SAMUEL

SAMUEL
BAB 180



Saat ini caroline tampak memainkan kaki nya dan mengerjakan kaki itu seirama dengan suara desakan yang terus keluar dari mulut nya wanita itu tampak kesal dengan perlakuan Samuel kepada nya.


Di sebuah mall elit itu caroline terus mendesah mengingat kejadian sebelum nya. Bagaimana bisa Lenka tidak sedikit pun curiga atas kehadiran nya harus nya gadis itu sedikit marah kepada Samuel itu lebih baik pikir line.


Saat tengah asik bermenung itu dan hiruk pikuk mall yang ramai di siang hari, wanita itu di kejut kan dengan kedatangan seorang wanita paruh baya yang dapat di kenali nya.


“Line,”ucap seorang wanita menepuk bahu caroline.


Caroline tampak memutar badan nya lalu melihat wanita itu dia memasang wajah cemberut kepada wanita yang menyapa nya, ayolah siapa yang tidak kenal nenek sihir satu ini.


“Tanteeeeee. Kau bercanda istri nya this is perfect aku lihat dari sisi mana pun Lenka seorang gadis cantik mandiri dan pintar, bagaimana aku bisa mendekati Sam,”ucap wanita itu dengan wajah pasrah nya.


Wanita paruh baya yang dapat di ketahui adalah ibu biologis dari Samuel itu tampak duduk dan membuka ponsel nya, dia tersenyum kecil mendengar cerita itu dan mengeleng.


“Apa yang kau katakan kau juga cantik dan pintar dia hanya seorang dokter sedangkan kau ilmuwan ayolah caroline,”ucap wanita itu membujuk wanita yang memang sedang berada di puncak karir nya di bidang ilmuwan kimia itu.


Caroline tampn berdecak dia merasa sangat sensitif jika membahas tentang semua ini. Wanita itu memilih terdiam beberapa saat hingga akhirnya berkata.


“Hmm tante kau teman mama ku maka nya aku mau di tambah aku juga merindukan Samuel sudah sangat lama. Aku kira pria itu tidak akan pernah suka dengan seorang gadis apa tipe nya seperti Lenka itu?”gumam caroline tampak menimang dan mengingat Lenka.


Ayolah caroline seolah di suruh sedang melaksanakan misi di tambah diri nya yang sangat penasaran bagaimana seorang Lenka bisa menaklukn seorang Samuel si ketua mafia yang kejam dan berdarah dingin ini.


Perbincangan mereka terus berlanjut beberapa lama nya mereka tertawa seolah merencanakan sesuatu tapi entah lah apa Samuel dan Lenka bisa melewati ujian rumah tangga mereka tersebut. Di sisi lain terlihat Lenka yang dari pagi sampai siang hanya sesekali berbincang dengan Jastin atau pun menganggu bawahan nya.


Samuel sedikit heran biasa nya istri nya itu akan sangat heboh ketika di markas dia selalu menganggu pekerjaan bawahan nya tapi sekarang wanita nya itu seolah sedang tidak mood melakukan apa pun.


Samuel yang mulai heran menghentikan kegiatan pria itu berjalan menuju sofa tempat istri nya yang sedang makan cemilan sehat yang di siap kan oleh samuel sendiri untuk istri tercinta nya itu.


“Sayanggggg,”ucap Samuel tiba tiba dan duduk di samping istri nya.


Tidak ada sahutan sama sekali dari Lenka hanya sebuah tatapan yang di pancarkan oleh sang istri. Wanita tampak cuek kepada Samuel, Sam menaikan satu alis nya.


“Apa buah nya enak?”tanya Samuel sekali lagi membuka pembicaraan kepada istri nya.


Lagi lagi gadis nya itu tidak menjawab sama sekali perkataan Samuel, pria itu terlihat sangat bingung entah lah apa yang di pikir kan istri nya itu sehingga membuat nya terdiam.


“Kenapa kau diam saja?”tanya Sam sekali lagi.


Jastin yang masuk ke ruangan itu ingin menghampiri sadam seketika mendengar percakapan itu seolah melontar kan jawaban yang dia pikir kan sendiri untuk.


“Kayak nya gara gara line warna hijau tadi deh bos, bener bukan buk bos,”ucap Jastin kepada Lenka.


Wanita itu yang tadi nya seolah memutar wajah nya menatap Jastin dengan tajam Lenka memelotot kan mata nya seolah perkataan Jastin adalah sebuah fakta yang seharusnya tidak di katakan Jastin kepada Samuel biarkan saja Samuel sadar diri sendiri begitu lah kira kira.


“Ayolah bos sadam kenapa anda malah marah bos arbian saja tidak mengatur seperti wanita saja banyak larangan,”ucap Jastin mengatakan itu.


“Oh jadi aku banyak larangan kenapa tidak suka, kalian semua di sini tidak suka?”ucap Lenka berdiri meletakan mangkuk buah nya bertegak pinggang.


Gadis itu tampak lucu sambil menatap tajam seseorang tangan nya di letakan di pinggang seolah mengancam semu bawahan Samuel yang ada di ruangan utama kerja itu. Tatapan dan nada itu membuat mereka menelan saliva nya dengan kasar.


“Jawab perkataan istri ku!”titah Samuel.


“Tidak nyonya!”teriak mereka serempak.


“Nah pintar lanjut kerja,”ucap Lenka kembali menyuruh semua orang.


Ayolah semua orang tampak menatap Jastin dengan kesal hampir saja Samuel menguliti mereka, ini semua gara gara perkataan Jastin yang sebelas dua belas dengan arbian yang tampak berpikir baru berbicara tidak tahu lawan bicara nya akan kesal atau tidak nanti nya.


“Ssst Jastin diam kau seperti nya buk big bos sedang moody an dia kan sedang hamil,”


“Ya kau benar nanti kita semua jadi ayam gaprek,”


“Sana kau pergi dasar bocah,”


Begitulah kira kira para senior Jastin mengingat kan pria kecil itu dengan jelas.


“Wah kok aku sih kan aku cuman nanya aku bisa saja memecah kan kepala kalian dengan senjata ku satu persatu tepat di bagian tengah kepada tengkorak kalian itu,”teriak Jastin dengan kesal.


Ya benar kalian tahu bukan Jastin adalah bawah arbian di bagian tim pengejar yang ahli menembak tembakan pria itu sangat jarang yang nama nya meleset.


“Apa kau marah kepada wanita tadi?”


“Untuk apa kau marah sayang aku saja tidak meladani nya,”ucap Samuel mengatakan itu dengan manja kepada istri nya.


Tidak ada jawaban lagi dari Lenka dia hanya memanyun kan bibir nya yang mana membuat Sam sangat gemas dengan tingkah sang istri Sam tau istri nya itu pasti sangat gampang terpengaruh hal buruk di tambah diri nya yang tengah hamil muda.


“Sayang aku lebih memilih mu dari pada orang lain. Sekali pun ada yang datang aku akan setia kepada mu karena orang yang ku cintai hanya seorang Lenka seorang,”ucap Samuel.


Lenka yang mendengar perkataan suami ny itu seketika luluh ego nya yang tadi nya di pertahankan seolah runtuh Lenka tampak memeluk sang suami dengan manja dengan nada suara yang sedikit kesal.


“Lain kali jika dia kenalan mu katakan semua tentang nya kepada ku agar aku tidak kesal soal nya dia sok akrab dengan mu,”ucap Lenka kesal.


“Siap perintah di terima istri ku,”