SAMUEL

SAMUEL
BAB 96



......................


Tes.. tes..


Gemercikan suara air di kamar mandi terdengae jelas di telinga Samuel, pria itu saat ini tengah duduk di kasur dengan membayang kan bagaimana cara agar memulai nya terlebih dahulu.


"Sayang mau tidak?"


"Sayang mmm mau main?"


"Bukan begitu,"


"Ck,"


"Sayang main kuda-kudaan yuk,"ucap Samuel dengan senyum bodoh nya mencontoh kan di depan cermin.


Pria itu yang melihat ekspresi bod0h nya seketika menampar wajah nya pelan, bisa-bisa nya terlihat seperti seorang maniak. Entah kenapa Samuel sangat gugup karena ini adalah pengalaman pertama nya bersama seorang gadis atau lebih tepat nya dengan istri nya.


"Harusnya sebelum malam pertama pernikahan kita praktek dulu biar ga kaku,"gumam Samuel memikirkan itu.


Saking gugup nya pria itu malah memikirkan kemungkinan kemungkinan bod0h yang mungkin akan membuat orang-orang tertawa. Samuel mengacak rambut nya lalu duduk di atas kasur, pria itu menjatuhkan badan nya di kasur lalu berbaring.


Cklek...


Suara pintu kamar mandi terbuka menampilkan Lenka yang terlihat sudah memakai piyama tidur nya, sebenarnya itu hanya piyama tidur tanpa lengan yang sering di gunakan Lenka. Tapi entah kenapa Samuel berpikir itu adalah lingirie saking gugup nya.


"Aku lelah, bisa-bisa nya tamu undangan pernikahan kita sangat banyak,"gumam Lenka menjatuhkan badan nya di kasur dan menyalakan televisi sambil mengunyah cemilan.


Sedangkan Samuel hanya diam tanpa menjawab pria itu melirik istri nya dengan tatapan bingung nya. Hingga akhirnya notif sebuah pesan di kirim oleh seseorang.


Tring.. tring...


"Panduan bos! Anda kan belum pernah,"ucap pesan yang di kirimkan Arbian sambil mengirim sebuah vidio.


Arbian yang masih berkumpul di ruang tamu dengan bocah-bocah yang bermain TOD itu seketika tertawa keras melihat Samuel meread pesan nya, pria itu seketika mengumpat dan memarahi nya.


"Apa yang kau pikirkan! Aku ini pria, memiliki insting bod0h!"


Ucap Samuel di pesan itu dengan tanda seru yang banyak, seketika Arbian tertawa keras sambil mengunyah kacang yang dia makan sesekali. Pria itu melirik semua orang yang malah melempari nya kulit kacang karena berisik.


"Big bos sangat lucu, dia malah marah,"ucap Arbian.


"Mana aku mau lihat,"ujar Agalista mendekat kepada Arbian, pria itu memperlihatkan ponsel nya yang ada vidio itu seketika mata Agalista membelalak kaget dan melemparkan ponsel Arbian.


Prank...


"Arbian apa yang kau lihat, pria bejat!"teriak Agalista memukul lengan Arbian yang malah meringis melihat ponsel nya.


Agalista langsung berlari mendekat kepada Kevin duduk di samping pria itu memasang wajah kesal, sedangkan Arbian yang tidak terima meminta rugi hp nya.


"Lihat perbuatan istri mu wakil,"ketus Arbian.


"Biarkan saja! Dia menonton hal tidak senonoh Kev, buang saja ponsel nya,"kesal Agalista.


Kevin hanya diam lalu mengambil ponsel Arbian dan membuang nya ke tong sampah dengan lemparan yang tepat membuat Agalista bertepuk tangan.


"Wakil!"teriak Arbian.


"Aku ganti 10kali lipat, sekarang,"jawab Kevin melihat nominal yang dia tf.


Pria itu yang tadi nya marah seketika merubah raut wajah nya dengan tersenyum, dia memberikan jempol tanda setuju. Sedangkan Agalista tidak terima.


"Kevin dia itu,"ucap Aga mengantung.


