SAMUEL

SAMUEL
BAB 198



Samuel yang seketika berteriak itu menjadi pusat perhatian seluruh pelanggan di sana rere yang mendengar suara menantu nya itu melirik Samuel dan suami nya yang datang ke sana, pria itu mendekati sang istri dan mertua nya.


“Sayang apa kau sudah selesai?”tanya Samuel mendekati sang istri yang duduk di salah satu meja di warung bakso itu.


“Iyah sayang baru selesai,”jawab Lenka dengan sabar kepada suami nya.


Udin yang tadi membuat suasana lucu seketika di abaikan pria itu ikut melirik sumber suara yang memanggil Lenka di sana, udin terlihat menatap kagum ke arah Samuel yang sangat perfect sebagai seorang pria.


‘’Pantas saja sudah menikah suami nya saja tampan, aku yakin selain tampan dia juga pintar dan berbakat memang jodoh cerminan diri itu benar,’ batin udin menatap Samuel.


“Wah ternyata itu suami mbak yang datang tadi,”


“Pantesan dua mbak tadi cantik suami nya juga tampan,”


“Ih jadi insecure deh lihat nya,”


Begitu lah para bisik bisik pelanggan warung bakso itu mereka terlihat sangat iri dengan kehidupan ke empat orang itu, Lenka yang mulai risih mendengar perkataan orang itu memilih berdiri.


“Ayo pulang aja mom jadi malas,”jawab Lenka mengatakan itu.


“Mas kamu kok ke sini sih padahal bentar lagi balik,”jawab rere yang juga ikut kesal.


“Karena aku suami mu aku punya hak mengikuti keberadaan mu sayang tidak masalah bukan,”jawab varo mengatakan itu.


“Iyah tapi kenapa kau masih tampan padahal sudah tua aku tidak suka milik ku di lirik orang lain, sekedar mengobrol saja aku tidak suka.”


“Kau tahu? Seorang wanita yang diam dan tidak banyak bicara ketika tiba tiba tidak ada masalah dan membuat mu bingung coba kau koreksi diri sendiri dia kesal dengan tindakan mu yang seperti apa,”


“Hanya sekedar melihat mu chattingan dengan teman atau sepupu perempuan mu saja sudah membuat ku cemburu, aku tipe yang kalau sudah miliki tidak boleh ada satu pun wanita lain yang melirik nya atau mengajak nya mengobrol!”jawab rere dengan tegas.


Wanita itu menutup wajah suami nya dengan tangan yang mana membuat Lenka dan Samuel tertawa rere dari dulu adalah tipe wanita pencemburu. Yang mana membuat varo mendengar ungakapan isi hati nya itu membuat pria itu terkekeh.


“Siap istri ku tercinta lain kali aku akan pakai topeng monyet agar tidak di lihat orang,”jawab pria itu menarik tangan rere keluar dari warung bakso itu.


Sedangkan Lenka yang di tinggal bersama Samuel itu harus membayar terlebih dulu makanan mereka, terlihat Samuel yang ingin membayar istri nya.


“Ini mang,”jawab Samuel mengeluarkan black card nya dan memberikan nya kepada udin.


“Maaf aa pake uang tunai aja aa tidak ada soal nya saya teh ga ngerti ini kartu naon,”jawab udin dengan heran.


“Aku tidak punya lalu bagaimana?”tanya Samuel dengan heran.


“Ck sayang sudah aku bilang biar aku yang bayar ini mang udin,”jawab Lenka mengeluarkan beberapa lembar uang tunai dan memberikan nya kepada udin:


Udin terlihat bingung melihat Lenka yang mengeluarkan banyak uang lembaran merah padahal harga bakso nya selembar uang saja sudah bisa beli 6 bakso sudah cukup.


“Gapapa mang nitip itu buat siapa mang ucup kata mommy aku tadi yah,”jawab Lenka tersenyum ramah dan berlalu.


“Baik neng Terimakasih saya pasti amanah,”jawab udin.


Ayolah senyum Lenka yang ramah itu membuat siapa pun menatap nya tersenyum bahagia dan puas, udah tersenyum melirik punggung Lenka dan Samuel yang keluar dari warung bakso nya.


“Masyaallah udah kaya baik cantik ramah, Subhanallah banget neng Lenka, kalau aku mah astagfirullah amit amit konsep nya dapat yang spek seperti neng Lenka,”kekeh udin tertawa dengan perkataan nya sendiri.


Ya mungkin udin bisa saja berpikir demikian tapi yang nama nya takdir tidak ada yang mengetahui mana tauan udin malah dapat spek bidadari seperti Lenka tapi dalam versi yang berbeda ya kita amin kan saja semoga udin cepat menikah.


Lenka mengikuti langkah mommy dan daddy nya yang tengah mengobrol di tepi jalan dekat mobil mereka di parkir kan itu, terlihat rere tengah bertanya kepada suami nya.


“Mas bagaimana kau bisa meninggalkan Lukas pasti dia berpikir kita meninggal kan nya,”jawab rere dengan panik mengingat putra bungsu nya yang tinggal sendiri di rumah.


Varo terlihat menghela nafas mendengar kepanikan istri nya sang istri selalu saja seperti itu padahal di tahu kalau sang anak sudah berumur 21 tahun bukan seorang bayi berumur 5 tahun yang tidak bisa di tinggal kan lagi.


“Sayang dia bukan bayi lagi dia sudah besar loh apa kau masih berpikir anak kita masih si kecil dulu?”jawab varo dengan sabar.


“Umm iya sih tapi Lukas kan tipe yang kau tau lah,”jawab Lenka mengingat si anak satu itu.


“Aku tahu biarkan dia nanti juga menelpon kata nya kau mau memberi nya pelajaran jangan naggung nanggung seperti itu atau tidak dia akan tetap tidak bisa mandiri dan selalu meneriaki nama mu,”jawab varo mengatakan itu.


“Benar kata daddy mommy jangan marah marah nanti keriput mommy tumbuh loh,”jawab Lenka mengatakan itu.


“Arghh iya benar Huft,”jawab rere dengan sabar.


Saat mereka tengah berbincang dengan asik itu tanpa mereka sadari dari jarak beberapa puluh meter itu terlihat ada dua orang memakai baju hitam berdiri di sebalik keramaian lalu orang banyak, mereka terlihat terus memantau dari kejauhan di sana.


Senyum miring terpancar dari mulut manis mereka, entah kenapa dan entah siapa yang merencanakan itu semua.


“Pasti nona sangat senang dengan ini, kita menemukan mereka harus kah kita bertindak,”jawab salah satu orang lain.


“Tahan tangan mu bodoh, apa kau menghancurkan rencana ku, ikuti jalan tikus yang sudah di perintah kan nona setelah kita melakukan nya.


Kedua orang itu terlihat menyusun strategi mereka berbaur layak nya seperti orang biasa, seperti nya mereka suruhan amatir yang tidak tahu menahan bayang kan saja mereka tidak memakai topeng.


“Demi keluarga dan uang,”gumam salah satu orang itu.


Pistol terlihat di acung kan di sebalik tiang listrik itu terlihat pria itu yang sangat amatiran memegang pistol dapat di ketahui jika pria itu baru pertama kali memegang pistol di tangan nya.


Lenka yang tertawa melihat mommy dan daddy nya itu secara tidak sengaja menjatuh kan tas nya saat dia bangun setelah menunduk arah pandangan tepat melesat kepada pria yang mengarah kan pistol ke sang mommy.


Dor…