ada tumpuan itu.
“Kau gila aku tidak bisa nanti jatuh,”kesal Lukas kepada sang adik yang semakin menjadi jadi.
Lenka yang menerima penolakan itu seketika menatap jangan Lukas, dia meletakan kedua tangan nya di pinggang dan menatap sang Kakak seolah dengan tatapan mengancam.
“Tidak bisa? Lihat ini lihat Vidio ini monyet saja bisa main engrang masa kau seorang ketua mafia tidak bisa hanya sekedar bermain engrang Lukas? Apa kau lebih bodoh dari seekor monyet,”kesal Lenka kepada pria itu.
Damn ayolah perkataan Lenka seketika membuat harga diri Lukas jatuh bagaimana tidak dia di samakan dengan seorang monyet? Ayolah Lenka monyet itu sebelum bisa juga di latih bukan apalagi Lukas sebelum menjadi ketua mafia hebat dia harus berlatih.
“Ka ka kau menyamakan kakak mu sendiri dengan seekor monyet yang ada di hp mu itu?”tanya Lukas tidak percaya.
“Iya dasar bodoh bermain engrang saja tidak bisa,”ucap Lenka kesal.
Bagi yang tidak tahu apa itu engrang Egrang adalah sebuah permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu untuk berjalan. Bambu dibentuk seperti tongkat yang memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. Egrang umumnya dimainkan oleh anak-anak. Egrang juga bisa digunakan dalam atraks ya contoh nya saja seperti atraksi monyet para pria William ini haha.
“Ayo aku bisa sini,”ucap Lukas dengan kesa mengambil sepasang bambu itu dengan cepat dari tangan Lenka.
Gadis itu seketika tersenyum senang ya untuk membujuk seorang Lukas hanya dengan cara memprovokasi nya baru pria black devil itu mau untuk melakukan nya.
“Sial ini sangat susah dari pada memecahkan kepala musuh,”gumam Lukas yang tidak bisa naik dan terus terjatuh.
“Haha Lukas kau tidak bisa ternyata,”ucap Lenka dengan puas dan bahagia melihat Lukas yang sama sekali tidak bisa bermain egrang itu.
Rere dan varo yang berdiri melihat tingkah kembar empat yang sudah dewasa itu hanya bisa mengeleng, Lenka masih sama saja seperti dahulu selalu menyusahkan ketiga kakak nya. Dan begitu pula dengan ketiga pria William itu yang tidak selalu bisa menolak permintaan sang adik tercinta.
“Mereka masih saja sama waktu memang berlalu dengan cepat, mas mommy pasti sangat senang bukan melihat mereka tumbuh seperti ini,”ucap rere mengatakan itu kepada suami nya.
“Ya kau benar sayang, untung aku tidak jadi bagian dari pria William itu atau aku akan sangat malu di depan istri ku ini,”ucap varo.
“Ck kau ini masih saja jaga image di depan ku ingat pernikahan kita sudah sangat bertahan lama sayang,”ucap rere mengatakan itu.
“Aku harap begitu pula dengan pernikahan Lenka,”gumam varo mengingat sesuatu.
Wajah pria itu tampak menatap langit sore di mansion William dengan tatapan penuh arti begitu pun rere yang tampak tersenyum mengusap lengan kekar suami nya.
“Sayang apa aku saja yang menemui wanita itu, aku tidak suka dia mulai mendatangi Sam lagi. Apalagi si saat Lenka sedang hamil muda, aku takut anak kita akan stress,”ucap rere mengingat seorang wanita yang ada di benak nya.
“Menikahi pria seperti Samuel memang memiliki risiko Lenka harus belajar itu semua, aku yakin dan kamu pun yakin anak kita lebih tegar dan tangguh dari siapa pun sayang wanita William tidak akan semudah itu di injak,”ucap varo mengatakan itu.
Rere hanya terdiam mendengar perkataan suami nya dan menatap Lenka dan anak nya yang lain tersenyum bahagia, ketiga pria yang tadi tampak tidak terima dengan permintaan Lenka mulai menikmati suruh suruhan Lenka satu persatu mereka bermain layak saat kecil dahulu.
Beberapa puluh menit berlalu Lenka yang sudah mulai bosan tapi terus tertawa itu akhirnya bertambah tersenyum puas menatap sebuah mobil yang dia kenal masuk ke pekarangan mansion. Wajah nya sangat sumringah menatap sang pria yang turun dari mobil.
“Sammm,”teriak Lenka dengan bahagia kepada sang suami.
“Sayang apa yang sedang kau lakukan?”tanya Samuel dengan heran nya melihat si kembar yang dalam keadaan sangat abstrak itu.
“Akhirnya kau pulang Sam,”ucap Lukas dengan peluh yang mengucur deras membasahi baju kaus nya itu.
Samuel menaikan satu alis nya merasa heran menatap keadaan halaman yang sangat ramai itu para karyawan dan pembantu terkekeh melihat si kembar yang berpenampilan aneh itu, begitu pun varo dan rere yang di sana mengeleng.
“Aku tahu ini pasti upah istri kecil ku,”ucap Sam mencubit hidung mancung sang istri dengan gemas.
“Hehe lucu bukan mereka,”ucap Lenka mengatakan itu dengan puas,”wajah nya selalu sumringah jika di depan sang suami.
“Lucu mata mu lucu aku seperti badut, sudahlah Sam kau urus adik kecil kami. Karena aku sudah lelah mendengar permintaan aneh nya, arghh aku sangat lelah,"ucap Lukas berjalan masuk ke mansion.
Begitu pun Luis dan Leon yang mengikuti Lukas dari belakang tanpa sepatah kata pun, lalu varo dan Rere yang ikut masuk ke mansion. Halaman mansion yang tadi nya ramai karena hiburan gratis itu seketika sepi hanya tinggal Lenka Samuel serta beberapa bodyguard pria itu.
“Berikan aku ciuman selamat pulang sayang,”ucap Sam memanyunkan bibir nya layak nya anak kecil.
Gadis itu berjinjit berusaha menyamai tinggi nya dengan Sam, Samuel yang mengerti itu pun menunduk kan kepala nya Lenka seketika mencium bibir pria itu sekilas.
Cup…
“Terimakasih sayang,”ucap Samuel memeluk Lenka dengan senang.
Ayolah gadis kecil ini adalah kebahagiaan nya yang teramat tidak terukur seluasan samudra dan sedalam nya palung lautan. Tidak dapat Sam menyampaikan perasaan nya yang bahagia kepada Lenka, hanya sebuah kata terimakasih sederhana yang bisa dia lontarkan kepada Lenka.
“Sama sama sayang, aku ingin makan nasi goreng masakan mu nanti malam oke?”ucap Lenka berbisik kepada sang suami.
“Oke sayang siap, aku akan menjadi pelayan khusus untuk istri ku yang paling cantik ini,”ucap Samuel mengatakan itu.
Saat mereka tengah asik mengobrol Jastin yang sudah panas dengan panggilan sayang sayang itu pun, mulai membuka suara dia ingin pergi dari sana tapi harus memberitahu Sam terlebih dahulu.
“Ay ay captain bos dan nyonya bos, aku ingin pulang. Melapor siap. Jika tahu kalian akan bucin lebih baik aku berdiri di sebalik pohon seperti bodyguard lain nya, aku ingin muntah,”ucap Jastin mengatakan itu dengan gamblang.
“Maka nya jangan jomblo bocah,”ejek Sam.
‘Lah aku bocah maka nya jomblo,’