SAMUEL

SAMUEL
BAB 40



"Tidak mungkin Lenka mau pacaran dengan pria yang lebih tua, benar bukan Luis,"ujar Lukas kepada kembaran tertua nya itu.


Saat ini ketiga pria tampan itu sedang berdiri di depan pintu apartemen Lenka sambil menguping percakapan yang ada di dalam, terlihat Luis, Leon, dan Lukas yang berdiri di sana.


"Diam kau,"ketus Luis kesal kepada sang adik lalu menatap nya tajam.


"Kalau menurut ku itu biasa Mommy dan Daddy juga jarak umur nya sangat jauh, cinta tidak memandang usia,"ucap Leon dengan wajah datar nya.


"Jangan sok bijak, wajah datar mu berbicara seperti itu tidak cocok,"ketus Lukas kepada Leon pelan agar suara mereka tidak terdengar.


'Padahal Aku membaca itu di buku,' batin Leon menaikan kedua bahu nya cuek.


Mereka fokus dengan percakapan yang ada di dalam, dan seketika mereka bertiga kaget mendengar percakapan Daddy mereka yang sudah melesat ke tempat yang mereka penasari.


"Kenapa kau memberikan Lenka banyak kado, sikap mu seperti seorang pacar saja yah Sam,"ucap Varo dengan dingin nya kepada pria yang ada di depan nya itu.


"Karena Aku memang pacar nya,"balas Samuel santai menjawab pertanyaan Varo.


Seketika ketiga pria itu saling menatap dan kaget, terutama Luis yang sangat posesif kepada sang adik langsung tanpa aba-aba mendorong pintu apartemen itu dengan kuat.


Brak..


"Apa maksudnya ini,"tanya Luis dengan tajam menatap Samuel.


Dapat di pastikan Lenka yang mendapat kedatangan para kakak kembar nya itu ingin pingsan dan lenyap saja di bumi, karena Dia tidak sanggup menjawab pertanyaan yang akan di berikan orang tua dan saudara nya.


"Luis, kau datang,"sapa Samuel kepada pria itu yang seharusnya sekarang menjadi atasan nya.


"Jangan basi basi Uncle, Aku tahu kau lebih tua dari pada Aku, apa maksudmu memacari anak Tuan mu sendiri, di mana otak mu hah!"teriak Luis merasa tidak terima.


Lenka tampak panik melihat Luis yang bersiap mendekat ke meja makan dan menarik tangan Samuel kuat dari meja makan itu, pria itu memukul kuat wajah Samuel.


Bugh...


"Pedofil s*alan,"umpat Luis.


"Kyaaa Luis apa yang kau lakukan, sadarkan diri mu,"teriak Lenka menghalangi Luis yang siap kembali memukul wajah Samuel.


Pacar Lenka itu tampak memasang wajah datar, Dia tidak membalas sama sekali pukulan itu dan hanya menyeringai kecil mengelap ujung bibir nya yang robek akibat pukulan Luis yang di terima nya.


Varo, Rere serta kedua kembaran pria Luis lain nya menarik pria itu menjauh dari Samuel agar tidak terus memukul nya, tapi Luis tampak tidak terima dan memberontak.


"Lepaskan Aku!"teriak Luis yang belum merasa puas.


Dia sangat kesal melihat Lenka yang berdiri di depan Samuel, menghalangi pria itu untuk Dia pukul, Luis yang emosi dengan kuat melepaskan tangan Leon dan Lukas yang menahan nya, pria itu tanpa pikir panjang mendorong Lenka yang menghalangi tubuh Samuel.


Bruk..


"Awas kau, untuk apa kau membela pria ini,"teriak Luis kesal kepada adik tersayang nya.


"Akhh.. sakit,"


Tanpa Luis sadari, dorongan nya itu tidak sengaja membuat Lenka membentur kepala Lenka kepada sudut meja makan, membuat Samuel sontak kaget.


Bugh..


Dengan kuat Samuel membalas pukulan Luis, wajah pria itu tampak bergetar sesaat satu pukulan nya melayang ke wajah Luis, tangan nya seketika gemetar menghampiri Lenka, Anxiety atau serangan panik pria itu seketika kambuh melihat Lenka yang sedang berada di pelukan nya itu pingsan.


