SAMUEL

SAMUEL
BAB 191



Suara jangkrik di malam hari yang sunyi memperjelas indra pendengaran jika suasana yang sunyi menandakan semua orang tidak memiliki aktivitas sedikit pun. Di bawah selimut tebal itu Varo dan rere tengah menikmati tidur mereka.


Ya seperti orang lain kebanyakan jam segini tentu mereka memilih untuk tidur bukan? Tapi lain hal nya dengan kedua orang yang ada di taman mansion saat ini pukul dini hari Samuel di paksa memanjat pohon mangga untuk sang istri.


Rere yang tengah asik tertidur itu terpaksa bangun dari tidur nya memuja mata dengan paksa karena mendengar suara seseorang dari bawah mansion di samping taman.


“Mas itu suara Lenka bukan?”tanya rere membangunkan sang suami.


“Hmm kau benar,”jawab varo bangun dari tidur nya.


Kamar pribadi mereka yang ada di lantai dua itu saja bisa terdengar oleh suara putri mereka terdengar suara Lenka yang menyemangati seseorang, rere pergi ke balkon rumah nya bersama varo dan benar saja ternyata sang anak di sana bersama Samuel.


“Astaga apa yang kalian lakukan jam segini!”teriak rere kepada anak dan menantu nya itu.


Lenka yang mendengar suara sang mommy seketika memutar badan nya dan mendongkak ke lantai dua gadis itu melambaikan tangaan sambil tersenyum.


“Mommy daddy Samuel sedang mengambil kan Lenka mangga,”ucap Lenka dengan polos nya tanpa muka berdosa.


Rere melirik sang suami pria itu terkekeh lalu merangkul pinggang sang istri dan mengecup kening nya.


“Aku mengingat momen lucu dan indah itu yang tidak akan pernah aku lupakan, benar begitu bukan? Lenka Persis mau nya dengan mu tapi beda nya ini tengah malam,”kekeh varo.


Flasback on belas tahun yang lalu


Glek..


Varo menelan saliva nya dengan kasar, baru kali ini dia di perintah oleh seseorang wanita, dulu saat varo berpacaran dengan wanita lain dia paling malas untuk disuruh-suruh oleh kekasih nya. Tetapi sekarang situasi nya berbeda ia diminta tolong oleh sang istri tercinta yang sedang mengandung buah hati mereka.


'Demi anak dan istriku! aku tidak mau kalau wajah anak ku sampai mirip tukang kebun itu' batin varo menatap pak ujang yang sedang menata tanaman milik Rere.


"Ayo Varo semangat anak mommy, kamu pasti bisa kan mau jadi bapak bapak" imbuh Shinta berteriak memberikan anak nya itu semangat empat lima sambil bergoyang-goyang ala pemandu sorak.


"Demi anak kita, kamu bisa mas" lanjut Rere yang ikut menyemangati itu.


Varo menatap memelas kepada istri nya pertanda ia tidak ingin memanjat pohon yang penuh semut itu. Tetapi Rere yang tidak mengerti sama sekali maksud suami nya itu, ia malah terus ikut bersorak bersama Shinta menyemagati Varo.


"Sayang kalau aku hari ini mati di medang perang, aku harap kamu jangan menikah lagi, aku mau kamu menjaga anak-anak kita, aku sudah tinggalin banyak harta buat fasilitas kalian sampai dua puluh turunan seperti cukup makan daging tiap hari. Dan mommy aku sayang mommy jaga daddy untuk ku" sahut Varo yang terus meninggalkan pesan-pesan terakhir itu.


"Halah lebay kamu varo, kayak mau tempur aja, cepat manjat. Anak kamu mau makan rambutan" kilah Shinta yang mulai kesal dengan mellow drama yang Varo buat.


"Mas ayooo" kata Rere mulai cemberut.


"Iya sayang, aku manjat nih" terang Varo.


