
Beberapa hari kemudian
Tepatnya sekarang Lenka sedang duduk di sebuah taman mansion william bersama pria yang dia cintai, beberapa hari ini pula Lenka sudah tahu kalau Agalista sudah kembali ke italia membuat gadis itu bersedih karena tidak sempat meminta maaf secara langsung.
Samuel berdiri dari jarak beberapa meter dari posisi duduk Lenka yang sedang menatap hamparan bunya lavender di taman mansion william itu, karena mommy nya Rere sangat suka berkebun.
"Perketat keamanan untuknya! Aku tak ingin dia terluka sedikitpun ketika aku pergi,"titah Samuel kepada Kevin yang berdiri di samping nya, pria itu melirik sang kekasih dengan raut wajah datar.
"Berapa hari kau di sana, Boss?"tanya Kevin.
"Entahlah. Jika bukan karena darkness si@lan itu yang bermain licik dan tidak terbaca gerak gerik nya, aku tak akan meninggalkan gadisku sendirian. Ku percayakan dia padamu. Dan kau pasti tau apa konsekuensi jika kau lalai bukan?"lirik Samuel tajam dengan mata penuh ancaman.
"Aku siap menerima tugas darimu dan kosekuensinya jika aku memang melakukan kesalahan,"ujar Kevin menundukan kepala nya.
"Dan sebaiknya hentikan acara mabuk-mabukan mu selama aku pergi, jika kau memang sefrustasi itu hubungi saja dia duluan,"jelas Samuel yang menatap bawahan nya itu.
Semenjak kepergian Agalista dari indonesia, Kevin yang memang masih tetap fokus mengurus pekerjaan dari pagi sampai malam hari, tetapi jika sudah tengah malam di saat semua orang sudah terlelap dia selalu pergi ke club malam untuk sekedar meneguk alkohol, bayangan penyesalan masih ada di benak nya.
"Terimakasih saran nya bos, saya akan memikirkan nya."ucap Kevin tanda mengerti.
Pria itu menepuk bahu Kevin, walaupun dia lebih muda dari Kevin tapi Samuel seperti nya lebih banyak menerima luka selama kehidupan nya berlangsung, suara teriakan cempreng dari sang kekasih membuat Samuel melirik ke sumber suara.
"Sam!!"teriak Lenka sambil merentangkan kedua tangannya menghampiri Samuel.
"Ada apa hmm?"tanya Samuel dengan raut wajah datar nya tapi bisa menatap lembut walaupun tidak di sadari siapa pun kecuali Samuel sendiri
"Peluk!"ujar Lenka manja masih berdiri di depan Samuel layak nya anak kecil yang merentangkan kedua tangan nya.
'Si@l dia sangat imut,' umpat Samuel yang semakin tidak tega pergi jauh dari Lenka.
Samuel meraih pinggang Lenka dan membiarkan tubuh mungilnya menubruknya. Sam mengelus lembut rambut Lenka yang tergerai dengan indah.
"Apa kau masih sedih?"tanya Samuel dijawab dengan gelengan dari Lenka cepat.
Sam menarik Lenka dari pelukannya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya. Sebuah kalung. Samuel memakaikan kalung itu di leher Lenka dan membisikkan sesuatu.
"Berjanjilah selama aku pergi, kau tak akan melepaskannya,"bisik Samuel pelan mengusap pipi cubby gadis itu.
"Pergi? Kau mau kemana?"cicit Lenka dengan wajah mulai serius.
"Texas."
......................
4 H berlalu
Lenka menghembuskan nafas berat menatap suasana sore hari yang membosankan, dia memang punya teman tapi entah kenapa di butuh Samuel saat ini.
Seorang pria terkekeh pelan diseberang sana mendengarkan celotehan kekasihnya dengan Samuel kecil yang seingat Sam itu adalah kucing yang di beri nama nya persis.