Sedangkan orang yang menerima vidio itu di kamar sekarang hanya bisa melihat istri nya yang fokus dengan TV, entah gadis nya ini tidak berpikir kesana atau bukan Samuel juga bingung.


"Sayang\~"panggil Samuel dengan suara manja nya.


Lenka yang mendengar itu seketika memutar wajah nya menatap Samuel dengan alis yang terangkat seolah bertanya.


"Ada apa suami ku,"jawab Lenka dengan lembut.


"Mau itu,"jawab Samuel dengan wajah memelas nya.


Ayolah Sam, seperti nya Lenka tidak mengerti sama sekali dengan perkode kodean itu, tinggal gas saja apa susah nya. Lenka yang heran pun bertanya kembali.


"Itu apa? Kamu ngomong nya gajelas,"ucap Lenka heran.


Ck...


Pria itu berdecak lalu dengan wajah kesal Samuel akhirnya mengambil remot dan mematikan siaran televisi itu, pria itu langsung menaiki tubuh Lenka dan mengukung nya dari atas.


"Kau lama ini hari pertama, aku sudah boleh bukan. Lagi pula ini tidak melanggar norma, kau istri ku queen,"bisik Samuel dengan sensual di telinga.


Glek...


Seketika Lenka menelan ludah nya dengan kasar seperti nya dia paham sekarang apa maksud Samuel tanpa aba-aba atau pun kode-kodean Samuel akhirnya langsung menc1um bibir tipis Lenka dengan pelan.


Nghh...


Lenka berusaha menyeimbangi ciuman Samuel gadis itu mendorong kuat dada suami nya karena kehabisan nafas.


Hosh.. hosh..


"Sam bisakah kita melakukan nya besok, aku takut, ya,"jawab Lenka dengan wajah memelas.


"Jangan harap, kau sering mengoda ku duluan,"jawab Samuel mengusap surai hitam Lenka dan menyelipkan beberapa anak rambut yang menghalangi wajah Lenka yang sudah memerah karena malu.


Samuel terlihat memberikan senyum nakal nya, pria itu mulai beraksi dengan mencium leher Lenka dan meninggalkan tanda di sana. Lenka m3lenguh nikmat atas perlakuan Sam yang sangat lembut dan tidak buru-buru.


Tali piyama yang mengantung di bahu mulus Lenka di turunkan Samuel, pria itu meremas dada k3nyal Lenka yang sebelum nya pernah dia rasakan. Tapi kali ini sangat lebih nikmat dari biasanya.


"Jangan melihat nya,"ucap Lenka menutupi tubuh nya yang sudah polos karena ulah Samuel.


"Sayang jangan malu, kau ini adalah gadis yang tercantik yang aku lihat. Berbangga lah dengan tubuh indah mu,"bisik Samuel dengan suara berat nya yang sudah tidak tahan.


Sepertinya Samuel memang tidak bisa lagi menahan hasr@t nya, bagian bawah pria itu mulai sesak, Samuel melepas semua baju nya. Lenka yang melihat ada yang tegak tapi bukan tombak, gadis itu melihat untuk kedua kalinya.


Samuel terlihat memainkan kl1rot1s Lenka membuat gadis itu cum, Samuel tersenyum dan akhirnya berusaha menerobos pertahan sang istri yang sudah lama di jaga.


"Sa sakit Sam!"ucap Lenka mencakar punggung Samuel.


"Si@l, kau menjepit ku sayang,"racau Samuel.


Sebuah darah mengalir di s3langkangkan Lenka seperti nya gadis itu malam ini sudah resmi menjadi seorang wanita tuan Morgan. Lenka yang awal nya menangis karena sakit, sekarang berteriak karena merasakan surga dunia itu.


Suara permainan mereka terdengar keras di dalam ruangan itu, dengan Samuel yang lebib berdominasi, pria iti memimpin dengan berbagai gaya, hingga akhirnya Samuel merasakan pelepasan nya.


Hosh.. hosh..


"Aku lelah, cukup Sam, keluarkan,"rengek Lenka.


"Tapi aku belum,"seringai Sam kepada sang istri.


Akhirnya malam panjang itu mereka lewatkan dengan sukses untuk membuat cucu untuk keluarga william dan penerus keluarga Morgan yang baru.