
Brum... brum...
Mobil jenis sport milik Sadam yang digunakan Gisel itu membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan di atas rata-rata, wanita itu menangis sambil terus mengas mobil dan mengelap ingus nya.
Suara mobil yang memang di desain berisik karena khusus untuk balapan itu membuat para pengguna jalan merasa terganggu, tapi apalah daya Gisel tidak mendengar dan mengacuhkan nya.
"Aku tahu aku tidak cantik, tapi kalau suami mencari wanita lain, lalu aku di buang. Dan harus kembali ke rumah itu hiks hiks."
"Aku tidak mau ke rumah itu lagi, aku tidak mau."gumam Gisel mengingat segala ke khawatiran nya.
"Dia memang cantik, tapi kata suami dia pernikahan kami hanya akan ada kami berdua, walaupun cinta sama sekali tidak ada di pernikahan ini,"gumam Gisel terus meracau.
Mata nya sudah membengkak, dan ingus nya keluar di mana mana. Saking kesal nya Gisel sampai melupakan Rara yang dia ajak pergi tadi, dan malah meninggalkan sang adik ipar.
"Gisel! Apa yang kau lakukan, itu hak suami? Kenapa kau harus memperlihatkan kecemburuan mu, aku boodoh,"gumam Gisel memukul kepala nya dengan satu tangan masih menyetir.
Dia menyesali perbuatan nya dan menangis, tapi rasa cemburu memang tidak bisa dia bohongi. Dia tidak bisa tidak memperlihat kan nya karena itu semua terjadi begitu saja karena tingkah nya.
Drt.. drt...
Ponsel milik Gisel terus berdering, dia melihat penelpon itu dari suami nya. Dia sama sekali tidak berminat untuk mengangkat nya sedangkan Sadam yang menelpon sambil melihat cctv kota sangat panik melihat mobil Gisel melaju dengan cepat.
"Apa yang kau lakukan akan telpon ku!"teriak Sadam merasa kesal.
Rara yang berdiri di belakang kakak nya, melihat sebuah layar besar yang terdapat banyak cctv di retes, tapi semua itu tempat jalan mobil yang di lalui Gisel, gadis muda itu sangat panik melihat mobil Gisel yang melaju cepat.
"Kakak, kenapa dengan kak Gisel? Dia sangat kesal kak, ini semua salah mu!"teriak Rara yang ketakutan.
Sadam yang mendengar itu hanya mendecih merasa kesal, dia juga panik itu hanya sebuah kesalah pahaman. Dia memahami kalau Gisel langsung pergi tanpa mendengar penjelasan nya.
Karena wanita itu masih muda, dia pasti sangat egois dan tidak memikirkan alasan di balik semua hal itu terjadi, Sadam tidak memarahi nya, karena di umur yang muda rata-rata wanita memang harus di jelaskan dengan sabar bagaimana situasi yang mereka hadapi.
"Megan, suruh tim roger menuju jalanan. Dan buka jalan, jangan sampai istri ku kenapa-kenapa, cepat dan jangan lambat!"teriak Sadam kepada wanita itu.
"Baik bos,"ucap Sadam langsung mengirimkan informasi masih itu untuk tim roger.
Sedangkan Rara yang sangat panik, berusaha juga ikut menelpon Gisel. Gadis SMP itu mencoba menelpon agar Gisel bisa menghentikan laju mobil nya, Gisel yang melihat penelpon yang berbeda seketika menaikan satu alis nya.
"Ah Rara? Aku sampai lupa, ih kenapa aku sejahat ini meninggalkan Rara!"kesal Gisel pada diri nya sendiri.
Laju mobil milik Gisel mulai melambat karena diri nya yang memang ingin mengangkat telpon dari sang kakak ipar, laju kendaraan milik Gisel yang melambat terpantau langsung di cctv membuat bawahan Sadam melapor kembali.
"Bos, seperti nya mobil nona sudah mulai dalam kecepatan rata-rata,"ucap seorang pria yang memantau cctv itu.
Sadam yang fokus menunggu informasi dari tim roger, seketika mengalihkan pandangan nya kepada cctv. Pria itu tersenyum lega karena kekhawatiran nya sedikit berkurang.
Gisel yang ingin mengambil ponsel nya itu berusaha menjangkau nya, tapi jangkauan itu malah membuat nya ponsel nya terjatuh karena sebuah senggolan pada tangan nya.
"Ck, malah jatuh,"ucap Gisel menatap ponsel nya yang terjatuh di kolong kaki mobil itu.
"Halo Rara, maafin kakak yah lupa bawa kamu pergi, padahal kita mau main time zone,"ucap Gisel langsung mengatakan itu.
Sadam yang mendengar jawaban panggilan telpon dari Gisel yang di telpon oleh Rara seketika mengalihkan pandangan nya dari cctv pria itu langsung mengambil ponsel Rara untuk berbicara dengan istri nya itu.
"Gisel apa yang kau la--,"
Belum sempat Sadam menyelesaikan ucapan nya, Gisel yang sudah kembali fokus dengan setir dan pandangan nya ke depan seketika baru tersadar ketika sebuah klakson terdengar keras.
Tin... tin...
"Arghh Rara,"teriak Gisel ketika melihat truk yang mengarah tepat di depan mobil nya.
Sebuah kejadian tidak di inginkan terjadi mobil milik Gisel menyengol truk itu, sebuah benturan terdengar keras keras lewat ponsel itu membuat Sadam seketika membelalakan mata nya kaget bersamaan dengan laporan bawahan nya itu.
Bruk... bruk...
Sebuah benturan hebat terdengar keras, Rara yang melihat cctv seketika menutup mulut nya kaget.
"Bos! Mobil nona menabrak truk,"teriak bawahan Sadam.
Ponsel Rara yang di pegang Sadam seketika terjatuh setelah mendengar teriakan istri nya itu, dia langsung berlari mendekati cctv bagian depan mobil hancur dan berasap membuat Sadam tidak dapat berkata-kata.
"Sialaan! Megan! Apa yang kau lakukan, kenapa tim roger sangat lambat bajingaan,"teriak Sadam.
Bughh...
Sadam memukul kuat bawahan pria yang memantau cctv itu, sedangkan Megan juga mendapat pukulan tanpa memandang gender. Rara yang melihat itu tubuh nya merosot jatuh ke lantai wajah tergangga dengan tangan yang menutup air mata nya tumpah sambil terus mengeleng.
"Tidak, tidak, tidak, tidak,"
"Tidak!!"
"Kak Gisel, Arghh sialaan ini salah mu kak ini salah mu!"teriak Rara menangis sejadi nya.
Hiks hiks...
"Kalian jahat, kakak Gisel! Pergi kak, kejar dia,"teriak Rara menangis dengan panik yang segala melanda nya.
Sadam tanpa pikir panjang langsung keluar dari ruangan itu, dia menahan tangisan nya dia masih berpikir positif dan langsung melajukan mobil nya tepat di lokasi kejadian.
"Kau bercanda kan, mata ku salah lihat kan? Kenapa kau sangat boodoh tanpa mau mendengarkan ku dulu,"racau Sadam langsung pergi meninggalkan markas aeros.
Di tempat kejadian semua orang seketika berkumpul Gisel yang masih terjaga dengan keadaan belumur darah, dia melihat ponsel nya yang sudah terjatuh dan pecah tapi gadis itu masih bisa-bisa nya bergumam melihat bagian pangkal paha nya yang mengeluarkan darah.
"Kenapa? Ini kenapa,"