
Flasback on
Samuel yang sedang duduk di kursi kebesaran nya di markas Aeros melipat kedua kaki nya ke depan, melihat Agalista dan Kevin yang sedang berdiri di depan nya.
"Jadi kenapa tikus ini masih di sini?"ucap Samuel pelan tapi menatap tajam Agalista yang memalingkan muka nya agar tidak di tatap Samuel dengan aura mencengkam nya itu.
"Maafkan saya bos, tapi Dia bilang masih ingin berliburan dan berjanji tidak akan menganggu Anda lagi,"ucap Kevin menjawab pertanyaan Samuel.
"Kevin benar Sam, emang kau saja yang bisa bermesraan dengan pacar mu, jadi kami tidak boleh pergi kencan begitu? Huh, enak saja, iyah kan Kevin,"ujar Agalista memeluk lengan Kevin yang berdiri tegap dan tatapan datar pria itu dengan manja nya.
Tidak ada jawaban dari Kevin kecuali lirikan kecil yang Dia ketahui kalau Agalista hanya bersandiwara agar Dia tidak di suruh balik ke Italia oleh Samuel.
"Begitu, nikmati kencan kalian,"ucap Samuel berdiri dan meninggalkan kedua orang itu di ruangan nya.
Agalista terus melirik punggung Samuel dengan tatapan kekecewaan nya, Dia sama sekali di sini tidak bersalah, salahkah Dia mencintai seseorang yang Dia temui pertama kali?
Salahkan Dia harus jatuh cinta kepada si psyco itu? Tidak, Agalista tidak bersalah sama sekali, Dia juga tidak mengetahui kalau Samuel sudah memiliki pujaan hati nya sendiri, tapi bolehkah Dia bersedih? Bersedih tentang betapa hancur nya diri nya melihat pria yang Dia kejar beberapa tahun ini harus memiliki kekasih, dan mencintai gadis lain itu dalam pertemuan singkat mereka.
Grep...
Kevin melepas pelukan Agalista pada lengan nya, pria itu menatap datar ke wajah cantik Agalista khas orang eropa yang seperti nya masih mengharapkan sedikit perasaan Samuel.
"Jangan memaksakan diri mu, Aku sangat tidak suka harus ikut berakting seperti ini"
"Sebaiknya kau kembali ke Italia dan kembali ke Daddy mu, di sini cinta mu tidak di harapkan lagi, harus nya kau sedikit memperhatikan ku,"gumam Kevin dengan raut wajah datar nya melihat kesedihan di mata sang tunangan.
"Maksudmu?"
Tanya Agalista dengan bingung, wanita itu seketika tidak mengerti harus berpikir seperti apa tentang ucapan Kevin.
"Gadis b0doh, pikir sendiri,"kesal Kevin meninggalkan Agalista dengan wajah bingung nya di ruangan Samuel.
Drap.. drap..
Langkah kaki Samuel menyusuri jalanan gelap markas Aeros di malam hari itu, menuju ruangan informasi tempat Sadam.
Cklek..
"Selamat malam bos,"ujar mereka serempak membalikan badan dan menunduk lalu kembali fokus dengan komputer nya.
"Sadam bagaimana?"tanya Samuel dengan penasaran nya.
"Sepertinya malam ini kita harus tidur lagi bos, mereka lolos,"ucap Sadam mengeleng merasa takut atas kegagalan nya mencari mr.x
"Pria itu sangat lihai, Daddy tunggu Aku,"gumam Samuel mencengkram ujung jas nya merasa emosi.
Mereka semua tampak lelah di ruangan itu karena Samuel yang terus menyuruh mereka bekerja sampai titik penghabisan, pria itu berusaha menahan emosi nya agar tidak memukul orang karena tidak mencapai keinginan nya.
"Sabar,"gumam Samuel mengambil ponsel nya dan melirik foto Lenka yang banyak bersama nya di taman hiburan dengan tersenyum.
Semua orang seketika merasa bingung melihat Samuel yang malah tersenyum dan tidak emosi seperti biasanya, pria itu berjalan mendekati Sadam.
