
Tik… tik.. tik..
Suara tombol komputer saling bersahutan di ruang markas kontrol aeros tersebut, terlihat di sana Samuel melihat hasil kerja dari seorang sadam Idriss. Pria itu tersenyum kecil ketika dia menemukan hasil jepretan layar sebelum pengebom di kota itu di salah satu cctv di jalan.
“Good Job sadam,”ucap Samuel menepuk bahu sang bawah.
Sadam tersenyum puas atas pujian yang di berikan Samuel, pria itu terlihat berdiri dari tempat duduk nya dengan cepat Samuel duduk di depan komputer yang terhubung dengan layar besar di markas membuat semua orang yang ada di ruangan itu bisa melihat apa yang di tampilkan komputer utama.
Tapi di dalam markas kontrol hanya terdapat beberapa orang petinggi aeros yang bisa masuk karena ruangan khusus ini sangat rahasia dan tidak bisa sembarang orang menginjakan kaki mereka dengan layak di sini.
“Berani bermain dengan istri ku berani juga menghadi ku,”bisik Samuel dengan suara tajam nya.
Glek..
Semua orang terlihat menelan ludah mereka dengan kasar terakhir kali Samuel memperlihatkan wajah seram dan intonasi yang sangat mengancam itu saat Lenka juga terluka, pria itu seolah amat menjaga sang istri dengan penuh kasih sayang.
“Tuan Sam saya akan menunjukkan nya langsung,”ucap sadam mempersilah kan Samuel cukup melihat keterangan nya saja.
Pria itu mengangguk terlihat Samuel duduk di sebuah kursi di tengah ruangan itu dengan kaki di lipat dan tatapan angkuh siap menelan siapa saja yang mencelakai sang istri.
“Seperti informasi yang anda ragu kan tadi para penembak nona Lenka sangat amatir dan setelah kejadian itu sebuah ledakan terjadi bukan, apa anda tahu? Mereka di bayar untuk mati saat itu juga dengan cara mengorbankan banyak nyawa di sekeliling mereka,”
Ucap sadam membuka percakapan arbian dan Kevin yang mendengar kan terlihat serius di sana, Samuel terlihat menatap sebuah layar besar di depan nya dengan sadam yang memutar kan sebuah siaran berita tv nasional yang menampilkan judul SEBUAH TINDAKAN ******* DENGAN CARA PENGOBOMAN DIRI YANG MENGKIBATKAN PULUHAN NYAWA HILANG DAN PULUHAN ORANG LAIN NYA TERLUKA.
Begitu lah kira kira siaran tv yang di putar kan oleh sadam terlihat tempat di mana Samuel jauh berdiri di sebarang jalan dia berdiri terlihat garis polisi menyelintang amat panjang nya.
“Aku tahu dan kenapa mereka harus melibat kan warga sipil karena permasalahan antara kita, ini sangat melanggar perjanjian dunia bawah!”teriak Samuel dengan geram.
Ya akibat kejadian itu warga sipil terkena dampak nya akibat perang yang di timbul kan itu, mereka yang menembak Lenka sengaja langsung bunuh diri agar tidak tahu identitas mereka dan tidak bisa melacak pimpinan mereka.
Saat semua orang tengah fokus, suara pintu terbuka oleh bodyguard Samuel berbadan kekar pria yang berkacamata hitam dan berpakaian serba hitam lalu memegang senjata itu masuk dengan wajah tegas nya.
“Big bos putra sulung keluarga William datang,”jawab pria itu.
“Ck untuk apa kau melapor suruh dia langsung masuk dia keluarga ku! Dimana otak mu,”teriak Samuel dengan kasar.
Pria itu terlihat sangat emosi saat ini ya bagaimana tidak, masih mending jika teror ini hanya sekedar satu hal belakang jika tidak di usut bagaimana teror ini terus berlanjut dan menghantui kehidupan nya dengan Lenka, dia tidak mau sang istri terganggu sedikit pun.
“Ma ma maaf big bos,”Ujar pria itu dengan cepat karena gugup.
“Aku sudah memperingat kan mu untuk menjaga adik ku sebaik mungkin ipar,”jawab luis berkata dengan lantang.
Ya walaupun Samuel lebih tua dari diri nya tetap saja hak nya sebagai kakak ipar di sana dapat di perhitungan, Samuel terlihat tidak marah sama sekali ketika luis datang dengan tatapan menghina dengan cara bicara yang seperti itu.
“Maaf aku lengah luis, tapi kau tahu bukan jika ini juga melibat kan warga sipil aku takut nanti bagaimana jika ada berita yang menyoroti keluarga William. Ini bisa lebih darurat,”jawab Samuel memutar kursi putar nya yang tadi menghadap ke depan layar sekarang menghadap ke arah luis.
Pria itu terlihat berjalan mendekati Samuel dan duduk di sofa, luis terlihat memijat kepala nya bagaimana kepala nya tidak sakit padahal dia tadi baru saja ingin tidur nyenyak ketika mendapat laporan dari bawahan nya membuat mau tidak mau luis langsung terbang kembali ke Indonesia dan meninggal kan segala pekerjaan nya.
“Aku sudah mengatasi itu, asisten ku sudah menghandle segala berita buruk yang masuk dan memastikan nama William tetap bersih tanpa ada satu kata pun wartawan mampu menyinggung nama William di dalam masalah ini.”jawab luis dengan tegas.
“Kerja bagus luis, dan kau lihat berita di tv sekarang. Seperti nya pengebom tadi siang itu bukan hal kecil yang aku liat orang ini benar serius ada nya,”jawab Samuel.
Kedua orang itu terlihat melihat layar lebar di depan mereka dengan serius dengan penyiar yang terus berbicara.
“ DI LAPORKAN LANGSUNG DARI TEMPAT KEJADIAN DIMANA GARIS POLISI SUDAH TERPASANG BELUM DI KETAHUI PASTI APA MASALAH YANG TERJA—,”
Beberapa jam sebelum di markas
“Sadam aku mempercaya kan mu kali ini, lalu arbian aku putus kan jika sadam sudah menemukan nya bawa dia ke ruang ekseskusi ini perintah!”teriak Samuel dengan keras.
Saat pria itu tengah marah di telpon sebuah ledakan terdengar di kerumunan seberang tempat Samuel berdiri.
Duar…
“Tuan ada apa di sana? Apa semua nya baik baik saja?”ucap sadam yang seketika mendengar ledakan.
Samuel seketika membulat kan mata nya dengan kaget, kerumunan orang yang tadi nya berlalu lalang karena ramai nya suasana dekat sekolah itu adalah jalanan umum menuju pasar, beberapa orang seketika jatuh bergeletakan.
Sebuah kepulan asap akibat ledakan itu membuat Samuel seketika langsung kaget, apa barusan yang terjadi kenapa mereka melalukan itu?
“Sialll,”Umpat Samuel.
“Sadam aku tidak apa apa seperti nya pelaku itu bunuh diri dengan cara mengebom nya kau beritahu luis akan hal ini, tutup semua berita tentang keluarga William jangan sampai reputasi nya hancur,”
“Batal kan rencana barusan langsung pindai lokasi oleh bawahan arbian untuk mengecek laporkan hal ini ke polisi hal ini lebih aman jika di lakukan sisa nya kita akan membantu penyelidikan polisi dari belakang, sialll kenapa hal buruk terjadi beruntun. Aku akan ke markas kirim kan bawahan arbian sekarang!”
Flasback off.