
“Luis berapa hari kau akan menetap di Italia?”tanya Rere kepada putra sulung nya.
Pagi ini di mansion willliam terlihat semua keluarga tengah berkumpul menikmati makanan hangat mereka yang terhidang rapi oleh para karyawan, tanpa terkecuali Lenka dan Samuel juga ada di sana. Sam yang dulu nya hanya akan menunggu sebagai bodyguard varo William sekarang duduk bersama keluarga William sebagai menantu pertama keluarga itu.
Luis terlihat menyelesaikan makanan nya terlebih dahulu dengan mengakhiri makanan nya meneguk minuman, pria itu terlihat mengelap mulut nya dengan tisu.
“Sebulan mom, cabang perusahaan yang ada di sana sedang ada kendala.”ucap luis mengatakan.
“Lama sekali mommy pasti akan merindukan mu, nanti mommy akan menghubungi uncle Reno di sana untuk mengizinkan mu tinggal di mansioan alferoz.”ucap rere mengatakan itu.
“Mom kita juga memiliki mansion di sana ayolah luis bukan anak kecil lagi and luis tidak ingin menganggu uncle Reno yang juga pasti sibuk okey,”ucap luis memberi pengertian kepada sang mommy.
Wanita paruh baya itu tampak bernafas pelan seolah dia mengerti ucapan luis, pria sulung nya itu benar dia bukan anak kecil lagi yang selalu terus di titip kan kemana pun dia pergi. Rere tampak mengangguk paham lalu tersenyum.
“Baiklah yang penting jaga kesehatan mu, mommy akan selalu menjaga mu,”ucap rere mengatakan itu.
Pria itu mengangguk lalu berdiri mengecup pipi mommy nya layak nya anak kecil dahulu, dan memeluk sang mommy bergantian dengan varo.
“Dad mom, luis pergi. Lenka sini berikan aku pelukan dulu,”ucap luis kepada sang adik.
Gadis itu yang sudah selesai makan mengangguk dan memeluk luis, dia tersenyum memberikan senyuman selamat tinggal. Lenka terlihat tidak secengeng dulu kepada nya yang kalau pergi pasti akan menangis, dia tahu itu karena pasti sudah ada Sam yang sudah menjaga nya.
“Baiklah aku berangkat,”ucap luis.
“Hati hati luis aku akan merindukan mu dan twins juga,”ucap Lenka kepada sang kakak.
Pria itu mengangguk dan meninggalkan mansion menghilang di sebalik pintu besar tersebut, terlihat di sana Leon yang seperti nya baru turun langsung tanpa sarapan memeluk mommy dan daddy nya.
“Aku berangkat,”ucap Leon.
“Leon tidak sarapan?”Tanya rere menghentikan langkah sang anak.
“Maaf kali ini saja mom kolega ku sudah menunggu,”ucap Leon kepada sang mommy.
“Iya hati hati,”ucap rere.
Satu persatu rere melihat anak nya yang tambah dewasa pergi dan mulai sibuk dengan dunia mereka sendiri, fase seperti ini pasti akan di rasakan setiap orang tua.
“Mas apa bisa kita meminta mereka kecil kembali?”ucap rere menatap sang suami.
“Tidak bisa, apa kita buat saja adik mereka agar bisa menemani kita?”tanya varo merayu sang istri.
“Ish mas aku serius,”cemberut rere.
Ayolah hal yang di katakan varo hanya agar membuat sang istri tidak bersedih seperti barusan dan membuat nya tertawa seperti sekarang, Lenka dan Samuel yang sudah selesai sarapan pun ikut berpamitan.
“Mom dad jangan sedih putri kalian kan masih di sini, walaupun mansion yang di bangun Sam sementara kosong tidak ada kami. Tapi kami akan tinggal di sini,”ucap Lenka menghibur kedua orang tua nya.