"Sadam lacak CCTV di restoran berbintang yang di kunjungi Lenka, jangan bilang kau tidak bisa meretas CCTV itu? Karena Aku ingin melihat kekasih ku, atau Aku akan memberikan kalian pukulan satu persatu, karena tidak meredamkan emosi ku,"ucap Samuel duduk di samping kursi Sadam dengan tangan yang di lipat di dada.
"Itu mudah big bos, jangan meragukan ku,"ujar Sadam dengan senyum kaku nya dan langsung meretas CCTV itu.
Bruk..
Samuel memukul bahu Sadam yang malah tersenyum dan tidak mengerjakan perintah nya, membuat Sadam yang di pukul merasa terkejut.
"Kenapa kau tersenyum, senyuman mu jelek, cepat,"kesal Samuel kepada pria itu.
"Ba baik Bos,"ujar Sadam langsung melakukan nya cepat.
Hitungan beberapa detik Sadam meretas segala penjuru kamera ke arah Lenka yang sedang berkumpul itu, beserta sumber suara yang jelas, Samuel tersenyum miring melihat kekasih nya menuruti keinginan nya.
"Gadis pintar,"gumam Samuel merasa senang Lenka mengikuti apa yang Dia suruh.
Tidak bosan-bosan nya Samuel menatap wajah kekasih nya itu di layar monitor utama informasi yang besar di ruangan itu, hingga akhirnya seorang pria datang dan melontarkan kata demi kata kepada Lenka.
"Siapa pria si*lan itu, apa Dia ingin m*ti hah,"teriak Samuel mengebrak meja tempat Sadam duduk itu.
"Bos tenang lihat Nona Lenka,"ucap Sadam yang sebenarnya juga takut.
Gadis itu membalas ucapan Justine dan Anastasya yang mengejek nya dengan gaya nya sendiri, membuat Samuel takjub kepada sang pacar.
"Sekali lagi kau berbicara, bermimpi indah lah dalam hitungan beberapa menit kau akan bangun melihat kenyataan kalau kau bukan lagi gadis sombong seperti ini, dan satu persatu orang di sekitar mu akan menjadi sengsara karena ulah mu,"ujar Lenka menatap datar ke depan Anastasya.
"Sadam, cari informasi pria dan wanita itu, tuntaskan sampai ke akar, cari alasan agar Dia bisa angkat kaki dari pekerjaan rendahan nya itu, Aku tidak mau tahu, dan ancam pria itu, seolah-olah Lenka yang melakukan nya,"
"Berani mengusik gadis ku, berarti kau harus berhadapan dengan ku,"gumam Samuel.
"Kevin Ayo, antar Aku ke tempat Lenka,"ujar Samuel berjalan meninggalkan ruangan itu bersama Kevin.
Sedangkan Sadam melakukan itu hanya seperti ujungan jentik jari saja, dan selesai, Dia mulai menghubungi pria itu dan mengancam nya sesuai perintah Samuel.
"Justine, tutup mulut busuk mu, dan urus pacar mu itu, sebelum Aku membongkar hal lain tentang keluarga mu, jangan ganggu Nona kami,"gumam pria itu.
Sadam melakukan dengan timing yang tepat dan langsung mematikan ponsel nya setelah Samuel dan Kevin yang mendomin mengambil keadaan.
Flasback off
"Dan jangan menganggu pacar ku, pria miskin,"
"Berani kau menganggu nya berarti kau berani menganggu ku,"gumam Samuel yang sedang memeluk Lenka yang berdiri membelakangi nya.
"Sam,"teriak Lenka membalikan badan nya dan memeluk pria itu menyambut nya dengan hangat.
Samuel dengan senang tentu menerima nya, Gisel yang duduk menyapa pria yang memang Dia kenal sebagai pacar Lenka.
"Jangan menganggu pacar Samuel!"teriak Agalista yang datang di sebalik tubuh Kevin.
Semua orang kaget, begitu pun dengan Kevin, tidak dengan Samuel yang sudah tahu gadis itu kembali mengendap masuk ke mobil nya.
"Kau,"kesal Kevin menarik telinga sang tunangan.
"Akh Kevin sakit, ampun,"