Lenka tidak tahu kalau kalung yang diberikan padanya sebenarnya adalah sebuah penyadap suara. Sam terus mendengarkan suara Lenka lewat earphone yang sedari tadi tertempel di telinganya. Sambil menyantap makanannya di pagi hari di kota texas yang ramai.
"Aku semakin merindukan kekasih kecil ku,"gumam Samuel.
Sore hari berganti malam, Lenka saat ini sudah tampil cantik menggunakan gaun bewarna biru dongker di tubuh nya yang sintal menampilkan lekuk tubuh bak model papan atas, gadis itu turun menggunakan high heals.
"Astaga putriku sangat cantik,"puji Rere yang duduk di ruangan televisi itu bersama Varo.
"Anak siapa dulu dong ini, anak mommy sama daddy sih,"jelas Lenka dengan senyum lebar nya kepada kedua orang tua nya.
Jika ada yang bertanya kenapa Lenka tampil cantik malam ini, bukan karena dia akan pergi makan malam dengan Samuel, entahlah pria itu tidak jelas kapan kembali nya.
Sesuai dengan undangan yang di dapatkan Lenka untuk menerima penghargaan di hotel william, karena setiap tahun nya acara internasiol mengambil award untuk para profesi berbakat dalam berbagai bidang, tahun kemarin acara di laksanakan di itali tepat nya di hotel Alferoz.
"Apa kau senang?"tanya Varo kepada putri nya yang sudah dewasa itu.
"Tentu aku senang daddy, aku mencapai di titik ini karena daddy tidak pernah melarang impian ku, soal nya kan kalau di film film anak konglomerat itu kehidupan nya serba di atur,"jelas Lenka mengangguk mengingat drama yang dia tonton.
"Kebanyakan nonton drama, sebelas dengan istri ku,"geleng Varo mengecup pipi sang istri yang tidak sadar jadi bahan pembicaraan.
"Haha nama nya anak mommy, aku juga senang bisa melakukan dengan kemampuan ku sendiri tanpa bantuan siapa pun, oiya daddy mommy, Lenka pamit dulu yah,"jelas gadis itu mengecup pipi kiri dan kanan kedua orang tua nya bergantian.
Lenka berjalan anggun masuk menuju mobil yang terparkir, bukan di antar supir pribadi nya tapi dia langsung di antar oleh orang kepercayaan Samuel, walaupun pria itu tidak di sini saat ini, Sam selalu menjaga nya di mana pun pria itu berada.
"Silahkan nona,"ucap Kevin membuka pintu.
Gadis itu masuk lalu menatap jalanan kota yang indah di malam hari, dengan wajah sendu Lenka menahan air mata nya agar tidak membasahi wajah nya.
"Padahal kemarin dia bilang akan menemani ku ke hari spesial ini, aku ingin berbagi kebahagian dengan sam di hari spesial ku,"gumam Lenka sendu.
Sebenarnya Luis juga datang ke acara malam ini, karena acara penghargaan itu bekerja sama dengan william, tapi karena Luis sebagai presdir william dia harus datang lebih cepat, mau tidak mau Lenka harus pergi sendiri.
Kevin yang mendengar gumamam Lenka tadi itu hanya bisa menatap kekasih bos nya itu melalui kaca mobil sekilas lalu fokus menyetir.
'Cinta memang merepotkan,' batin Kevin.
Mobil mereka sampai di hotel william yang sudah ramai, Lenka tersenyum ketika dia berjalan di red karpet dan banyak wartawan yang memotret diri nya.
Menjadi dokter terkenal tidak membuat Lenka sombong, dia sangat friendly dan mudah bergaul gadis itu masuk ke ballhroom hotel yang sudah di hias sedemikian rupa, sedangkan para bodyguard yang menjaga Lenka sudah memiliki akses menjaga dari jarak beberapa meter dan bergaul dengan tamu lain karena Luis yang memberikan akses.
"Hoh seperti nya bocah iblis itu tidak bersama nona william kita sekarang,"