Bayangan masa lalu ketika Dia memegang pisau berlemuran darah dan kejadian lautan darah pada malam itu, berputar di otak nya, Samuel berusaha menenangkan diri nya agar Dia tetap bisa membantu Lenka.


"Luis kau boleh memukul ku, tapi jangan sampai emosi mu mengenai Lenka seperti ini, Aku tidak segan sama sekali walaupun kau anak Tuan Varo, sekali kau menyakiti wanita ku, maka kau akan menerima amarah ku,"teriak Samuel dengan suara bergetar.


Rere yang melihat itu sangat panik, Dia seketika menangis, niat awal mereka yang hanya ingin menanyakan hubungan sang anak secara baik-baik harus berakhir seperti itu.


"Lenka!! Mas cepat panggil dokter, kenapa kau hanya diam!"teriak Rere kepada sang suami yang juga tampak kaget.


"Benar,"


Varo langsung mengeluarkan ponsel nya dan menyuruh dokter kesana, sedangakan Luis seketika shock berat, Dia telah menyakiti adik yang paling Dia sayangi itu.


"Mom, sungguh Aku tidak berniat,"isak Luis memeluk sang Mommy yang sedang duduk di sofa.


Dokter sudah memulai memeriksa Lenka di kamar nya, sementara yang lain hanya menunggu di luar karena dokter bilang harus memberikan beberapa jahitan kepada luka Lenka.


"Sudah Mommy tahu, kau hanya kesal, jangan pikirkan lagi,"gumam Rere yang sebenarnya sangat marah akibat kelakuan Luis yang tidak bisa bertanya baik-baik dahulu seperti itu.


Seumur hidup nya, Luis sama sekali tidak pernah bersikap kasar kepada sang adik baik dalam bicara atau perlakuan nya sendiri, tidak pernah sama sekali Dia membentak sang adik seperti tadi dan sampai-sampai melukai nya juga.


"Luis, Daddy dan Mommy berada di sini bukan tanpa alasan, kami tahu kalau Samuel dan Lenka memiliki hubungan,"


"Kami kesini untuk menanyakan apa Samuel berjanji akan menjaga Lenka baik-baik,"


"Dan ada apa dengan mu, apa begitu caramu menyelesaikan masalah,"


"Kau boleh marah kepada orang lain, tapi Samuel juga sudah Daddy anggap adik Daddy sendiri, Dia itu sepupu Uncle Reno, sahabat Daddy kau tahu,"ujar Varo menatap anak nya tajam.


Sungguh, Luis sangat menyesal atas tindakan nya entah kenapa Dia tidak baik-baik saja ketika mendengar Lenka memiliki seorang pria, Luis berpikir tidak ada yang bisa menjaga Lenka sebaik diri nya atau pun orang tua nya sendiri.


"Kenapa Daddy lebih tahu dulu dari pada kami?"tanya Lukas kepada Varo.


"Kau meragukan Daddy, sebelum Luis yang menjadi tiang William seperti sekarang, Aku juga pernah menghadapi segala situasi yang hampir merengut nyawa,"balas Varo.


Cklek..


Pintu kamar Lenka terbuka, semua orang tampak berdiri menunggu apa kata dokter.


"Tuan William, Nona muda baik-baik saja, darah yang banyak hanya karena luka sobek di bagian kepala, sebentar lagi Nona muda akan sadar,"ucap dokter itu.


"Tuan, kakak cantik, Aku akan menemui Dia terlebih dahulu,"izin Samuel dengan sopan.


Kedua orang itu menganguk, mereka tahu penyakit Samuel, seperti nya pria itu masih sangat panik dan berusaha mengontrol nya saat ini.


'Jika memang anak ku bisa mengembalikan kebahagian mu, Aku akan merestui kalian, tapi jika Lenka juga bahagia, Sam maafkan Aku telah melibatkan keluarga kalian di pekerjaan berbahaya ini, sampai-sampai kau kehilangan orang yang kau cintai,'