
Siang berganti sore dan sore pun berganti malam, beberapa orang yang terlihat keluar dari markas aeros terlihat memakai kostum binatang mereka Lenka yang menikmati pemandangan itu dari mobil hanya bisa senyum bahagia.
Perhatian gadis itu seketika teralihkan oleh ponsel nya, dia melihat sebuah foto bersama sama diri nya dan anggota aeros yang memakai baju kostum itu. Mereka satu persatu berbaris dengan wajah datar dan masam seolah tidak menterinya tampang imut mereka.
“Haha mereka sangat lucu wajah sangar hati help kitty,”ucap Lenka mengatakan itu.
“Puas?”Ucap seseorang yang duduk di samping setir mobil.
Lenka yang mendengar ucapan seseorang itu seketika memutar wajah nya menatap sang suami yang menatap nya dengan tatapan datar, Lenka tahu walau Sam melayang kan tatapan itu pria itu tetap menatap nya berbeda dengan yang lain nya.
“Huum aku sangat puas hari ini,”ucap Lenka mengatakan itu.
Samuel terlihat memutar bola mata nya malas ayolah dia masih ingat dan ingin tertawa mengingat tadi ketika anak buah nya mengeluh untuk melepaskan kustom yang di berikan Lenka, Samuel sampai mengatakan beberapa kali apa kalian sudah tahu apa yang aku rasakan kira kita begitu lah ungkapan hati Samuel tadi.
Huft…
Pria itu terlihat menghela nafas nya pelan dia tersenyum kecil dan mengeleng, ayolah bukan kah kehidupan seperti ini yang di impikan Samuel sejak dulu. Hidup seperti layak nya manusia biasa menikmati memiliki kebahagiaan kecil seperti memeluk sang istri.
Atau tertawa dan terkekeh hanya karena hal hal kecil seperti itu, ya kehidupan Samuel yang dulu nya hidup di bawah tekanan menjadi anak tunggal seorang Morgan membuat nya hidup dan kekejaman dan kegelapan.
Tapi seketika Lenka yang lahir di muka bumi membuat nya bahagia. Pertemuan mereka untuk kesekian kali nya setelah tidak bertemu lama di sebuah tempat di Italia menjadi kesan mendalam bagi seorang Samuel Morgan.
‘Kau selalu saja memberikan kejutan di setiap detik kehidupan ku, seolah hari ku yang bewarna hitam putih berubah menjadi banyak warna. Kehidupan ku yang hanya bertujuan untuk balas dendam dan pembunuhan berubah ingin melindungi seseorang yang aku cintai,’ batin pria itu melihat sang istri yang terus terkekeh layak nya anak kecil melihat sebuah foto untuk pertama kali.
“Sayang kau sudah membuat markas seperti kebun binatang pribadi mu, kasihan mereka tadi sangat tertekan,”jawab Samuel mengatakan itu.
Gadis itu yang mendengar penuturan Samuel seketika memutar wajah nya, tatapan gadis itu seolah mengatakan dia merasa sangat bersalah.
“Maafkan aku sayang lain kali t—,”
Belum sempat Lenka menjawab Samuel sudah mengatakan nya terlebih dahulu.
“Lain kali lakukan lagi aku sangat puas melihat ekspresi mereka yang tertekan mereka saja mampu menghina ku memakai ini jadi mereka harus merasakan hal yang sama, tapi lain kali aku jangan masuk dalam ide konyol itu ya istri ku,”jawab Samuel menggoda Lenka.
“Siappp tapi tetap kau yang akan menjadi percobaan pertama nya sayang,”jawab Lenka mengatakan itu dengan polos.
“Apapun demi istri ku, apa pun untuk senyum dan kebahagiaan mu aku tidak masalah seperti ini,”jawab Samuel mengatakan itu.
Lenka yang mendapat jawaban tulus dari sang suami seketika dengan senang hati dan bergembira langsung memeluk Samuel dengan manja.
Cup…
“Terimakasih suami ku,”ucap Lenka mencium pipi pria itu sekelas.