Varo memeluk batang rambutan itu, ia memejamkan mata nya dan terus merangkak naik ke atas, ia tidak melihat ke bawah, ia merasa sudah sampai ke atas puncak itu.


"Sayang, Mommy seperti nya aku sudah sampai" teriak varo yang masih memejamkan mata nya.


"Astaga mas" Rere hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala nya itu melihat tingkah suami nya.


"Varo buka mata mu dan lihat" timpal shinta.


Varo membuka mata nya. ia melihat bahwasanya ia sudah bergelayut di pohon tetapi ternyata kaki nya masih bisa mneyentuh tanah.


Sekarang pria itu mulai serius dan mulai memanjat dan sekarang ia benar- benar mulai memanjat pohon itu, dan sudah sampai di dahan bagian tengah pohon itu, di atas ia melihat banyak buah rambutan lalu varo memetik nya.


"Sayang ini ambil, astaga ada semut akh" teriak Varo yang tiba tiba perut nya itu di gigit semut.


"Lagi mas yang banyak" imbau Rere dari bawah yang malah kesenangan mendapat rambutan dari sang suami.


Saat Varo ingin berpindah dari dahan satu ke dahan lain nya, celana varo tiba-tiba tersangkut dan robek. Mereka yang di bawah melihat itu malah tertawa.


"Ha ha varo liat celana mu" teriak mommy shinta tertawa terbahak-bahak.


"Astaga mas sobek kan" lanjut rere.


"Tunggu Varo apa kau memakai boxer pikachu? astaga pantas saja matahari bersinar sangat terik karena cahaya nya memental ke celana kuning terang mu itu" sahut shinta yang tertawa terbahak-bahak.


Para pelayan yang sedang lewat melihat tingkah lucu para keluarga William itu ikut mengintip dan penasaran.


"Mas tutup dengan tangan mu, aurat mu kelihatan astagfirullah" ujar Rere menutup mulut tak kala melihat pelayan wanita tertawa melihat tingkah lucu itu.


"mommy jangan mengejek ku" Varo sangat merasa malu sekali karena selalu di goda oleh mommy nya itu.


"Ha ha aku menikmati ini" tawa shinta yang tidak henti henti nya melihat anak sulung nya itu.


"Sayang aku kan sudah bilang hal ini sangat memalukan" kata Varo berteriak dari atas pohon.


"Ya kan dalaman nya couple mas yang aku juga pikachu kok" sela Rere yang membela suami nya itu.


"Ha ha astaga kenapa kau membeberkan hal seperti itu Rere" kata Shinta yang sangat lucu mendengar perkataan dari Rere.


Varo tidak habis pikir dengan istri nya itu, tadi pagi ia merengek untuk meminta Varo memakai boxer pikachu yang ia belikan dari toko online itu, Varo sudah menolak tetapi istri nya malah marah dan mengancam akan tidak mengizinkan Varo untuk tidur bersama nya dengan terpaksa dan berat hati Varo memakai itu yang kata Rere sepasang dengan milik nya.


"Ck ini aku turun nya gimana" kesal Varo menatap kesal itu.


"Aduh naik bisa turun ga bisa, emang kamu ini biawak apa?" celetuk Shinta kepada anak nya itu.


Saat mereka tengah bingung bagaimana untuk menurunkan Varo itu tiba tiba pak Ujang datang menghampiri.


"Den itu kan di samping pohon nya ada tangga? kenapa ga naik pakai tangga aja" kata pak Ujang setengah berteriak kepada majikan nya itu.


"Kenapa pak ujang bilang dari tadi? saya susah manjat ini tau ga pak!" papar Varo dengan wajah kesal.


Varo turun menggunakan tangga tersebut dengan wajah kesal dan menggerutu kepada pak ujang.


Flasback off


“Aku merindukan masa masa itu,”kekeh rere menatap Lenka dan Samuel yang berada di bawah sana.


“Mommy masa Samuel ga bisa turun kata nya takut licin,”adu Lenka menertawakan sang suami.


“Sayang jangan mengejek ku gendong aku,”