“Ih sampai lupa dada mom dada dad,”ucap gadis itu mengecup cepat pipi kedua orang tua nya.
“Jangan berlari ingat kau hamil,”ucap varo.
Gadis itu memberikan jempol nya seolah mengerti apa perkataan varo, Lenka tampak berjalan dengan girang menuju mobil sang suami. Mereka akhirnya langsung menuju markas aeros.
“Sayang boleh aku mengatakan pendapat ku,”ucap Lenka kepada sang suami.
Samuel yang tampak fokus dengan berkas nya karena aeros sekarang lebih fokus dengan sistem baru mereka yang menawarkan jasa sebagai mata mata rahasia para petinggi, mereka seolah bekerja lebih bersih dari sebelum nya.
Sistem baru ini juga di rubah oleh Sam bukan semata mata untuk menghilang kan kekejaman aeros tapi ini semu demi keselamatan sang istri, Sam tidak mau jika istri nya sampai kena masalah karena masih berkaitan dengan dunia bawah itu.
Terlebih Samuel selalu menjaga identitas sang istri dan keluarga William sedikit pun tanpa bocor ke muka publik, ya kalau soal siapa mereka orang memang tahu tapi ada beberapa file yang patut tidak bisa orang lain ketahui.
“Soal apa?”tanya Sam kepada sang istri.
Pria itu tampak sangat pengertian ketika Lenka ingin berbicara dia meletakan berkas nya dan fokus kepada mata sang istri, gadis itu terlihat lucu dengan memutar kan mata nya terlihat berpikir.
“Bagaimana jika kita membuka sebuah pabrik, saja bukan kau yang menjalankan tapi ini lebih seperti apa yang terlihat di semua orang, kau mengerti kan Sam,”ucap Lenka kepada sang suami.
Pria itu tampak terdiam mendengar perkataan sang istri.
“Aku mengerti sayang, kau mengkhawatirkan ke depan nya jika orang bertanya apa pekerjaan ku bukan, yang sebenarnya tidak bisa kau bicarakan dengan lepas. Jika itu bisa lebih baik aku bisa mengikuti pilihan mu,”ucap Samuel mengengam tangan sang istri.
Wanita itu tampak memberikan senyum manis nya kepada Samuel, dia menjatuh kan wajah nya di dalam pelukan sang suami di dada bidang pria itu. Samuel terlihat mengusap rambut wanita kecil nya.
“Terimakasih sayang sudah selalu menerima pendapat ku,”ucap Lenka kepada Samuel.
Ayolah Samuel seperti seorang pria idaman yang selalu berusaha mengerti permintaan atau pendapat istri nya pria itu memang pernah sedikit mengeluh tapi dia tepis itu dan meminta maaf.
Konsep Samuel jika dia yang memilih tidak ada penyesalan hanya ada perubahan yang lebih baik ke depan nya lagi, tanpa kita sadari keputusan kita adalah yang terbaik dari sebelum nya hanya saja cara nya yang membuat hasil nya kurang baik.
“Sama sama, nanti kau tetap di markas diam saja dan jangan ke sana ke sini ingat anak kita,”ucap Samuel mengatakan itu.
Gadis itu mengangguk mengerti seperti anak kecil, Samuel tersenyum dia menatap wajah sang istri yang cantik bibir tipis dan kecil itu membuat Samuel ingin mengecup nya.
Dengan pelan Sam mendekatkan wajah nya dan mengecup bibir sang istri Lenka yang menerima ciuman itu ikut mengalung kan tangan nya dan membalas ciuman itu sedikit demi sedikit.
“Tuan nyonya jika kalian ingin bermesraan apa tidak lihat situasi, aku di sini yang seorang bocil tidak boleh melihat adegan plus seperti ini,”ucap Jastin yang menyetir mobil.
“Sam,, astaga Jastin maafkan kami,”ucap Lenka yang baru sadar.
“Nasib apa aku nikah juga ya langsung nanti malam,”