“Hmm ini nya tidak?”ucap Samuel memanyun kan bibir nya dengan manja kepada Lenka.
“Tidak nanti aja di rumah,”jawab Lenka terkekeh.
“Baiklah ayo pulang dan ciuman ku double okey,”ujar Samuel terkekeh.
Brum.. brum..
Mobil Samuel terlihat berjalan meninggal kan markas aeros, mereka terlihat tertawa menikmati hari yang indah ini. Menikmati suasana kebahagiaan yang hanya bisa di rasakan setelah pernikahan sekali seumur hidup ini.
Di sisi lain di mansion William terlihat Lukas yang mengemasi barang barang ny ke dalam koper, kalian pasti ingat bukan? Jika pria itu di hukum untuk tinggal di kampung sang mommy dahulu dan tinggal selama sebulan di sana.
Lukas terlihat terus memasang wajah kesal nya mengemasi barang barang nya itu, di otak nya terus berpikir bagaimana jika dia hidup di kampung, akan kah dia akan pergi ke akhirat dengan cepat karena semua barang dan kemewahan yang sudah biasa dia rasakan sejak kecil harus di ambil oleh orang tua nya.
Arghhhh…
Teriak Lukas mengacak rambut nya pria itu berdiri dan mengejeknya kan nafas nya seolah tidak terima tapi dia tidak mungkin melawan mommy dan daddy nya yang begitu menyeramkan.
Bruk…
“Sial aku tidak mauuu,”teriak Lukas mengatakan itu dengan keras.
Suara koper yang di tendang dan teriakan Lukas itu saling bersahutan yang mana membuat rere yang tadi nya ingin ke kamar Lukas untuk menyuruh makan malam itu terdengar dari luar.
Cklik…
Pintu kamar Lukas terbuka terlihat rere dengan wajah tidak senang nya kepada sang putra Lukas yang tadi nya menghadap ke balkon seketika melirik suara yang datang itu.
"Apa nya yang tidak mau?"tanya Rere dengan datar.
Glek...
Lukas menelan ludah nya dengan kasar ayolah tatapan ratu William itu sudah sangat dia hapal, jika diri nya di katakan lebih takut mommy atau Daddy nya dia akan mengatakan diri nya lebih baik berusaha dengan Daddy nya dari pada mommy nya.
Bayang kan saja seorang varo William yang sewaktu muda di juluki sang pembinis berwajah datar dingin dan tidak siapa pun bisa mendekati nya bisa di taklukan oleh seorang gadis desa biasa dari kalangan biasa yaitu Regita ananda.
"Astaga ratu ada apa gerangan kau masuk kamar pangeran?"tanya Lukas seolah memainkan peran itu.
"Jangan melucu Lukas apa kau kesal dengan keputusan mommy! Katakan dengan jujur, apa kau mau mommy akan mencabut fasilitas mu lebih parah lagi!"ucap Rere dengan keras nya mengatakan itu.
"Lukas dengarkan mommy ini semua kesalahan mu sebagaimana kau berbuat kau harus tahu bagaimana konsekuensi nya Lukas william. Kau pria terakhir di keluarga William tetapi kelakuan mu yang minus sayang,"
“Jika kau merasa keputusan mommy bukan yang terbaik apakah mommy mu ini belum pantas mengatakan itu, jika kau tidak terima jangan marah seperti itu katakan dengan jujur,”ucap Lenka menatap tajam sang anak.
Lenka dan Samuel yang sudah pulang dan melewati kamar Lukas itu seketika penasaran dengan suara sang mommy, mereka masuk bersamaan dengan varo yang juga keluar dari ruang kerja nya,
“Ada apa ini?”tanya Lenka.
“Emm begini tuan putri seperti nya ratu kita terlalu memerahi ku tadi aku hanya tidak sengaja,”ucap Lukas mengedipkan mata nya kepada Lenka, gadis itu yang tidak mengerti merasa heran.
“Lukas kenapa mata mu? Kemasukan tai cicak?”